Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 131
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah dan adab wudu · Bait 131 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
واستكمل الثلاث
dan sempurnakan tiga kali
باليقين
dengan yakin
وابدأ بيمناك
dan mulailah dengan anggota kananmu
سوى الأذنين
kecuali kedua telinga
Terjemahan bait 131

Sempurnakan tiga kali dengan yakin, dan mulailah dengan anggota kananmu kecuali kedua telinga.

Syarah · keterangan lengkap

Tiga kali adalah penyempurna

Sesudah satu pembasuhan telah merata dan memenuhi ketentuan, mengulang sampai tiga merupakan kesunahan dalam rangkaian ini. Hitungan tidak boleh menutupi kenyataan bahwa bagian wajib belum terkena air. Tiga siraman yang semuanya meninggalkan bagian kering tidak menjadi lebih sempurna daripada satu pembasuhan yang benar-benar merata. Bedakan jumlah gerakan menyiram dari pembasuhan yang telah tercapai.

Kepastian hitungan secara wajar

Bila keraguan hitungan benar-benar terjadi, syarah menjelaskan pemakaian jumlah yang diketahui agar kesunahan tiga kali terpenuhi. Ini tidak mengajarkan menghitung ulang tanpa akhir atau mengejar perasaan yakin yang terus berubah karena waswas. Setelah pelaksanaan diketahui selesai, rasa ragu yang tidak mempunyai dasar tidak perlu membuka seluruh ibadah kembali.

Kanan dan telinga

Kedua tangan dan kaki disunahkan dimulai dari yang kanan. Kedua telinga diusap bersamaan menurut cara yang diterangkan, sehingga bukan selalu kanan lalu kiri. Wajah dan kepala sebagai satu kesatuan juga tidak dibaca sama dengan anggota yang berpasangan terpisah. Bila mendahulukan kiri, pembahasan kehilangan sunah dibedakan dari tertib wajib antaranggota pada bait 123.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 44. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

واستكمل الثلاث باليقين

استكمل perintah; الثلاث objek yang menunjuk jumlah tiga pembasuhan/usapan dalam cakupan syarah. باليقين menerangkan cara memastikan hitungan.

وابدأ بيمناك سوى الأذنين

ابدأ perintah; بيمناك melengkapinya. سوى mengecualikan الأذنين yang majrur dengan ya sebagai mudhaf ilaih berbentuk mutsanna.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

استكمل

Akar
ك م ل
Pola / bentuk
اِسْتَفْعِلْ

Perintah bentuk X: sempurnakan atau genapkan.

الثلاث

Akar
ث ل ث
Pola / bentuk
Nama bilangan

Di sini bilangan tiga mengacu kepada pengulangan yang telah dijelaskan, bukan rukun baru.

Hubungan bait

Penyelaan pada bait 130 diikuti hitungan dan kanan-kiri. Hubungkan dengan tertib pada bait 123 serta larangan berlebihan pada bait 139–140.

Intisari & faedah
  1. Hitungan tiga tidak menggantikan kewajiban meratakan air.
  2. Kedua telinga merupakan pengecualian dalam anjuran kanan lebih dahulu.
Contoh penerapan

Keadaan

Air telah merata pada satu basuhan; pelajar melengkapinya sampai tiga tanpa berlebihan.

Cara memahami

Ia memahami bahwa pengulangan menyempurnakan pembasuhan yang sah.

Batas penerapan

Jangan terus menambah karena keraguan yang berulang tanpa bukti kekurangan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 159

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثَ مِرَارٍ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Inti makna

Utsman mencontohkan wudu Nabi: membasuh wajah dan tangan hingga siku tiga kali, mengusap kepala, lalu membasuh kaki sampai mata kaki tiga kali. Riwayat lengkap juga memuat persiapan, kumur, dan hidung.

Kaitan dengan bait

Riwayat wudu Utsman mencontohkan pembasuhan tiga kali pada anggota yang disebut.

Buka sumber lengkap ↗

Shahih al-Bukhari 168

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Inti makna

Nabi menyukai mendahulukan kanan ketika memakai alas kaki, merapikan rambut, dan bersuci. Penerapannya dibaca bersama pengecualian menurut jenis kegiatan.

Kaitan dengan bait

Riwayat mendahulukan kanan menguatkan adab anggota berpasangan dalam bersuci.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah tiga siraman pasti berarti pembasuhan wajib sudah sempurna?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Air tetap harus merata pada bagian wajib; hitungan tidak menggantikan pemerataan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واستكمل الثلاث

dan sempurnakan tiga kali

باليقين

dengan yakin

وابدأ بيمناك

dan mulailah dengan anggota kananmu

سوى الأذنين

kecuali kedua telinga

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

واسْتَكمِلِ الثلاثَ باليقينِ

Buka penggal 2

وابدَأ بيُمنَاكَ سِوَى الأُذْنَيْنِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 131 — Tiga kali dan mendahulukan anggota kananNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan