Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah dan adab wudu · Bait 133 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وللوضو مد
- dan untuk wudu satu mudd
- وللتغسيل صاع
- dan untuk mandi satu sha‘
- وطول الغر والتحجيل
- dan memanjangkan ghurrah serta tahjil
Terjemahan bait 133
Untuk wudu satu mudd, untuk mandi satu sha‘; dan memanjangkan ghurrah serta tahjil termasuk sunah.
Syarah · keterangan lengkap
Ukuran yang mengajarkan kecukupan
Mudd dan sha‘ ialah satuan takaran tradisional; satu sha‘ setara empat mudd. Pengarang mengaitkan wudu dengan mudd dan mandi dengan sha‘ berdasarkan contoh hemat air. Ini bukan batas sah yang membuat wudu kurang dari mudd otomatis gagal atau mandi yang memakai sedikit tambahan otomatis batal. Ukuran tubuh, keadaan air, dan tercapainya pemerataan tetap diperhatikan.
Tidak mengarang konversi pasti
Konversi takaran klasik ke liter memiliki perbedaan penetapan, sehingga aplikasi tidak memaksakan satu angka sebagai satu-satunya maksud bait. Pelajaran utamanya ialah menggunakan air secukupnya sampai bagian wajib terbasuh dengan benar. Hemat tidak berarti meninggalkan bagian kering; banyak air tidak otomatis membuat ibadah lebih sempurna.
Ghurrah dan tahjil sebagai perluasan
Ghurrah berkaitan dengan batas wajah dan tahjil dengan tangan serta kaki dalam pembahasan perluasan basuhan yang disebut sunah. Sedikit melewati batas membantu memastikan bagian wajib tercakup; perluasan sebagai penyempurna mempunyai uraian tersendiri. Pengarang tidak memerintahkan pemborosan atau mengganti wudu dengan mandi seluruh tubuh setiap kali salat. Perincian ini memiliki diskusi dalil dalam kitab-kitab fikih.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 44. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وللوضو مد وللتغسيل صاع
للْوضو khabar didahulukan dan مد mubtada; susunan yang sama berlaku pada للتغسيل صاع. وضو adalah ejaan ringkas وضوء dalam nazam.
وطول الغر والتحجيل
طول dihubungkan kepada daftar sunah. الغر dan التحجيل menjadi pelengkap idhafah yang menjelaskan bagian perluasan basuhan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Sesudah cara membasuh pada bait 130–132, dibahas kecukupan air. Larangan berlebihan ditegaskan pada bait 139.
Intisari & faedah
- Kecukupan air ditentukan bersama pemerataan, bukan jumlah liter yang diada-adakan.
- Memperluas basuhan sebagai sunah tidak mengajarkan pemborosan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar menampung air secukupnya dan memastikan semua anggota terbasuh.
Cara memahami
Ia belajar mengurangi air yang terbuang tanpa meninggalkan bagian wajib.
Batas penerapan
Tidak mengubah takaran tradisional menjadi batas sah yang kaku tanpa penjelasan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 201
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَغْسِلُ ـ أَوْ كَانَ يَغْتَسِلُ ـ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ، وَيَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ
Inti makna
Nabi mandi menggunakan satu sha‘ hingga lima mudd dan berwudu dengan satu mudd. Ini teladan kecukupan air, bukan alasan meninggalkan pemerataan.
Kaitan dengan bait
Riwayat menyebut wudu dengan satu mudd dan mandi dengan sha‘ hingga lima mudd; menjadi contoh penggunaan air yang hemat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah satu mudd merupakan batas minimum sah yang disebut bait ini?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Bait mengajarkan takaran dalam contoh kesunahan; syarat sah tetap menuntut air cukup dan merata pada bagian wajib.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وللوضو مد
dan untuk wudu satu mudd
وللتغسيل صاع
dan untuk mandi satu sha‘
وطول الغر والتحجيل
dan memanjangkan ghurrah serta tahjil
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وللوُضُو مُدٌّ وللتَّغسيلِ
Buka penggal 2
صاعٌ وطُولُ الغُرِّ والتَّحجِيلِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 133 — Hemat air dan memperluas basuhanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.