Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 162
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sebab dan rukun mandi · Bait 162 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ويعرف المني
dan mani dikenali
باللذة حين خروجه
melalui kenikmatan ketika keluar
وريح طلع أو عجين
serta bau serbuk bunga kurma atau adonan
Terjemahan bait 162

Mani dikenali melalui kenikmatan ketika keluar, serta bau seperti serbuk bunga kurma atau adonan.

Syarah · keterangan lengkap

Mengenali kategori untuk bersuci

Bait menerangkan tanda yang dipakai ulama untuk membedakan mani dari cairan lain karena akibat hukumnya berbeda. Tanda kenikmatan yang dimaksud terkait keluarnya, bukan setiap perasaan nyaman dalam keadaan apa pun. Syarah menambahkan ciri memancar dalam pembahasannya. Tidak semua tanda harus selalu berkumpul; masing-masing dibaca dengan konteks yang dijelaskan kitab.

Perumpamaan bau dalam bahasa klasik

Serbuk bunga kurma dan adonan merupakan perbandingan yang dikenal dalam lingkungan penulis. Perumpamaan itu membantu mengenali kategori, bukan tes laboratorium atau diagnosis penyakit. Pembaca tidak perlu melakukan pemeriksaan yang berlebihan atau memaksakan kecocokan sempurna dengan benda yang tidak dikenalnya. Pengetahuan tanda digunakan secara wajar, sesuai keadaan yang benar-benar diketahui.

Jika belum dapat dibedakan

Cairan tubuh dapat memiliki keadaan yang beragam; tidak setiap kelembapan otomatis dianggap mani. Bila terjadi keraguan yang benar-benar terbatas antara mani dan madzi, bait 163 memberi ketentuan khusus. Jika ada keluhan tubuh, pembahasan hukum bersuci tidak menggantikan pemeriksaan kesehatan. Pisahkan kebutuhan mengenali hukum dari dugaan medis yang tidak dibahas oleh matan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 54. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ويعرف المني باللذة حين خروجه

يُعرف fi‘il pasif dan المني نائب فاعل. باللذة menunjukkan tanda; حين خروجه membatasi waktunya.

وريح طلع أو عجين

ريح dihubungkan kepada tanda sebelumnya; طلع mudhaf ilaih dan عجين disambungkan dengan أو sebagai perumpamaan bau.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

اللذة

Akar
ل ذ ذ
Pola / bentuk
فَعْلَة sebelum idgham

Isim/masdar yang menunjuk kenikmatan; huruf rangkap disatukan dalam لذّة.

عجين

Akar
ع ج ن
Pola / bentuk
فَعِيل bermakna maf‘ul

Adonan yang telah diuleni; dipakai sebagai perumpamaan bau.

Hubungan bait

Sebab mandi karena mani disebut pada bait 160. Tanda dikenalkan di sini, lalu keraguan antara dua cairan dibahas pada bait 163.

Intisari & faedah
  1. Tanda dipakai untuk membedakan akibat hukum bersuci, bukan mendiagnosis penyakit.
  2. Tidak setiap kelembapan tubuh otomatis dihukumi mani.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar menemukan cairan tetapi belum mengetahui kategorinya.

Cara memahami

Ia menilai tanda secara wajar dan membaca perincian keraguan pada bait 163 bila sesuai.

Batas penerapan

Tidak membuat diagnosis kesehatan atau pemeriksaan berulang berdasarkan perumpamaan bau saja.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Maaida 5:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Inti makna

Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.

Kaitan dengan bait

Ayat memberi dasar kewajiban bersuci ketika junub; tanda cairan merupakan penjelasan fikih untuk mengenali keadaan tersebut.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah perumpamaan bau pada bait ini merupakan tes medis yang pasti untuk semua keadaan?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Itu keterangan pengenalan dalam fikih klasik, bukan pengganti pemeriksaan medis atau alasan pemeriksaan berlebihan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ويعرف المني

dan mani dikenali

باللذة حين خروجه

melalui kenikmatan ketika keluar

وريح طلع أو عجين

serta bau serbuk bunga kurma atau adonan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ويُعْرَفُ المَنِيُّ باللَّذةِ حينْ

Buka penggal 2

خروجِهِ ورِيحِ طَلْعٍ أو عَجِينْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 162 — Tanda mani dalam pembahasan fikihNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan