Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 168
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah mandi dan adabnya · Bait 168 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وإن نوى فرضا ونفلا
dan jika berniat fardu serta sunah
حصلا
keduanya diperoleh
أو فبكل مثله تحصلا
atau dengan masing-masing diperoleh yang sejenis dengannya
Terjemahan bait 168

Jika berniat fardu dan sunah, keduanya diperoleh; atau dengan masing-masing niat diperoleh yang sejenis dengannya.

Syarah · keterangan lengkap

Dua maksud dalam satu mandi

Contoh yang mudah ialah seseorang junub pada hari Jumat dan akan menghadiri salat Jumat. Ia dapat meniatkan mandi janabah sekaligus mandi Jumat dalam satu pelaksanaan yang memenuhi syarat. Syarah menjelaskan masuknya beberapa tujuan bersuci pada satu mandi; ini berbeda dari mencampurkan dua salat yang masing-masing mempunyai pelaksanaan tersendiri.

Jika hanya satu kategori diniatkan

Menurut uraian yang diikuti matan, niat fardu menghasilkan mandi fardu, dan niat sunah menghasilkan mandi sunah sesuai cakupannya. Jangan menganggap niat mandi Jumat saja otomatis mengangkat janabah yang tidak diniatkan menurut ketentuan. Sebaliknya, ketika ingin memperoleh dua tujuan dengan jelas, niatkan keduanya sambil memenuhi seluruh kewajiban mandi.

Yang sejenis mempunyai perincian

Bagian kedua membahas tercakupnya beberapa sebab mandi dalam kategori yang sama menurut syarah. Ia tidak berarti setiap ibadah dapat digabung sesuka hati atau semua peristiwa yang akan datang sudah tercakup sebelum terjadi. Pelajar terlebih dahulu mengenali sebab yang ada sekarang, kategori wajib atau sunah, dan maksud yang sah. Ringkasan ini membantu memahami penggabungan tanpa memperluasnya ke seluruh ibadah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 54. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وإن نوى فرضا ونفلا حصلا

إن huruf syarat, نوى fi‘il syarat; فرضا ونفلا objek yang diniatkan. حصلا jawab, dengan alif pelaku dua menunjuk kedua hasil.

أو فبكل مثله تحصلا

بكل menunjukkan masing-masing kategori niat; مثله menunjuk hasil yang sejenis. تحصل fi‘il dengan alif rima dalam susunan nazam.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

نوى

Akar
ن و ي
Pola / bentuk
فَعَلَ dengan i‘lal

Fi‘il madhi berniat; huruf lemah akhirnya berubah menjadi alif maqshurah.

تحصلا

Akar
ح ص ل
Pola / bentuk
تَفَعَّلَ + alif rima

Fi‘il yang berarti tercapai atau diperoleh.

Hubungan bait

Niat dasar mandi pada bait 165 dikembangkan menjadi niat gabungan. Bait 169 kembali memperinci niat wudu yang menyertai mandi, bukan mengubah rukun niat mandi.

Intisari & faedah
  1. Mandi wajib dan sunah dapat digabung dengan niat yang sesuai pada keadaan yang dijelaskan.
  2. Penggabungan tujuan bersuci tidak otomatis berlaku pada semua jenis ibadah.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang perlu mandi janabah dan akan menghadiri Jumat.

Cara memahami

Ia meniatkan kedua tujuan dalam satu mandi yang memenuhi syarat.

Batas penerapan

Niat sunah saja jangan disamakan dengan pengangkatan hadas besar tanpa memeriksa ketentuan niat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Hadis niat menjadi dasar umum keterkaitan amal dan maksud; rincian penggabungan dijelaskan oleh fikih bersuci.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Bagaimana memperoleh mandi janabah sekaligus mandi Jumat menurut penjelasan ini?

Lihat pembahasan jawaban

Dengan meniatkan kedua tujuan dan melaksanakan mandi yang memenuhi kewajiban serta syaratnya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وإن نوى فرضا ونفلا

dan jika berniat fardu serta sunah

حصلا

keduanya diperoleh

أو فبكل مثله تحصلا

atau dengan masing-masing diperoleh yang sejenis dengannya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وإِن نَوَى فَرْضَا ونَفْلا حَصَلا

Buka penggal 2

أو فَبِكُلٍّ مِثلَهُ تَحَصَّلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 168 — Menggabungkan niat mandi wajib dan sunahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan