Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 153
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Istinja dan adab buang hajat · Bait 153 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ولا بماء راكد
dan tidak di air tergenang
ولا مهب
dan tidak di tempat tiupan angin
وتحت مثمر
dan di bawah pohon berbuah
وثقب وسرب
dan lubang serta celah
Terjemahan bait 153

Dan tidak di air tergenang, tidak di tempat tiupan angin, tidak di bawah pohon berbuah, lubang, atau celah.

Syarah · keterangan lengkap

Tempat yang menimbulkan gangguan

Daftar ini menjelaskan tempat buang hajat yang perlu dihindari. Air tergenang dapat tercemar dan mengganggu pemanfaatannya. Arah angin dapat menyebabkan percikan kembali kepada tubuh atau menyebar. Penekanan adab tempat membantu pelajar melihat bahwa bersuci tidak hanya menyangkut dirinya, tetapi juga lingkungan dan orang yang memakai sumber yang sama.

Buah dan lubang mempunyai kepentingan

Di bawah pohon yang dimanfaatkan buahnya, kotoran dapat mencemari hasil yang akan diambil. Lubang dan celah dapat menjadi tempat hidup makhluk atau menimbulkan gangguan lain. Karena itu, tempat yang tampak sepi tidak otomatis layak dijadikan tempat buang hajat. Pilihan tempat perlu mempertimbangkan manfaat yang sedang atau akan dipakai.

Tidak menyamakan semua tingkat hukum

Dalam syarah terdapat perincian kemakruhan, sementara pencemaran yang melanggar hak, membahayakan, atau merusak sesuatu yang dihormati dapat lebih berat. Pembaca tidak boleh memakai daftar makruh untuk membenarkan merusak sumber air bersama. Fasilitas yang layak dan pembuangan yang benar memenuhi tujuan kebersihan sekaligus mengurangi gangguan yang disebut bait.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 48. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ولا بماء راكد ولا مهب

Susunan ini melanjutkan larangan/adab buang hajat yang dipahami dari bab. راكد sifat bagi ماء; مهب menunjuk lokasi atau arah bertiupnya angin.

وتحت مثمر وثقب وسرب

تحت zharaf; مثمر mudhaf ilaih dengan pohon dipahami dari konteks. ثقب وسرب menambah daftar tempat yang dihindari.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

راكد

Akar
ر ك د
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari ركد, diam atau tidak mengalir.

مثمر

Akar
ث م ر
Pola / bentuk
مُفْعِل

Isim fa‘il dari أثمر, menghasilkan buah.

Hubungan bait

Arah kiblat pada bait 152 diikuti pemilihan tempat. Perlindungan jalur dan tempat berkumpul diteruskan pada bait 154.

Intisari & faedah
  1. Pemilihan tempat harus memperhatikan air, hasil tanaman, dan makhluk lain.
  2. Pelanggaran hak atau bahaya nyata tidak diremehkan dengan menyebutnya hanya makruh.
Contoh penerapan

Keadaan

Dalam perjalanan terdapat sumber air yang dipakai penduduk dan kebun buah di dekatnya.

Cara memahami

Pembaca mencari fasilitas buang hajat yang layak dan tidak mencemari tempat tersebut.

Batas penerapan

Tidak menganggap lokasi sepi berarti bebas dari hak serta kebutuhan orang lain.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 269

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ

Inti makna

Nabi memperingatkan perbuatan buang hajat di jalan orang atau tempat berteduh yang mereka gunakan.

Kaitan dengan bait

Larangan mengganggu tempat yang dimanfaatkan orang menjadi penguat tema; rincian air dan pohon dibahas tersendiri dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa kesamaan air tergenang, pohon berbuah, dan lubang dalam pembahasan ini?

Lihat pembahasan jawaban

Pemilihannya sebagai tempat buang hajat dapat mencemari manfaat atau mengganggu orang dan makhluk lain.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ولا بماء راكد

dan tidak di air tergenang

ولا مهب

dan tidak di tempat tiupan angin

وتحت مثمر

dan di bawah pohon berbuah

وثقب وسرب

dan lubang serta celah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ولا بماءٍ راكِدٍ ولا مَهَبْ

Buka penggal 2

وتَحتَ مُثمِرٍ وثَقبٍ وسَرَبْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 153 — Menjaga air, pohon, dan tempat hidup makhlukNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan