Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 154
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Istinja dan adab buang hajat · Bait 154 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والظل والطريق
dan tempat berteduh serta jalan
وليبعد
dan hendaklah menjauh
ولا يحمل ذكر الله
dan tidak membawa tulisan nama Allah
أو من أرسلا
atau orang yang diutus-Nya
Terjemahan bait 154

Juga tempat berteduh dan jalan; hendaklah menjauh, serta tidak membawa tulisan nama Allah atau orang yang diutus-Nya.

Syarah · keterangan lengkap

Tempat umum mempunyai hak

Tempat berteduh yang dipakai orang dan jalan tidak dijadikan tempat buang hajat. Maknanya terkait manfaat bersama: orang lewat, beristirahat, atau berkumpul akan terganggu oleh kotoran. Hadis tentang jalan dan naungan secara langsung menguatkan perhatian ini. Tempat berkumpul yang hangat pada musim dingin dapat mempunyai alasan perlindungan yang sepadan dalam syarah.

Menjauh untuk menjaga privasi

Anjuran menjauh terutama dibahas ketika tidak memakai toilet yang sudah tertutup. Tujuannya menjaga pandangan, suara, bau, dan kenyamanan orang lain. Menjauh bukan berarti pergi ke lokasi berbahaya atau melanggar hak tanah orang. Pada fasilitas modern, penutup yang baik serta tata kelola kebersihan menjalankan tujuan perlindungan tersebut.

Menghormati tulisan nama yang dimuliakan

Syarah memahami zikir dalam bagian ini sebagai tulisan yang memuat nama Allah, nama utusan-Nya, dan hal yang dimuliakan. Adabnya tidak membawanya terbuka ke tempat buang hajat tanpa kebutuhan. Ini bukan larangan mengingat Allah dalam hati. Keadaan benda yang tertutup, kebutuhan menjaganya, dan bentuk tulisan perlu diperhatikan; bait berikut menerangkan ketika terlanjur membawanya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 49. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والظل والطريق وليبعد

الظل والطريق menyambung daftar tempat sebelumnya. لِيبعد memakai lam perintah, dengan pelaku orang yang hendak buang hajat.

ولا يحمل ذكر الله أو من أرسلا

يحمل fi‘il dengan ذكر الله sebagai objek. من ism maushul yang menunjuk utusan-Nya; أرسل dengan alif rima, objek/kaitan dipahami dari konteks.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يحمل

Akar
ح م ل
Pola / bentuk
يَفْعِلُ

Mudhari‘ dari حمل: membawa.

أرسلا

Akar
ر س ل
Pola / bentuk
أَفْعَلَ + alif rima

Fi‘il madhi dari أرسل, mengutus; alif akhir untuk irama nazam.

Hubungan bait

Daftar tempat pada bait 153 dilengkapi hak pengguna jalan. Adab benda bertulisan mulia berlanjut pada bait 155.

Intisari & faedah
  1. Jalan dan tempat istirahat bersama harus dijaga dari kotoran.
  2. Adab tulisan mulia berbeda dari mengingat Allah dalam hati.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang membawa kartu yang memuat tulisan nama Allah saat hendak masuk toilet.

Cara memahami

Ia menjaga tulisan tersebut sesuai adab dan keadaan bendanya.

Batas penerapan

Jangan meninggalkan barang di tempat yang nyata berisiko hilang hanya karena membaca bait tanpa perincian.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 269

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ

Inti makna

Nabi memperingatkan perbuatan buang hajat di jalan orang atau tempat berteduh yang mereka gunakan.

Kaitan dengan bait

Hadis secara khusus memperingatkan buang hajat di jalan orang dan tempat berteduh mereka.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa tujuan menjauh dalam konteks buang hajat di tempat terbuka?

Lihat pembahasan jawaban

Menjaga privasi dan menghindarkan orang lain dari pandangan, suara, bau, serta gangguan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والظل والطريق

dan tempat berteduh serta jalan

وليبعد

dan hendaklah menjauh

ولا يحمل ذكر الله

dan tidak membawa tulisan nama Allah

أو من أرسلا

atau orang yang diutus-Nya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والظِّلِّ والطريقِ وليَبْعُدْ ولا

Buka penggal 2

يَحملُ ذِكْرَ اللهِ أو مَن أَرسَلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 154 — Menjaga jalan, tempat berteduh, dan tulisan muliaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan