Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Istinja dan adab buang hajat · Bait 158 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ومن بقايا البول يستبري
- dan memastikan diri bersih dari sisa air kencing
- ولا يستنج بالماء
- dan tidak beristinja dengan air
- على ما نزلا
- di atas tempat kotoran jatuh
Terjemahan bait 158
Hendaklah memastikan diri bersih dari sisa air kencing, dan tidak beristinja dengan air tepat di atas tempat kotoran jatuh.
Syarah · keterangan lengkap
Istibra secara wajar
Istibra berarti memperhatikan bahwa keluaran sudah berhenti sehingga sisa nyata tidak mengotori tubuh atau pakaian setelah dibersihkan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan normal dan kebutuhan orang tersebut. Bait tidak perlu diterapkan sebagai pemeriksaan berulang, pemaksaan tekanan tubuh, atau tindakan yang menimbulkan rasa sakit. Tanda nyata dibedakan dari kekhawatiran yang terus muncul tanpa bukti.
Hadas yang terus berlanjut berbeda
Orang dengan keluaran yang terus-menerus mempunyai ketentuan uzur seperti yang disebut pada bait 126. Ia tidak harus menunggu tanpa batas sampai kehilangan waktu salat. Jika keadaan tubuh tidak biasa, pemahaman hukum perlu disesuaikan dengan keadaan sebenarnya. Penjelasan fikih tentang menunggu selesai tidak menggantikan penilaian kesehatan ketika ada keluhan.
Menghindari tempat percikan kembali
Bagian kedua mengajarkan tidak menyiram tepat di tempat yang membuat kotoran memercik kembali. Ini terutama mengenai tempat yang tidak dirancang untuk mengalirkan kotoran dengan aman. Jangan berhenti membaca di sini: bait 159 mengecualikan fasilitas yang memang dibangun untuk tujuan itu. Toilet yang pembuangannya baik tidak otomatis menuntut pengguna berpindah tempat setiap selesai buang hajat.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 50. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ومن بقايا البول يستبري
من بقايا البول jar-majrur mendahului يستبري, bentuk yang diringankan dari يستبرئ. Pelakunya tersirat, yaitu orang yang selesai buang hajat.
ولا يستنج بالماء على ما نزلا
لا melarang dalam rangkaian adab; يستنج fi‘il yang huruf akhirnya gugur. على ما نزل menunjuk tempat keluaran jatuh, dengan alif rima.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Setelah menjaga pakaian pada bait 157, dibahas sisa keluaran dan percikan. Pengecualian toilet yang dibangun untuk itu wajib dibaca pada bait 159.
Intisari & faedah
- Istibra memperhatikan sisa nyata secara wajar, bukan pemeriksaan tanpa akhir.
- Larangan menyiram di tempat kotoran memiliki pengecualian pada bait berikut.
Contoh penerapan
Keadaan
Toilet telah memiliki saluran pembuangan yang baik dan tidak memercikkan kotoran kembali.
Cara memahami
Pengguna memahami pengecualian fasilitas pada bait 159 sebelum memutuskan perlu berpindah.
Batas penerapan
Tidak melakukan tekanan atau pemeriksaan tubuh yang menyakitkan karena rasa ragu semata.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 137
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
لاَ يَنْفَتِلْ ـ أَوْ لاَ يَنْصَرِفْ ـ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
Inti makna
Orang yang hanya meragukan keluarnya angin tidak meninggalkan salat sebelum ada tanda yang meyakinkan. Suara dan bau merupakan contoh kepastian dalam kasus hadis, bukan syarat bahwa semua pembatal harus selalu terdengar atau tercium.
Kaitan dengan bait
Penguat kaidah tidak mengubah kepastian karena keraguan semata; bukan hadis khusus tata istibra.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa adab istibra tidak berarti memeriksa terus-menerus tanpa akhir?
Lihat pembahasan jawaban
Karena yang diperhatikan adalah sisa nyata menurut keadaan wajar, sedangkan keraguan tanpa bukti tidak sama dengan kepastian keluarnya najis.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ومن بقايا البول يستبري
dan memastikan diri bersih dari sisa air kencing
ولا يستنج بالماء
dan tidak beristinja dengan air
على ما نزلا
di atas tempat kotoran jatuh
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ومِن بقايا البَولِ يَستَبرِي ولا
Buka penggal 2
يَستَنْجِ بالماءِ على ما نَزَلا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 158 — Memastikan keluaran selesai dan menghindari percikanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.