Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 17
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Iman, niat, dan amal · Bait 17 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وإن أبعد قلوب الناس
dan sesungguhnya hati manusia yang paling jauh
من ربنا الرحيم
dari Tuhan kita Yang Maha Penyayang
قلب قاسي
adalah hati yang keras
Terjemahan bait 17

Sesungguhnya hati manusia yang paling jauh dari Tuhan kita Yang Maha Penyayang ialah hati yang keras.

Syarah · keterangan lengkap

Jauh bukan jarak ruang

Jauh dari Allah pada bait ini menggambarkan keadaan moral dan spiritual: jauh dari penerimaan nasihat, ketaatan, dan sebab memperoleh rahmat khusus. Ia bukan pengukuran jarak fisik antara tubuh dan Allah. Pengertian ini selaras dengan pembahasan akidah yang menegaskan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk dan tidak dibatasi seperti benda.

Mengapa nama Maha Penyayang disebut?

Penyebutan ar-Rahim mengingatkan bahwa masalah bukan kurangnya rahmat Allah, melainkan sikap manusia yang terus menutup diri dari petunjuk. Ungkapan paling jauh merupakan teguran agar pembaca tidak membiarkan ketidakpekaan menjadi kebiasaan. Orang yang sadar dirinya keliru dan ingin berubah justru sedang membuka pintu perbaikan; ia tidak perlu menganggap penyesalan sebagai bukti bahwa Allah menolaknya.

Latihan kelembutan hati

Kelembutan dapat dilatih melalui mendengar nasihat dengan sabar, merenungi Al-Qur’an, membantu orang lemah, serta mengakui hak orang yang pernah disakiti. Misalnya, ketika ditegur karena mengambil barang tanpa izin, respons yang mendidik ialah mengembalikan barang dan meminta maaf, bukan mencari kesalahan penegur. Bait ini dibaca sebagai muhasabah pribadi. Kita tidak mempunyai dasar memastikan keras atau lembutnya seluruh batin seseorang hanya karena satu percakapan atau ekspresi wajahnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 9. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وإن أبعد قلوب الناس

إنَّ menashabkan isimnya: أبعدَ. قلوبِ mudhaf ilaih dari أبعد, sedangkan الناسِ mudhaf ilaih dari قلوب. Ini susunan bertingkat yang berarti hati manusia yang paling jauh.

من ربنا الرحيم قلب قاسي

من ربنا berkaitan dengan أبعد; نا mudhaf ilaih dan الرحيم sifat bagi رب. قلبٌ khabar إن yang marfu‘. قاسي sifat bagi قلب; pada bentuk baku isim manqush nakirah marfu‘ lazim ditulis قاسٍ, sedangkan ya dapat dipertahankan dalam nazam.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أبعد

Akar
ب ع د
Pola / bentuk
أَفْعَل

Isim tafdhil dari بَعُدَ, menyatakan tingkat kejauhan dalam konteks maknawi.

قاسي

Akar
ق س و
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari قَسَا يَقْسُو. Termasuk isim manqush setelah perubahan huruf lemah; jangan menyamakan penulisan rima dengan seluruh aturan prosa.

Hubungan bait

Keadaan hati keras merupakan akibat yang baru disebut pada bait 16. Sesudah peringatan ini, bait 18 mengarahkan pembaca kepada niat ikhlas.

Intisari & faedah
  1. Kejauhan pada bait adalah jauh dari rahmat dan petunjuk, bukan jarak fisik.
  2. Kekerasan hati perlu ditangani dengan taubat dan ketaatan.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang mendengar nasihat lalu hanya mencari kesalahan pemberi nasihat.

Cara memahami

Ia memeriksa bagian yang benar dan memperbaiki dirinya tanpa harus membenarkan seluruh ucapan orang tersebut.

Batas penerapan

Menerima nasihat tidak berarti menanggalkan pertimbangan ilmu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Hadid 57:16

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

۞ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ

Inti makna

Teguran agar hati orang beriman tunduk ketika mengingat Allah dan menerima kebenaran, tidak mengeras karena berlalunya waktu.

Kaitan dengan bait

Penguat peringatan mengenai hati yang menjadi keras.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mana isim dan khabar إن pada bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

أبعدَ adalah isim إن; قلبٌ adalah khabarnya. Kata-kata di antaranya melengkapi sifat dan hubungannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وإن أبعد قلوب الناس

dan sesungguhnya hati manusia yang paling jauh

من ربنا الرحيم

dari Tuhan kita Yang Maha Penyayang

قلب قاسي

adalah hati yang keras

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وإنَّ أبعدَ قلوبِ الناس

Buka penggal 2

من ربِّنا الرَّحيمِ قلبٌ قَاسِي

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 17 — Hati yang jauh dari rahmat dan petunjukNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan