Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah dan adab wudu · Bait 140 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- أو قدم اليسرى
- atau mendahulukan yang kiri
- على اليمين
- atas yang kanan
- أو جاوز الثلاث
- atau melampaui tiga kali
- باليقين
- dengan yakin
Terjemahan bait 140
Atau mendahulukan kiri atas kanan, atau melampaui tiga kali dengan yakin, termasuk yang dimakruhkan.
Syarah · keterangan lengkap
Menyelesaikan daftar kemakruhan
Bait menyambung makruh pada bait 139. Mendahulukan sisi kiri atas kanan pada anggota yang semestinya didahului kanan dinilai kehilangan adab dan masuk kemakruhan yang disebut. Ini tetap dibedakan dari tertib antaranggota yang merupakan rukun: tangan sebelum wajah bukan kasus yang sama dengan tangan kiri sebelum kanan.
Melebihi tiga dengan sengaja dan diketahui
Pengarang menambahkan bil-yaqin agar pembaca memperhatikan hitungan yang diketahui. Pengulangan keempat setelah tiga pembasuhan yang sudah lengkap tidak menjadi penyempurna tambahan. Jika bagian wajib belum terkena air, membasuh bagian itu bukan tindakan mubazir yang dilarang atas nama angka tiga. Tujuan pembasuhan tetap harus tercapai.
Menghentikan lingkaran keraguan
Bagi pelajar yang mudah mengulang, pahami bahwa ibadah memiliki batas pelaksanaan yang jelas. Ketelitian bukan berarti selalu menambah karena rasa belum tenang. Kenali perbedaan antara kekurangan nyata, keraguan hitungan yang sesekali terjadi, dan waswas yang berulang. Kaidah kepastian pada bait 120 membantu menutup keraguan tanpa mengabaikan bukti yang benar-benar ada.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 45. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
أو قدم اليسرى على اليمين
قدّم fi‘il; اليسرى objek dengan tanda diperkirakan pada alif. على اليمين melengkapi perbandingan urutan sisi.
أو جاوز الثلاث باليقين
جاوز fi‘il dengan pelaku tersirat; الثلاث objek. باليقين menjelaskan bahwa kelebihan jumlah itu diketahui, bukan sekadar dugaan yang terus berubah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini menutup sunah dan adab wudu dengan batas pengulangan. Bab berikut beralih kepada keringanan mengusap khuf.
Intisari & faedah
- Kiri-kanan tidak sama dengan urutan rukun antaranggota.
- Tambahan setelah tiga yang lengkap tidak otomatis menambah kesempurnaan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar sudah yakin membasuh tiga kali dan semua bagian wajib terkena air.
Cara memahami
Ia berhenti pada batas itu dan melanjutkan wudu.
Batas penerapan
Jika ada bagian yang jelas belum terbasuh, selesaikan kewajibannya; jangan menyalahgunakan batas tiga.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 159
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثَ مِرَارٍ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Inti makna
Utsman mencontohkan wudu Nabi: membasuh wajah dan tangan hingga siku tiga kali, mengusap kepala, lalu membasuh kaki sampai mata kaki tiga kali. Riwayat lengkap juga memuat persiapan, kumur, dan hidung.
Kaitan dengan bait
Riwayat mencontohkan tiga kali pada pembasuhan yang disebut; batas kemakruhan kelebihan dijelaskan dalam syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa beda melebihi tiga basuhan lengkap dengan membasuh bagian wajib yang masih kering?
Lihat pembahasan jawaban
Yang pertama menambah di luar batas penyempurna; yang kedua menyelesaikan kewajiban yang belum terpenuhi.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
أو قدم اليسرى
atau mendahulukan yang kiri
على اليمين
atas yang kanan
أو جاوز الثلاث
atau melampaui tiga kali
باليقين
dengan yakin
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
أو قَدَّمَ اليُسْرَى على اليمينِ
Buka penggal 2
أو جاوَزَ الثلاثَ باليقينِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 140 — Mendahulukan kiri dan melebihi tiga kaliNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.