Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 132
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah dan adab wudu · Bait 132 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
واستصحب النية
dan sertakan niat
من بدء إلى آخره
dari awal sampai akhirnya
ودلك عضو
dan menggosok anggota
والولا
dan berkesinambungan
Terjemahan bait 132

Sertakan niat dari awal sampai akhir wudu, gosoklah anggota, dan lakukan berkesinambungan.

Syarah · keterangan lengkap

Maksud hati sepanjang pelaksanaan

Istishhab niat di sini ialah menjaga kesadaran maksud ibadah dari awal hingga selesai sebagai penyempurna. Ini berbeda dari keharusan mengucapkan niat terus-menerus. Rukun niat pada awal pembasuhan wajah tetap mempunyai tempatnya; pikiran sesaat beralih tidak otomatis sama dengan sengaja memutus niat atau mengubah perbuatan menjadi aktivitas lain yang tidak terkait.

Dalk membantu pemerataan

Dalk berarti menggosok anggota dengan tangan saat air membasuhnya. Dalam mazhab ini, ia ditempatkan sebagai sunah selama air sudah mencapai seluruh bagian wajib tanpa perlu gosokan. Jika ada sesuatu yang harus dihilangkan agar air sampai, tindakan menghilangkannya diperlukan untuk memenuhi syarat. Jadi hukum sarana dapat berbeda menurut keadaan sebenarnya.

Muwalat dan pengecualian uzur

Wala’ atau muwalat ialah menyambung pembasuhan tanpa jeda panjang yang memisahkan anggota menurut ukuran fikih. Untuk wudu biasa ia disebut penyempurna di sini. Orang dengan hadas berkelanjutan memiliki perincian lebih ketat, sehingga ketentuan umum tidak selalu dipindahkan kepadanya. Pelajar perlu membaca bersama syarat khusus pada bait 126, bukan menyamakan seluruh kondisi.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 44. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

واستصحب النية من بدء إلى آخره

استصحب perintah; النية objek. من بدء وإلى آخره menjelaskan rentang penjagaan; ه mengacu kepada wudu.

ودلك عضو والولا

دلك dan الولا dihubungkan kepada daftar sunah yang berjalan. عضو mudhaf ilaih; الولا adalah bentuk ringkas الولاء yang berarti kesinambungan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

استصحب

Akar
ص ح ب
Pola / bentuk
اِسْتَفْعِلْ

Perintah dari استصحب: menyertakan terus atau menjaga kebersamaan maksud.

دلك

Akar
د ل ك
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar dari دلك, menggosok; bukan sekadar nama pembasuhan.

Hubungan bait

Niat sebagai rukun disebut pada bait 122; di sini dibahas penjagaan dan penyempurnanya. Pemilik hadas berkelanjutan perlu kembali kepada bait 126.

Intisari & faedah
  1. Menjaga niat tidak berarti mengulang lafaz niat tanpa henti.
  2. Menggosok sebagai sunah berbeda dari menghilangkan penghalang yang wajib.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang berwudu dengan tenang, menggosok anggota secara wajar, dan tidak memberi jeda panjang.

Cara memahami

Ia menggabungkan pemerataan dengan penyempurna pelaksanaan.

Batas penerapan

Tidak perlu menggosok keras sampai kulit terluka atau menganggap setiap lintasan pikiran membatalkan niat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Penguat dasar maksud ibadah; rincian menjaga niat dan muwalat dijelaskan dalam fikih wudu.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa beda niat sebagai rukun dengan istishhab niat pada bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Rukun niat mempunyai saat penyertaan yang diwajibkan; istishhab di sini menyempurnakan kesadaran maksud sepanjang pelaksanaan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واستصحب النية

dan sertakan niat

من بدء إلى آخره

dari awal sampai akhirnya

ودلك عضو

dan menggosok anggota

والولا

dan berkesinambungan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

واستَصْحِبِ النِّيَّةَ من بَدْءٍ إلى

Buka penggal 2

آخِرِهِ ودَلْكِ عُضوٍ والوِلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 132 — Menjaga niat, menggosok, dan berkesinambunganNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan