Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 170
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah mandi dan adabnya · Bait 170 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وشعرا ومعطفا تعهد
dan perhatikan rambut serta lipatan
وادلك
dan gosoklah
وثلث
dan lakukan tiga kali
وبيمناك ابتدي
dan mulailah dengan sisi kananmu
Terjemahan bait 170

Perhatikan rambut dan lipatan; gosoklah, lakukan tiga kali, dan mulailah dengan sisi kananmu.

Syarah · keterangan lengkap

Bagian yang mudah terlewat

Perhatian khusus kepada rambut dan lipatan membantu air merata tanpa harus membuang banyak air. Dalam daftar sunah, pengarang mengajarkan pemeriksaan dan cara menyela yang memudahkan. Jika air tidak dapat mencapai bagian wajib tanpa tindakan tertentu, tindakan yang diperlukan itu menjadi sarana memenuhi kewajiban, bukan boleh ditinggalkan dengan alasan disebut di bab sunah.

Gosokan dan tiga kali

Menggosok tubuh yang dapat dijangkau serta melengkapi pembasuhan sampai tiga termasuk penyempurna yang disebut. Satu pembasuhan yang benar-benar merata dapat memenuhi kewajiban; tiga yang meninggalkan bagian kering tidak menggantikannya. Tidak perlu menggosok keras sampai melukai kulit. Banyaknya air dan kuatnya gesekan bukan ukuran tunggal kesempurnaan bersuci.

Kanan sebagai urutan yang dianjurkan

Mendahulukan sisi kanan mengikuti adab bersuci. Urutan ini memudahkan pelaksanaan yang teratur, tetapi tidak menjadi syarat bahwa mandi dari sisi kiri pasti tidak sah. Pelajar dapat membagi perhatian secara sistematis agar tidak lupa bagian tubuh, kemudian berhenti ketika pemerataan telah diketahui cukup. Kaidah ini menolong ketelitian tanpa memupuk keraguan berulang.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 55. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وشعرا ومعطفا تعهد

شعرا ومعطفا dua objek yang didahulukan; تعهد fi‘il amr yang meminta perhatian kepada keduanya.

وادلك وثلث وبيمناك ابتدي

ادلك وثلث وابتدئ merupakan perintah. بيمناك melengkapi permulaan sisi; hamzah pada ابتدي diringankan penulisannya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تعهد

Akar
ع ه د
Pola / bentuk
تَفَعَّلْ

Fi‘il amr dari تعهّد, memeriksa atau memperhatikan dengan baik.

ثلث

Akar
ث ل ث
Pola / bentuk
فَعِّلْ

Perintah dari ثلّث, menjadikan tiga kali.

Hubungan bait

Pemerataan wajib pada bait 164 dijelaskan sarana penyempurnanya. Bandingkan gosokan, tiga kali, dan kanan pada wudu di bait 131–132.

Intisari & faedah
  1. Tindakan yang diperlukan agar air sampai tidak boleh ditinggalkan sebagai “sekadar sunah”.
  2. Tiga kali dan kanan menyempurnakan pelaksanaan; pemerataan tetap pokok kewajibannya.
Contoh penerapan

Keadaan

Lipatan tubuh belum terkena air setelah siraman umum.

Cara memahami

Pelajar memastikan air sampai dengan cara yang wajar dan aman.

Batas penerapan

Tidak mengandalkan angka tiga atau gosokan keras sebagai pengganti pemerataan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 248

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Inti makna

Aisyah menggambarkan mandi Nabi: setelah mencuci tangan dan berwudu, beliau menyela akar rambut, menuangkan tiga curahan pada kepala, lalu meratakan air ke seluruh kulit tubuh.

Kaitan dengan bait

Riwayat menggambarkan menyela akar rambut, tiga curahan pada kepala, dan meratakan air ke kulit.

Buka sumber lengkap ↗

Shahih al-Bukhari 168

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Inti makna

Nabi menyukai mendahulukan kanan ketika memakai alas kaki, merapikan rambut, dan bersuci. Penerapannya dibaca bersama pengecualian menurut jenis kegiatan.

Kaitan dengan bait

Riwayat mendahulukan kanan menguatkan adab bersuci yang disebut.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jika air hanya bisa sampai ke bagian wajib setelah lipatan diperhatikan, apakah perhatian itu boleh ditinggalkan karena tercantum dalam sunah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Tindakan yang diperlukan untuk memenuhi pemerataan wajib harus dilakukan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وشعرا ومعطفا تعهد

dan perhatikan rambut serta lipatan

وادلك

dan gosoklah

وثلث

dan lakukan tiga kali

وبيمناك ابتدي

dan mulailah dengan sisi kananmu

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وشَعَرَا ومِعطَفَا تَعَهَّدِ

Buka penggal 2

وادلُكْ وثَلِّثْ وبيُمناكَ ابتَدِي

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 170 — Rambut, lipatan, gosokan, dan sisi kananNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan