Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 165
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sebab dan rukun mandi · Bait 165 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ونية
dan niat
بالابتداء اقترنت
yang bersamaan dengan permulaan
كالحيض أو جنابة تعينت
seperti haid atau janabah yang telah ditentukan
Terjemahan bait 165

Dan niat yang bersamaan dengan permulaan, seperti mengangkat hukum haid atau janabah yang telah ditentukan.

Syarah · keterangan lengkap

Maksud ibadah pada awal basuhan

Niat mandi wajib disertakan ketika mulai membasuh bagian tubuh yang dihitung sebagai mandi ibadah. Bagian pertama tidak harus selalu kepala; yang penting maksud bersuci hadir bersama awal pembasuhan yang diperhitungkan. Air yang telah mengenai tubuh sebelum niat tidak otomatis dihitung sebagai pelaksanaan kewajiban yang membutuhkan niat; bagian itu perlu masuk pembasuhan yang sah.

Mengenali tujuan tanpa formula kaku

Orang berniat mengangkat keadaan hadas besar yang dialaminya atau maksud sah lain yang dijelaskan syarah, seperti memperoleh kebolehan salat. Penyebutan haid atau janabah adalah contoh keadaan. Niat berada di hati; kemampuan menghafal satu kalimat Arab tertentu bukan syarat yang membuat seseorang boleh atau tidak boleh mandi. Lafaz membantu sebagian pelajar, tetapi tidak menggantikan maksud hati.

Tidak mengulang karena lintasan keraguan

Setelah maksud ibadah ada dan mandi dilakukan dengan pemerataan yang benar, perhatian sesaat teralih tidak otomatis menghapus niat. Jangan menjadikan setiap ketidaksempurnaan konsentrasi alasan mengulang seluruh mandi. Sebaliknya, mandi yang semata untuk menyegarkan badan tanpa maksud bersuci yang diperlukan tidak disamakan dengan mandi wajib hanya karena tubuh sama-sama basah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 54. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ونية بالابتداء اقترنت

نية dihubungkan kepada kewajiban pada bait 164. بالابتداء melengkapi اقترنت, fi‘il dengan ta feminin yang kembali kepada niat.

كالحيض أو جنابة تعينت

كاف memberi contoh keadaan yang diniatkan pengangkatan hukumnya. تعينت menerangkan keadaan yang telah tertentu dalam konteks sebab mandi.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

اقترنت

Akar
ق ر ن
Pola / bentuk
اِفْتَعَلَتْ

Fi‘il madhi feminin dari اقترن, bersamaan atau berhubungan pada waktunya.

تعينت

Akar
ع ي ن
Pola / bentuk
تَفَعَّلَتْ

Fi‘il madhi feminin dari تعيّن, menjadi tertentu atau diketahui keadaannya.

Hubungan bait

Pemerataan tubuh pada bait 164 dipasangkan dengan niat. Niat mandi gabungan dibahas pada bait 168, sedangkan bait 169 khusus niat wudu yang menyertai mandi.

Intisari & faedah
  1. Niat menyertai awal pembasuhan yang diperhitungkan sebagai mandi ibadah.
  2. Hafal formula Arab tertentu bukan pengganti maupun syarat adanya maksud hati.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar hendak mandi untuk mengangkat janabah dan memahami maksud itu ketika mulai membasuh tubuh.

Cara memahami

Ia melanjutkan pembasuhan seluruh bagian wajib dengan niat yang telah ada.

Batas penerapan

Tidak perlu memulai ulang hanya karena lafaz niat tidak terucap atau perhatian sesaat teralih.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Hadis menegaskan kedudukan niat dalam amal; waktu penyertaan niat mandi diperinci melalui fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah niat mandi wajib harus berupa satu kalimat Arab yang dihafal persis?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Yang wajib ialah maksud hati yang sah, disertakan pada waktu yang ditentukan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ونية

dan niat

بالابتداء اقترنت

yang bersamaan dengan permulaan

كالحيض أو جنابة تعينت

seperti haid atau janabah yang telah ditentukan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ونِيَّةٌ بالاِبتداءِ اقتَرَنَتْ

Buka penggal 2

كالحيضِ أو جَنَابةٍ تَعَيَّنَتْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 165 — Niat ketika memulai mandi wajibNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan