Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Iman, niat, dan amal · Bait 16 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- فشهوة النفس
- maka keinginan nafsu
- مع الذنوب
- bersama dosa-dosa
- موجبتان
- dua hal yang menyebabkan
- قسوة القلوب
- kerasnya hati-hati
Terjemahan bait 16
Keinginan nafsu bersama dosa-dosa merupakan dua sebab kerasnya hati.
Syarah · keterangan lengkap
Hubungan sebab dan kebiasaan
Keinginan yang dibiarkan menguasai diri membuat seseorang mudah mencari pembenaran bagi pelanggaran. Jika pelanggaran diulang tanpa penyesalan, nasihat terasa semakin mengganggu dan kesalahan dianggap wajar. Inilah arah peringatan pengarang: ada hubungan antara pilihan yang diulang dan kepekaan batin. Yang dibicarakan bukan sekadar munculnya lintasan keinginan, tetapi mengikutinya dalam bentuk yang tercela.
Mengenali kerasnya hati
Qaswah adalah kekerasan atau ketidakpekaan terhadap kebenaran dan kebaikan. Tanda praktis yang perlu diwaspadai pada diri sendiri misalnya bangga merugikan orang lain, menolak koreksi hanya demi gengsi, atau sengaja meremehkan kewajiban. Tidak mudah menangis bukan ukuran tunggal kerasnya hati; orang memiliki cara mengekspresikan perasaan yang berbeda. Penilaian moral tidak sepatutnya dibangun hanya dari penampilan emosional.
Cara memperbaiki
Perbaikannya meliputi menghentikan dosa, bertobat, mengembalikan hak yang dilanggar, dan membangun kebiasaan taat. Bila kebiasaan buruk dipicu lingkungan tertentu, pelajar dapat mengubah pola pergaulan atau kesempatan yang memudahkan pelanggaran. Misalnya, orang yang terbiasa mencela teman perlu menahan ucapan serta meminta maaf atas kerugian nyata. Ia tetap berharap kepada rahmat Allah, sebab tujuan teguran adalah membangunkan hati, bukan membuat orang merasa tidak mungkin berubah.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 9. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
فشهوة النفس مع الذنوب
شهوةُ mubtada dan النفس mudhaf ilaih. مع الذنوب menyertakan unsur kedua; makna penyertaan ini menjelaskan pemakaian khabar berbentuk dua pada penggal berikutnya.
موجبتان قسوة القلوب
موجبتان khabar marfu‘ dengan alif karena mutsanna. Bentuk isim fa‘il ini bekerja terhadap قسوةَ sebagai objek; القلوب mudhaf ilaih. Dua penyebab yang dimaksud adalah dorongan nafsu tercela dan dosa.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait 15 mengajak meninggalkan dorongan tercela; bait ini menerangkan akibatnya bila terus diikuti. Bait 17 menggambarkan keadaan hati yang keras.
Intisari & faedah
- Kebiasaan dosa dan menuruti dorongan tercela dapat mengeraskan hati.
- Perbaikan hati memerlukan pengurangan sebab kerusakannya.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar terbiasa meremehkan kesalahan kecil sampai sulit menerima nasihat.
Cara memahami
Ia menghentikan kebiasaan, bertobat, dan melatih diri mendengar koreksi.
Batas penerapan
Bait merupakan nasihat muhasabah; bukan alat menilai isi hati orang lain secara pasti.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Hadid 57:16
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
۞ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ
Inti makna
Teguran agar hati orang beriman tunduk ketika mengingat Allah dan menerima kebenaran, tidak mengeras karena berlalunya waktu.
Kaitan dengan bait
Ayat mengingatkan agar hati tidak mengeras; menguatkan hubungan dosa, kelalaian, dan pembinaan hati.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa khabarnya موجبتان, bukan موجبة saja?
Lihat pembahasan jawaban
Karena maknanya mencakup dua penyebab: syahwat tercela dan dosa yang disertakan melalui مع.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
فشهوة النفس
maka keinginan nafsu
مع الذنوب
bersama dosa-dosa
موجبتان
dua hal yang menyebabkan
قسوة القلوب
kerasnya hati-hati
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
فشَهوةُ النَّفس مع الذُّنوب
Buka penggal 2
مُوجِبَتَان قَسوةَ القلوب
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 16 — Nafsu yang diikuti dan dosa mengeraskan hatiNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.