Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 134
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah dan adab wudu · Bait 134 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ثم الوضوء سنة
kemudian wudu disunahkan
للجنب
bagi orang junub
لنومه
untuk tidurnya
أو إن يطا
atau ketika hendak berhubungan
أو يشرب
atau minum
Terjemahan bait 134

Kemudian wudu disunahkan bagi orang junub untuk tidur, ketika hendak berhubungan kembali, atau minum.

Syarah · keterangan lengkap

Wudu tidak selalu bertujuan langsung salat

Bait menunjukkan adanya wudu yang disunahkan dalam keadaan janabah sebelum aktivitas tertentu. Ini membantu membedakan fungsi menyempurnakan keadaan bersih dari fungsi memenuhi seluruh syarat salat. Orang junub masih memiliki kewajiban mandi ketika akan melakukan ibadah yang mensyaratkan suci dari hadas besar; wudu pada bait ini tidak menggantikannya.

Memahami konteks tanpa rasa malu berlebihan

Junub adalah istilah keadaan hukum, bukan sebutan bahwa tubuh orang itu selalu najis atau bahwa ia tidak boleh berinteraksi biasa. Pembicaraan tidur, minum, dan hubungan suami-istri disampaikan seperlunya sebagai pendidikan bersuci. Syarah juga membahas aktivitas terkait yang tidak disebut panjang dalam satu bait, termasuk makan pada riwayat yang relevan.

Sunah tidak membenarkan menunda kewajiban

Mengambil wudu sebelum tidur tidak boleh dijadikan alasan melewatkan salat ketika waktunya tiba dan mandi mampu dilakukan. Sebaliknya, tidak berwudu sebelum tidur tidak berarti semua benda yang disentuhnya menjadi najis. Pelajar memisahkan adab, status hadas, kebersihan zat, dan waktu kewajiban agar tidak menarik kesimpulan yang berlebihan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 44. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ثم الوضوء سنة للجنب

الوضوء mubtada, سنة khabar, dan للجنب menjelaskan orang yang dikenai kesunahan dalam konteks ini.

لنومه أو إن يطا أو يشرب

لنومه menyatakan tujuan. إن يطأ dan يشرب memperinci keadaan yang dipahami sebagai hendak melakukan aktivitas tersebut; ejaan يطا meringankan hamzah dalam salinan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الجنب

Akar
ج ن ب
Pola / bentuk
فُعُل

Sifat/istilah keadaan janabah; dapat dipakai menurut konteks untuk orang yang berada dalam keadaan itu.

يشرب

Akar
ش ر ب
Pola / bentuk
يَفْعَلُ

Mudhari‘ dari شرب, minum.

Hubungan bait

Setelah cara wudu, pengarang menyebut keadaan yang disunahkan berwudu. Perbedaan hadas kecil dan besar kembali dijelaskan pada sebab mandi di bait 160.

Intisari & faedah
  1. Wudu untuk orang junub tidak menggantikan mandi wajib.
  2. Hadas bukan berarti seluruh tubuh dan benda sentuhannya otomatis najis.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang junub hendak tidur sebelum melakukan mandi pada waktu yang memungkinkan.

Cara memahami

Ia mengenali kesunahan wudu sebelum tidur.

Batas penerapan

Mandi yang diperlukan untuk salat tetap dilakukan tanpa melewatkan kewajiban waktunya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 287

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ

Inti makna

Nabi membolehkan tidur dalam keadaan junub setelah berwudu. Wudu tersebut tidak menggantikan mandi ketika diperlukan untuk salat.

Kaitan dengan bait

Riwayat secara langsung menyebut wudu sebelum tidur dalam keadaan junub.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah wudu pada bait ini membuat orang junub boleh salat tanpa mandi?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Wudu tersebut merupakan kesunahan dan tidak mengangkat janabah sebagai pengganti mandi wajib.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ثم الوضوء سنة

kemudian wudu disunahkan

للجنب

bagi orang junub

لنومه

untuk tidurnya

أو إن يطا

atau ketika hendak berhubungan

أو يشرب

atau minum

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ثم الوُضوءُ سُنَّةٌ للجُنُبِ

Buka penggal 2

لنَومِهِ أو إِنْ يَطَا أو يَشرَبِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 134 — Wudu bagi orang yang sedang junubNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan