Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah dan adab wudu · Bait 136 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وركعتان للوضوء
- dan dua rakaat karena wudu
- والدعا من بعده
- dan doa setelahnya
- في أي وقت وقعا
- pada waktu mana pun keduanya dilakukan
Terjemahan bait 136
Dua rakaat karena wudu dan doa sesudahnya disunahkan, pada waktu mana pun keduanya dilakukan sesuai ketentuannya.
Syarah · keterangan lengkap
Salat yang mempunyai sebab
Dua rakaat yang dikaitkan dengan wudu merupakan salat sunah yang memiliki sebab sebelumnya. Dalam mazhab yang dibahas, hal ini berkaitan dengan perincian waktu-waktu yang biasanya membatasi salat sunah tanpa sebab. Ungkapan kapan pun tidak boleh dipakai untuk menghapus seluruh aturan waktu atau mengabaikan keadaan ketika ada kewajiban lain yang lebih dahulu harus dilakukan.
Doa sesudah bersuci
Hadis menyebut keutamaan mengucapkan syahadat sesudah menyempurnakan wudu. Pelajar dapat membaca lafaz dari sumber yang tersedia dan memahami artinya. Doa sesudah wudu berbeda dari membuat bacaan khusus untuk setiap anggota lalu menganggapnya wajib. Meninggalkan doa tidak menjadikan pembasuhan dan niat yang telah memenuhi rukun menjadi tidak sah.
Penyempurna yang tetap proporsional
Dua rakaat dikerjakan sebagai ibadah, bukan sebagai pembayaran yang harus selalu mengiringi wudu agar wudunya diterima secara hukum. Jika ada kesibukan atau kewajiban yang perlu ditunaikan, bedakan kehilangan kesunahan dari meninggalkan kewajiban. Makna latihan ini ialah menyambungkan kebersihan lahir dengan perhatian hati, tanpa menambah syarat sah yang tidak dinyatakan kitab.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 44. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وركعتان للوضوء والدعا من بعده
ركعتان dihubungkan kepada daftar sunah dan bertanda alif karena mutsanna. الدعاء menyambung daftar; من بعده mengacu kepada waktu sesudah wudu.
في أي وقت وقعا
في أي وقت jar-majrur dengan idhafah; وقعا fi‘il dan alif menunjuk dua hal yang disebut. Makna waktu dibaca dalam kerangka perincian salat dan doa.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Tajdid pada bait 135 dilanjutkan ibadah setelah wudu. Sesudahnya pengarang beralih kepada adab tempat dan sikap pada bait 137.
Intisari & faedah
- Dua rakaat sesudah wudu adalah penyempurna, bukan syarat sah wudu.
- Salat yang memiliki sebab mempunyai perincian waktu berbeda dari sunah tanpa sebab.
Contoh penerapan
Keadaan
Seorang pelajar tidak sempat membaca doa sesudah wudu.
Cara memahami
Ia tetap membedakan keabsahan wudunya dari kesunahan yang terlewat.
Batas penerapan
Tidak mengulang wudu yang sudah sah hanya karena doa terlewat.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1149
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber. Petikan berupa jawaban Bilal kepada Nabi, bukan lafaz sabda Nabi.
Baca petikan Arab
أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ
Inti makna
Bilal menjelaskan kepada Nabi kebiasaannya salat sesudah bersuci pada siang atau malam. Petikan ini adalah jawaban Bilal dalam riwayat.
Kaitan dengan bait
Riwayat Bilal menguatkan salat setelah bersuci pada waktu siang atau malam dalam konteks ibadahnya.
Buka sumber lengkap ↗Shahih Muslim 234a
Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
Inti makna
Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba Allah serta utusan-Nya. Riwayat lengkap menyebut keutamaan syahadat ini sesudah menyempurnakan wudu.
Kaitan dengan bait
Riwayat memuat syahadat sesudah menyempurnakan wudu dan keutamaannya.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah tidak salat dua rakaat setelah wudu membuat wudunya tidak sah?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Dua rakaat merupakan ibadah sunah yang terkait wudu, bukan rukun atau syarat sah wudu.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وركعتان للوضوء
dan dua rakaat karena wudu
والدعا من بعده
dan doa setelahnya
في أي وقت وقعا
pada waktu mana pun keduanya dilakukan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وركعتان للوضوءِ والدُّعَا
Buka penggal 2
مِنْ بَعدِهِ في أيِّ وقتٍ وَقَعَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 136 — Dua rakaat dan doa setelah wuduNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.