Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 156
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Istinja dan adab buang hajat · Bait 156 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
فقدم اليمنى خروجا
maka dahulukan kanan ketika keluar
واسأل مغفرة
dan mohonlah ampun
واحمد
dan pujilah Allah
وباليسرى ادخل
dan masuklah dengan kiri
Terjemahan bait 156

Dahulukan kanan ketika keluar, mohonlah ampun dan pujilah Allah; masuklah dengan kaki kiri.

Syarah · keterangan lengkap

Urutan sebagai adab

Tempat buang hajat dimasuki dengan mendahulukan kaki kiri dan ditinggalkan dengan kaki kanan. Ini menyelesaikan perbandingan dengan masjid pada bait sebelumnya. Adab tersebut tidak menjadi syarat sah buang hajat, istinja, atau wudu. Orang yang lupa tidak perlu membatalkan aktivitas atau mengulangnya hanya karena kaki yang melangkah lebih dahulu berbeda.

Memohon ampun setelah keluar

Syarah menyebut permohonan ampun sesudah keluar, dengan lafaz singkat yang dikenal dalam riwayat. Permohonan ini menjaga sikap hamba kepada Allah, bukan menunjukkan bahwa kebutuhan tubuh itu sendiri merupakan dosa. Membedakan makna ini membantu pembaca tidak merasa bersalah atas kebutuhan alamiah yang dilakukan dengan cara benar.

Pujian dan kedudukan riwayat

Pengarang juga menyebut memuji Allah atas hilangnya gangguan dan adanya kesehatan. Catatan sumber membedakan riwayat permohonan ampun dari riwayat lafaz pujian tertentu yang sanadnya lemah. Karena itu, jangan menyajikan semua formula seolah mempunyai kekuatan riwayat yang sama. Memahami syukur tetap baik, sementara penisbatan lafaz khusus kepada Nabi harus sesuai penilaian sumber.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 49. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

فقدم اليمنى خروجا

قدم perintah; اليمنى objek yang menunjuk kaki kanan. خروجا menerangkan waktu atau keadaan keluar.

واسأل مغفرة واحمد وباليسرى ادخل

اسأل واحمد وادخل ialah perintah. مغفرة objek permohonan; باليسرى didahulukan untuk menjelaskan kaki saat masuk.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مغفرة

Akar
غ ف ر
Pola / bentuk
مَفْعِلَة

Masdar yang bermakna pengampunan.

ادخل

Akar
د خ ل
Pola / bentuk
اُفْعُلْ

Fi‘il amr dari دخل, masuklah.

Hubungan bait

Ini rincian urutan kaki pada bait 155. Sesudah masuk, sikap menjaga aurat dan bicara diterangkan pada bait 157.

Intisari & faedah
  1. Kanan keluar dan kiri masuk merupakan adab, bukan syarat sah bersuci.
  2. Lafaz doa perlu dibedakan menurut kekuatan riwayatnya.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar lupa mendahulukan kaki kiri saat masuk toilet.

Cara memahami

Ia meneruskan aktivitas dengan menjaga adab yang masih dapat dilakukan.

Batas penerapan

Tidak mengulang masuk-keluar seolah kelalaian tersebut membatalkan bersuci.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 168

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Inti makna

Nabi menyukai mendahulukan kanan ketika memakai alas kaki, merapikan rambut, dan bersuci. Penerapannya dibaca bersama pengecualian menurut jenis kegiatan.

Kaitan dengan bait

Riwayat kanan menjadi penguat umum pembagian adab; rincian masuk-keluar tempat buang hajat dipaparkan dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah semua lafaz doa yang disebut dalam satu syarah otomatis sama kuat riwayatnya?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Catatan sumber dapat membedakan riwayat yang kuat dan lemah; penisbatan lafaz perlu mengikuti keterangan itu.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

فقدم اليمنى خروجا

maka dahulukan kanan ketika keluar

واسأل مغفرة

dan mohonlah ampun

واحمد

dan pujilah Allah

وباليسرى ادخل

dan masuklah dengan kiri

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

فَقَدِّمِ اليُمنى خُرُوجا واسْأَلِ

Buka penggal 2

مَغفِرَةً واحْمَدْ وباليُسرى ادخُلِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 156 — Kaki ketika masuk-keluar dan memohon ampunNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan