Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Iman, niat, dan amal · Bait 15 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- بكثرة الصلاة
- dengan memperbanyak salat
- والطاعات
- dan berbagai ketaatan
- وترك
- serta meninggalkan
- ما للنفس من شهوات
- keinginan-keinginan yang dimiliki nafsu
Terjemahan bait 15
Dengan memperbanyak salat serta ketaatan, dan meninggalkan keinginan-keinginan nafsu [yang tercela].
Syarah · keterangan lengkap
Sarana yang menyambung bait sebelumnya
Bait ini menjelaskan cara memperbarui iman dan kejernihan hati. Salat disebut khusus karena kedudukannya penting, lalu diikuti ketaatan secara umum. Ketaatan meliputi ibadah langsung kepada Allah dan pemenuhan hak sesama, seperti amanah, berbakti, serta berlaku adil. Banyaknya ibadah tidak boleh dipisahkan dari ketepatan cara dan pemenuhan kewajiban yang lebih utama.
Urutan prioritas
Memperbanyak salat berarti menjaga salat wajib terlebih dahulu, kemudian menambah salat sunah sesuai kemampuan. Seseorang tidak seharusnya mengejar ibadah sunah sambil mengabaikan tanggung jawab wajib atau hak orang lain. Pengamalan yang konsisten dan benar lebih mendidik daripada semangat sesaat yang menyebabkan kewajiban terbengkalai.
Keinginan mana yang ditinggalkan?
Syahwat secara bahasa adalah keinginan. Tidak semua keinginan manusia tercela: makan, beristirahat, dan berkeluarga memiliki tempat yang halal. Yang perlu ditinggalkan adalah keinginan yang menyeret pada pelanggaran atau penguasaan diri oleh nafsu sehingga melalaikan kewajiban. Misalnya, beristirahat secukupnya dapat membantu ketaatan, sedangkan sengaja begadang untuk hiburan sampai meninggalkan salat harus diperbaiki. Pengendalian diri bertujuan menata kebutuhan menurut tuntunan, bukan menyiksa tubuh atau mengharamkan segala kenikmatan yang dibolehkan Allah.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 9. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
بكثرة الصلاة والطاعات
بكثرة menyambung cara menjalankan perintah pada bait 14. كثرةِ majrur dan mudhaf; الصلاةِ mudhaf ilaih, sedangkan الطاعات mengikuti jar الصلاة melalui ‘athaf.
وترك ما للنفس من شهوات
تركِ dihubungkan kepada كثرة sehingga majrur. ما sebagai isim maushul adalah mudhaf ilaih; للنفس menjadi bagian shilah, dan من شهوات menjelaskan jenis keinginan yang dimaksud.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Huruf ب di awal menjawab cara pelaksanaan bait 14. Bait 16 menerangkan mengapa mengikuti dorongan tercela dan dosa merusak hati.
Intisari & faedah
- Ketaatan mencakup salat dan amal baik lain.
- Yang ditinggalkan adalah dorongan nafsu yang tercela, bukan semua kebutuhan manusia yang halal.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang meninggalkan tidur yang diperlukan karena mengira semua keinginan diri wajib dilawan.
Cara memahami
Ia menata istirahat agar mampu beribadah sambil menahan dorongan yang melanggar tuntunan.
Batas penerapan
Makan, tidur, dan kebutuhan halal tidak otomatis tercela.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Ar-Ra'd 13:28
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Inti makna
Orang beriman memperoleh ketenteraman hati melalui mengingat Allah.
Kaitan dengan bait
Penguat bahwa mengingat Allah berkaitan dengan ketenteraman hati; rincian amal pada bait diterangkan dalam syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa بكثرة tidak sebaiknya dipahami sebagai awal kalimat yang terputus?
Lihat pembahasan jawaban
Karena menjelaskan cara menjalankan perintah bertambah iman dan memperbarui hati pada bait 14.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
بكثرة الصلاة
dengan memperbanyak salat
والطاعات
dan berbagai ketaatan
وترك
serta meninggalkan
ما للنفس من شهوات
keinginan-keinginan yang dimiliki nafsu
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
بكَثْرة الصلاةِ والطاعاتِ
Buka penggal 2
وتَرْكِ ما للنَّفس من شَهْوَات
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 15 — Memperbanyak ketaatan dan mengendalikan keinginanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.