Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 155
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Istinja dan adab buang hajat · Bait 155 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ومن سها
dan siapa yang lupa
ضم عليه باليد
menutupinya dengan tangan
ويستعيذ
dan memohon perlindungan
وبعكس المسجد
dan berlawanan dengan masjid
Terjemahan bait 155

Siapa yang lupa, hendaklah menutupinya dengan tangan; ia memohon perlindungan, dan tata masuk-keluarnya berlawanan dengan masjid.

Syarah · keterangan lengkap

Mengatasi keadaan yang sudah terjadi

Jika tulisan yang dimuliakan terlanjur terbawa, syarah menyebut cara menutup atau menyimpannya agar tidak tampak terbuka. Menutup dengan tangan merupakan contoh pada benda yang sesuai, bukan kewajiban memakai tangan untuk semua jenis barang. Penyimpanan yang melindungi tulisan dapat menjalankan maksud penghormatan sesuai keadaan, tanpa membuat aktivitas menjadi sulit atau tidak aman.

Doa sebelum masuk

Isti‘adzah berarti meminta perlindungan kepada Allah. Riwayat memuat doa ketika hendak masuk tempat buang hajat. Pelajar memisahkan waktu doa sebelum masuk dari adab tidak berbicara saat sedang buang hajat. Tidak membaca doa bukan pembatal istinja atau wudu; doa ditempatkan sebagai adab yang menjaga perhatian hati.

Kalimat terakhir menunggu bait berikut

Ungkapan berlawanan dengan masjid menunjuk mendahulukan kaki saat masuk dan keluar. Rinciannya ada pada bait 156, sehingga tidak dimaksudkan membalik semua adab masjid. Membaca hubungan kalimat penting agar istilah ringkas nazam tidak diperluas tanpa dasar. Orang yang terlupa urutan kaki tidak perlu mengulang masuk-keluar berkali-kali untuk memperbaiki hal yang bukan syarat sah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 49. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ومن سها ضم عليه باليد

من bersifat syarat; سها fi‘il syarat dan ضم jawabnya. عليه kembali kepada benda bertulisan yang dibawa; باليد menjelaskan alat penutupan.

ويستعيذ وبعكس المسجد

يستعيذ melanjutkan adab pelaku. بعكس المسجد berhubungan dengan cara masuk-keluar yang dijelaskan pada bait 156.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

سها

Akar
س ه و
Pola / bentuk
فَعَلَ dengan i‘lal

Fi‘il madhi yang berarti lupa atau terlewat karena tidak memperhatikan.

يستعيذ

Akar
ع و ذ
Pola / bentuk
يَسْتَفْعِلُ dengan i‘lal

Mudhari‘ dari استعاذ, meminta perlindungan.

Hubungan bait

Tulisan mulia pada bait 154 dilanjutkan cara menjaganya. Ungkapan berlawanan dengan masjid diselesaikan pada bait 156.

Intisari & faedah
  1. Tulisan yang terlanjur dibawa dijaga dengan penutupan yang sesuai.
  2. “Berlawanan dengan masjid” di sini menunjuk urutan kaki masuk dan keluar.
Contoh penerapan

Keadaan

Barang bertulisan mulia baru disadari setelah masuk.

Cara memahami

Pemilik menutup atau menyimpannya dengan cara yang layak.

Batas penerapan

Tidak perlu mengubah adab ini menjadi pengulangan masuk-keluar tanpa akhir.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 142

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Inti makna

Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan dan makhluk jahat. Doa ini diriwayatkan ketika hendak memasuki tempat buang hajat.

Kaitan dengan bait

Riwayat menyebut permohonan perlindungan ketika hendak masuk tempat buang hajat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah “berlawanan dengan masjid” berarti semua adab masjid dibalik?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Dalam rangkaian ini maksudnya urutan kaki saat masuk dan keluar, yang diperinci pada bait 156.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ومن سها

dan siapa yang lupa

ضم عليه باليد

menutupinya dengan tangan

ويستعيذ

dan memohon perlindungan

وبعكس المسجد

dan berlawanan dengan masjid

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ومَن سَهَا ضَمَّ عليه باليدِ

Buka penggal 2

ويستعيذُ وبِعكسِ المَسجدِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 155 — Ketika lupa membawa tulisan dan doa masukNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan