Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 150
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Istinja dan adab buang hajat · Bait 150 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ولو بأطراف ثلاثة حصل
sekalipun diperoleh dengan tiga sisi
بكل مسحة
dengan setiap usapan
لسائر المحل
untuk seluruh tempat yang dibersihkan
Terjemahan bait 150

Sekalipun dengan tiga sisi diperoleh, dengan setiap usapan mencakup seluruh tempat yang dibersihkan.

Syarah · keterangan lengkap

Yang dinilai bukan hanya jumlah benda

Tiga batu pada bait sebelumnya dapat digantikan oleh tiga sisi berbeda pada satu benda yang sesuai syarat. Tiap sisi harus dapat membersihkan dan belum dipakai sehingga tidak sekadar memindahkan kotoran kembali. Ini menunjukkan bahwa fungsi permukaan pembersih lebih menentukan daripada menghitung berapa benda yang dipegang.

Mencakup tempat yang perlu dibersihkan

Pengarang menerangkan pengusapan yang mencakup tempat kotoran dalam cara yang dipaparkan. Jangan mempersempit tiga usapan menjadi tiga sentuhan kecil pada tempat yang berbeda sehingga sebagian kotoran tidak benar-benar dibersihkan. Ukuran akhirnya tetap pembersihan yang diakui, disertai jumlah minimal dan syarat keadaan keluaran pada bait 151.

Memahami alat modern

Tisu kering dapat dibahas sebagai pengganti batu apabila memenuhi sifat pembersih yang suci dan ketentuan lain, termasuk penggunaan bagian bersih. Lipatan atau lembar baru tidak boleh dihitung secara formal jika tidak menghasilkan permukaan efektif. Tisu basah mempunyai keadaan berbeda karena adanya cairan, sehingga jangan menyamakan semua produk dengan keringanan alat kering tanpa memeriksa sifatnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 48. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ولو بأطراف ثلاثة حصل

ولو memasukkan kemungkinan satu benda bersisi banyak. بأطراف jar-majrur, ثلاثة sifat; حصل menjelaskan tercapainya pengusapan yang dituntut.

بكل مسحة لسائر المحل

بكل مسحة menyatakan setiap usapan. لسائر المحل menerangkan cakupannya pada seluruh tempat yang harus dibersihkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أطراف

Akar
ط ر ف
Pola / bentuk
أَفْعَال

Jamak taksir dari طرف, sisi atau ujung.

مسحة

Akar
م س ح
Pola / bentuk
فَعْلَة

Isim marrah: satu kali pengusapan.

Hubungan bait

Bait ini menjelaskan jumlah alat pada bait 149. Syarat keadaan najis menyusul pada bait 151, sedangkan sifat bahan dirangkum pada bait 159.

Intisari & faedah
  1. Tiga sisi bersih yang memenuhi syarat dapat menggantikan tiga benda terpisah.
  2. Jumlah sentuhan saja tidak menggantikan pembersihan yang efektif.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar memakai beberapa bagian tisu kering yang bersih sesuai ketentuan pengusap.

Cara memahami

Ia memperhatikan permukaan yang efektif dan tercapainya pembersihan, bukan hanya jumlah lipatan.

Batas penerapan

Tidak memakai kembali sisi kotor atau menyamakan semua tisu basah dengan alat kering.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 262a

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ

Inti makna

Salman meriwayatkan larangan menghadap kiblat saat buang hajat, menggunakan tangan kanan untuk istinja, mencukupkan kurang dari tiga batu, serta memakai kotoran hewan atau tulang. Pengecualian dan rincian penerapannya dibahas melalui fikih.

Kaitan dengan bait

Hadis memberi dasar jumlah minimal dan alat yang dilarang; penggunaan tiga sisi merupakan penjelasan fikih atas fungsi alat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah harus selalu ada tiga benda yang terpisah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Tiga sisi bersih pada satu benda dapat mencukupi bila seluruh syarat pengusapan terpenuhi.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ولو بأطراف ثلاثة حصل

sekalipun diperoleh dengan tiga sisi

بكل مسحة

dengan setiap usapan

لسائر المحل

untuk seluruh tempat yang dibersihkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ولَو بأطرافٍ ثلاثةٍ حَصَلْ

Buka penggal 2

بكُلِّ مَسْحَةٍ لسائِرِ المَحَلْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 150 — Tiga sisi bersih dan cakupan setiap usapanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan