Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 141
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mengusap khuf · Bait 141 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
رخص في وضوء
diizinkan sebagai keringanan dalam wudu
كل حاضر
bagi setiap orang yang menetap
يوما وليلة
sehari semalam
وللمسافر
dan bagi musafir
Terjemahan bait 141

Diberikan keringanan dalam wudu bagi setiap orang yang menetap selama sehari semalam; dan bagi musafir—

Syarah · keterangan lengkap

Khuf dalam bab bersuci

Khuf ialah penutup kaki yang memenuhi sifat dan syarat fikih untuk mendapat keringanan mengusapnya sebagai pengganti membasuh kaki dalam wudu. Bab ini bukan izin mengusap semua jenis alas kaki. Sandal terbuka, sepatu yang tidak menutup bagian wajib, dan kaus kaki tipis tidak otomatis mempunyai hukum yang sama hanya karena sama-sama dipakai di kaki.

Keringanan bagi orang menetap

Kata hadir menunjuk orang yang tidak sedang menjalani perjalanan yang memenuhi ketentuan rukhsah terkait. Ia boleh memakai keringanan selama sehari semalam dengan syarat yang dijelaskan pada bait berikutnya. Keringanan ini berlaku untuk bersuci dari hadas kecil. Jika terjadi sebab mandi wajib, hukum mengusap khuf tidak menggantikan kewajiban mandi tersebut.

Jangan memutus kalimat pada akhir bait

Bagian akhir baru menyebut musafir; durasi dan jenis perjalanannya diterangkan pada bait 142. Demikian pula, awal hitungan bukan disimpulkan dari kata sehari semalam saja. Pembaca perlu menyambungkan kedua bait sebelum menerapkan jadwal. Syarah menjelaskan bahwa orang yang memilih membasuh kaki seperti biasa tetap dapat melaksanakan wudu tanpa menggunakan keringanan ini.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 46. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

رخص في وضوء كل حاضر

رُخِّص fi‘il madhi pasif. في وضوء melengkapi ruang keringanan; كل حاضر menjadi susunan idhafah yang menunjuk orang menetap.

يوما وليلة وللمسافر

يوما zharaf waktu, وليلة disambungkan kepadanya. للمسافر membuka rincian yang khabarnya diselesaikan pada bait berikut.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

رخص

Akar
ر خ ص
Pola / bentuk
فُعِّلَ

Bentuk pasif dari رخّص: diberi keringanan atau izin.

المسافر

Akar
س ف ر
Pola / bentuk
مُفَاعِل

Isim fa‘il dari سافر, orang yang bepergian.

Hubungan bait

Sesudah wudu biasa pada bait 122–140, dibahas pengganti pembasuhan kaki. Durasi musafir dan awal hitungan diselesaikan pada bait 142.

Intisari & faedah
  1. Khuf harus memenuhi persyaratan; tidak setiap penutup kaki otomatis mencukupi.
  2. Mengusap khuf merupakan keringanan untuk hadas kecil.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang yang menetap memakai khuf yang memenuhi syarat setelah bersuci lengkap.

Cara memahami

Ia mempelajari batas sehari semalam bersama awal hitungan pada bait berikut.

Batas penerapan

Jangan menghitung durasi hanya dari saat membeli atau mulai mengenakan alas kaki.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 276a

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

جَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ لِلْمُسَافِرِ وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيمِ

Inti makna

Ali meriwayatkan penetapan masa usapan khuf: tiga hari beserta malamnya untuk musafir, sehari semalam untuk orang menetap.

Kaitan dengan bait

Riwayat menyebut sehari semalam bagi orang menetap dan tiga hari beserta malamnya bagi musafir.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa bait 141 perlu dibaca bersama bait 142?

Lihat pembahasan jawaban

Karena keterangan musafir dan awal hitungan durasi belum selesai pada bait 141.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

رخص في وضوء

diizinkan sebagai keringanan dalam wudu

كل حاضر

bagi setiap orang yang menetap

يوما وليلة

sehari semalam

وللمسافر

dan bagi musafir

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

رُخِّصَ في وُضُوءِ كُلِّ حاضِرِ

Buka penggal 2

يوماً وليلة وللمُسَافِرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 141 — Keringanan mengusap khuf bagi orang menetapNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan