Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 142
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mengusap khuf · Bait 142 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
في سفر القصر
dalam perjalanan yang membolehkan qasar
إلى ثلاث
sampai tiga hari
مع لياليها
beserta malam-malamnya
من الإحداث
sejak terjadinya hadas
Terjemahan bait 142

Dalam perjalanan yang membolehkan qasar, sampai tiga hari beserta malam-malamnya, dihitung sejak terjadinya hadas.

Syarah · keterangan lengkap

Tidak semua perjalanan masuk ketentuan

Matan menentukan safar al-qashr, yaitu perjalanan yang memenuhi ketentuan keringanan qasar dalam mazhab yang dibahas. Karena itu, keluar sebentar ke tempat kerja atau berpindah antarlingkungan tidak otomatis membuat durasi berubah menjadi tiga hari. Penentuan status perjalanan memerlukan syaratnya, bukan cukup dengan menyebut diri sedang bepergian.

Kapan jam mulai berjalan

Dalam uraian ini, durasi dihitung dari hadas pertama setelah mengenakan khuf dalam keadaan suci lengkap. Ia bukan dimulai saat khuf dipakai dan bukan otomatis saat pertama mengusap. Misalnya khuf dipakai pukul enam setelah wudu, lalu hadas pertama terjadi pukul sembilan, titik awal perhitungan menurut pembahasan ini ialah pukul sembilan.

Membaca perubahan keadaan

Tiga hari beserta malamnya dipahami sebagai durasi berkesinambungan, bukan tiga kali salat atau tiga hari kalender yang terputus. Perubahan dari musafir menjadi menetap, atau keadaan sebaliknya ketika sedang memakai keringanan, mempunyai perincian lanjutan. Jangan memperpanjang sendiri durasi tanpa memeriksa status yang berlaku. Bait berikut mengajarkan tindakan ketika akhir masa tidak dapat dipastikan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 46. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

في سفر القصر إلى ثلاث

في سفر القصر membatasi musafir pada perjalanan qasar. إلى ثلاث menunjukkan batas waktu; kata hari dipahami dari konteks.

مع لياليها من الإحداث

مع zharaf yang disandarkan kepada لياليها. من الإحداث menunjukkan permulaan hitungan, bukan waktu mulai memakai khuf.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

لياليها

Akar
ل ي ل
Pola / bentuk
Jamak taksir dari لَيْلَة

ليالي berarti malam-malam; ها kembali kepada masa tiga hari.

الإحداث

Akar
ح د ث
Pola / bentuk
إِفْعَال

Masdar dari أحدث, terjadinya hadas yang menjadi titik awal hitungan.

Hubungan bait

Durasi ini menyelesaikan kalimat pada bait 141. Keraguan masa dibahas pada bait 143 dan akibat habis masa pada bait 147.

Intisari & faedah
  1. Durasi musafir terkait perjalanan yang memenuhi ketentuan qasar.
  2. Menurut pembahasan ini, hitungan dimulai dari hadas pertama setelah pemakaian yang sah.
Contoh penerapan

Keadaan

Khuf dipakai pukul 06.00 setelah wudu; hadas pertama terjadi pukul 09.00.

Cara memahami

Pukul 09.00 menjadi titik awal menghitung masa sesuai status menetap atau musafir.

Batas penerapan

Perubahan status perjalanan perlu diperiksa; jangan langsung menambah masa sendiri.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 276a

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

جَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ لِلْمُسَافِرِ وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيمِ

Inti makna

Ali meriwayatkan penetapan masa usapan khuf: tiga hari beserta malamnya untuk musafir, sehari semalam untuk orang menetap.

Kaitan dengan bait

Hadis menjadi dasar perbedaan durasi; rincian awal hitungan diterangkan melalui fikih mazhab.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah durasi dalam bait ini dimulai saat khuf pertama kali dipakai?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Dalam syarah yang diikuti, durasi dimulai dari hadas pertama setelah pemakaian dalam keadaan suci lengkap.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

في سفر القصر

dalam perjalanan yang membolehkan qasar

إلى ثلاث

sampai tiga hari

مع لياليها

beserta malam-malamnya

من الإحداث

sejak terjadinya hadas

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

في سَفَرِ القَصرِ إلى ثلاثِ

Buka penggal 2

مَعَ ليالِيها مِنَ الإِحدَاثِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 142 — Durasi musafir dan awal perhitunganNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan