Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 157
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Istinja dan adab buang hajat · Bait 157 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
واعتمد اليسرى
dan bertumpulah pada kiri
وثوبا أحسرا
dan singkaplah pakaian
شيئا فشيئا
sedikit demi sedikit
ساكتا مستترا
dalam keadaan diam dan terlindung
Terjemahan bait 157

Bertumpulah pada kiri; singkaplah pakaian sedikit demi sedikit, dalam keadaan diam dan terlindung.

Syarah · keterangan lengkap

Posisi dalam kebiasaan tempat klasik

Bertumpu pada kiri dibahas sebagai adab posisi duduk pada keadaan yang dijelaskan syarah. Ia bukan perintah memaksakan postur yang menyakitkan pada setiap jenis toilet atau kondisi tubuh. Orang yang mempunyai keterbatasan bergerak menyesuaikan posisi yang aman, sambil tetap memenuhi kebersihan dan menjaga aurat. Adab tidak dibaca terlepas dari kemampuan.

Membuka secukupnya

Pakaian disingkap sesuai kebutuhan dan pada saat privasi telah terjaga. Sedikit demi sedikit membantu menghindari terbukanya tubuh lebih awal atau lebih luas daripada perlu. Pada toilet tertutup, tujuan menjaga aurat dan pakaian dari kotoran tetap berlaku. Tidak perlu mengubah gambaran pakaian klasik menjadi satu prosedur kaku untuk semua model pakaian.

Diam tidak mengalahkan keperluan penting

Berbicara tanpa kebutuhan saat buang hajat dihindari. Namun panggilan darurat, memperingatkan bahaya, atau kebutuhan yang nyata mempunyai pengecualian. Jika melihat orang terancam bahaya, adab diam bukan alasan membiarkannya. Matan mengajarkan ketenangan dan kehormatan tempat, sambil hukum kebutuhan serta kewajiban menolong tetap diperhitungkan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 50. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

واعتمد اليسرى وثوبا أحسرا

اعتمد perintah dengan اليسرى sebagai objek. ثوبا objek yang didahulukan bagi أحسر, dengan alif rima pada akhir fi‘il.

شيئا فشيئا ساكتا مستترا

شيئا فشيئا menunjukkan bertahap. ساكتا ومستترا menjadi hal bagi pelaku.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ساكتا

Akar
س ك ت
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari سكت, orang yang diam.

مستترا

Akar
س ت ر
Pola / bentuk
مُفْتَعِل

Isim fa‘il dari استتر, menjaga diri dalam keadaan tertutup.

Hubungan bait

Urutan masuk pada bait 155–156 diikuti adab selama buang hajat. Pembersihan dan percikan dibahas pada bait 158–159.

Intisari & faedah
  1. Menjaga aurat berarti membuka hanya sesuai kebutuhan dalam privasi yang terjaga.
  2. Adab diam tidak menghapus kebutuhan berbicara untuk mencegah bahaya.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang sedang di toilet ketika mendengar peringatan kebakaran.

Cara memahami

Ia boleh merespons kebutuhan keselamatan dan keluar dengan menjaga diri semampunya.

Batas penerapan

Jangan menjadikan adab diam alasan mengabaikan keadaan darurat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS At-Taghaabun 64:16

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ وَٱسْمَعُوا۟ وَأَطِيعُوا۟ وَأَنفِقُوا۟ خَيْرًۭا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Inti makna

Perintah bertakwa menurut kemampuan, mendengar, taat, dan berinfak; orang yang dijaga dari kekikiran beroleh keberuntungan.

Kaitan dengan bait

Penguat umum pelaksanaan sesuai kemampuan; rincian postur, penutupan, dan bicara dijelaskan dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah harus tetap diam ketika perlu memperingatkan orang dari bahaya?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Kebutuhan penting dan kewajiban mencegah bahaya mempunyai ketentuan tersendiri.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واعتمد اليسرى

dan bertumpulah pada kiri

وثوبا أحسرا

dan singkaplah pakaian

شيئا فشيئا

sedikit demi sedikit

ساكتا مستترا

dalam keadaan diam dan terlindung

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

واعتَمِدِ اليُسرى وثَوْبَاً أَحْسِرَا

Buka penggal 2

شيئا فشيئا ساكِتَاً مُستَتِرَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 157 — Sikap tubuh, pakaian, dan menjaga privasiNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan