Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 139
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah dan adab wudu · Bait 139 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
مكروهه
yang dimakruhkan dalamnya
في الماء حيث أسرفا
dalam air ketika berlebihan
ولو من البحر الكبير
meskipun dari laut yang besar
اغترفا
mengambil air
Terjemahan bait 139

Yang dimakruhkan ialah berlebihan memakai air, meskipun mengambilnya dari laut yang besar.

Syarah · keterangan lengkap

Ketersediaan tidak menghapus adab

Pengarang memberi contoh laut besar untuk menunjukkan bahwa banyaknya sumber air bukan alasan menggunakan secara berlebihan. Israf dinilai terhadap kebutuhan bersuci dan keadaan pemakaian, bukan semata apakah persediaan akan segera habis. Pelajar dilatih melihat cara penggunaan, sehingga kebersihan tidak diasosiasikan dengan membuang air sebanyak mungkin.

Hemat tetap memenuhi pembasuhan

Mengurangi air sampai anggota wajib tidak terbasuh bukan tujuan bait. Penghematan berjalan bersama pemerataan yang benar: aliran secukupnya, perhatian kepada sela, dan berhenti ketika keperluan telah tercapai. Bait 133 telah memberi contoh takaran yang hemat; keduanya perlu dibaca bersama, bukan mempertentangkan hemat dengan bersuci yang sempurna.

Hak orang lain dapat mengubah tingkat masalah

Air bersama, air wakaf, atau fasilitas yang dibatasi untuk keperluan tertentu melibatkan hak pihak lain. Pemakaian yang melanggar hak tersebut dapat mempunyai hukum lebih berat daripada kemakruhan umum yang dibahas bait. Maka jangan memakai kata makruh untuk meremehkan pemborosan air milik bersama atau mengganggu orang yang menunggu giliran.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 45. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

مكروهه في الماء حيث أسرفا

مكروهُه membuka jenis perbuatan yang dimakruhkan. في الماء melengkapi konteks, وحيث أسرف menerangkan keadaan berlebihan; alif pada أسرفا adalah rima.

ولو من البحر الكبير اغترفا

ولو mencakup keadaan air melimpah. من البحر jar-majrur dan الكبير sifat; اغترف fi‘il yang berarti mengambil air, dengan alif rima di akhir.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أسرفا

Akar
س ر ف
Pola / bentuk
أَفْعَلَ + alif rima

Fi‘il madhi dari أسرف, melampaui kebutuhan yang wajar.

اغترفا

Akar
غ ر ف
Pola / bentuk
اِفْتَعَلَ + alif rima

Fi‘il madhi dari اغترف, mengambil air dengan cedukan atau cara sejenis.

Hubungan bait

Takaran hemat pada bait 133 ditegaskan dengan larangan berlebihan. Bait 140 menambah contoh kemakruhan dalam pelaksanaan wudu.

Intisari & faedah
  1. Air berlimpah tidak menghapus adab menggunakan secukupnya.
  2. Pelanggaran hak air bersama dapat lebih berat daripada kemakruhan umum.
Contoh penerapan

Keadaan

Keran tetap terbuka deras ketika pelajar berhenti membasuh untuk berbicara.

Cara memahami

Ia mengurangi aliran atau menutupnya saat tidak digunakan.

Batas penerapan

Hemat tidak berarti membiarkan anggota wajib tetap kering.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-A‘raf 7:31

Teks lengkap ayat. Inti makna Indonesia adalah ringkasan penyusun; rincian penerapan dibaca pada kaitan dengan bait.

Baca teks ayat

۞ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Inti makna

Allah memerintahkan pakaian yang layak dalam ibadah, membolehkan makan dan minum, serta melarang berlebihan; Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

Kaitan dengan bait

Larangan berlebihan menjadi penguat umum; batas penggunaan air wudu diperinci oleh fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa matan menyebut laut yang besar?

Lihat pembahasan jawaban

Untuk menunjukkan bahwa banyaknya sumber air tidak membenarkan pemakaian berlebihan tanpa kebutuhan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

مكروهه

yang dimakruhkan dalamnya

في الماء حيث أسرفا

dalam air ketika berlebihan

ولو من البحر الكبير

meskipun dari laut yang besar

اغترفا

mengambil air

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مكروهُهُ في الماءِ حيثُ أسْرَفَا

Buka penggal 2

ولَو مِنَ البحرِ الكبيرِ اغتَرَفَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 139 — Tidak boros air meskipun berlimpahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan