Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah dan adab wudu · Bait 137 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- آدابه
- adab-adabnya
- استقبال قبلة
- menghadap kiblat
- كما يجلس
- demikian pula duduk
- حيث لم ينله رش ما
- di tempat yang tidak terkena percikan air
Terjemahan bait 137
Adabnya ialah menghadap kiblat, serta duduk di tempat yang tidak terkena percikan air.
Syarah · keterangan lengkap
Adab mengatur pelaksanaan yang nyaman
Sesudah rukun, syarat, dan sunah, pengarang menyebut adab. Menghadap kiblat saat wudu dipandang sebagai penghormatan dalam pembahasan ini. Ia tidak menjadi syarat sah yang mengharuskan semua keran atau tempat wudu dibangun menghadap arah tertentu. Orang yang berwudu dengan arah lain tidak otomatis perlu mengulangi wudunya.
Memilih tempat yang terjaga
Tempat yang baik menghindarkan pakaian atau tubuh dari percikan yang mengganggu, terutama bila berasal dari lantai atau tempat yang tercemar. Syarah menyebut posisi yang menjaga pembaca dari percikan balik. Pada fasilitas modern, tujuan ini dapat dipahami melalui tempat yang bersih, aliran pembuangan baik, dan cara menggunakan air yang tidak menyebar ke pengguna lain.
Percikan tidak otomatis najis
Air yang memercik dari anggota wudu tidak serta-merta dihukumi najis. Periksa sumber serta keadaan yang diketahui, lalu bedakan air musta‘mal dari air yang benar-benar tercemar najis. Adab menghindari percikan bukan perintah mencurigai setiap tetes. Jika tidak ada alasan nyata, pakaian yang asalnya suci tetap diperlakukan sesuai kaidah kepastian yang telah dipelajari.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 45. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
آدابه استقبال قبلة
آدابُه mubtada dan استقبالُ khabar pertama dalam daftar; قبلة mudhaf ilaih bagi masdar استقبال.
كما يجلس حيث لم ينله رش ما
يجلس menunjukkan posisi duduk; حيث menerangkan tempat. ينل fi‘il majzum setelah لم, ه objek, dan رشُّ fa‘il; ما ialah ماء dalam ejaan ringkas.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Doa dan salat pada bait 136 diikuti adab pelaksanaan. Hukum percikan berkaitan dengan air bekas dan najis pada bait 87 serta 99.
Intisari & faedah
- Menghadap kiblat saat wudu bukan syarat sahnya.
- Menghindari percikan tidak berarti semua percikan dihukumi najis.
Contoh penerapan
Keadaan
Keran tempat wudu tidak menghadap kiblat.
Cara memahami
Pembaca tetap melaksanakan wudu dengan menjaga kebersihan tempat dan pemerataan air.
Batas penerapan
Tidak perlu mengulangi wudu hanya karena arah kerannya berbeda.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Maaida 5:6
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Inti makna
Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.
Kaitan dengan bait
Dasar umum bersuci; rincian adab arah dan tempat dijelaskan dalam syarah, bukan syarat tambahan yang tersurat pada ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah setiap percikan ketika wudu otomatis menajiskan pakaian?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Statusnya bergantung pada asal dan keadaan air, bukan karena disebut percikan saja.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
آدابه
adab-adabnya
استقبال قبلة
menghadap kiblat
كما يجلس
demikian pula duduk
حيث لم ينله رش ما
di tempat yang tidak terkena percikan air
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
آدابُهُ استقبالُ قِبلَةٍ كَمَا
Buka penggal 2
يَجلسُ حيث لم يَنَلْهُ رَشُّ مَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 137 — Menghadap kiblat dan memilih tempat bersuciNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.