Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 172
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah mandi dan adabnya · Bait 172 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
عيدين
dua hari raya
والإفاقة
dan pulihnya kesadaran
الإسلام
masuk Islam
والخسف
dan gerhana
الاستسقاء
istisqa
والإحرام
dan ihram
Terjemahan bait 172

Hari raya, pulihnya kesadaran, masuk Islam, gerhana, istisqa, dan ihram.

Syarah · keterangan lengkap

Daftar yang menyambung bait sebelumnya

Dua hari raya ialah Idulfitri dan Iduladha. Matan kemudian menyebut pulihnya kesadaran setelah keadaan yang dibahas syarah serta masuk Islam. Ini daftar mandi sunah, selama tidak ada sebab mandi wajib yang berdiri sendiri. Jika ditemukan janabah atau sebab wajib lain, penilaian tidak berhenti pada sebutan sunah dalam daftar ini.

Gerhana dan istisqa

Mandi disebut dalam kaitan menghadiri ibadah yang mempertemukan orang, seperti salat gerhana dan salat istisqa. Istisqa ialah memohon hujan, bukan membasuh tubuh dengan air hujan. Kesunahan ini mendukung kebersihan dan kesiapan ibadah. Waktu serta kesempatan pelaksanaan perlu diperhatikan agar penyempurna tidak menyebabkan terlewatnya ibadah yang hendak diikuti.

Ihram bukan nama kain saja

Mandi untuk ihram berkaitan dengan memulai keadaan ibadah haji atau umrah, bukan sekadar mengganti pakaian. Mandi sunah tidak menjadi syarat sah bahwa ihram tanpa mandi pasti gagal. Orang yang beruzur mengikuti ketentuannya; niat dan larangan ihram mempunyai pembahasan tersendiri. Daftar pada bait 173 menambah beberapa tempat dan kegiatan dalam perjalanan ibadah tersebut.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 56. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

عيدين والإفاقة الإسلام

عيدين melengkapi كلا pada bait 171. الإفاقة والإسلام disambungkan kepada daftar sebab mandi sunah, dengan tujuan mandi dipahami dari konteks.

والخسف الاستسقاء والإحرام

Ketiga isim melanjutkan daftar; tiap-tiapnya dipahami sebagai mandi untuk keadaan atau ibadah yang disebut, bukan satu kegiatan gabungan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الإفاقة

Akar
ف و ق
Pola / bentuk
إِفْعَال dengan i‘lal

Masdar dari أفاق, pulih atau kembali sadar.

الاستسقاء

Akar
س ق ي
Pola / bentuk
اِسْتِفْعَال

Masdar dari استسقى, meminta hujan/air; menjadi istilah ibadah memohon hujan.

Hubungan bait

Kata عيدين menyelesaikan كلا pada bait 171. Daftar mandi terkait haji dan umrah diteruskan pada bait 173.

Intisari & faedah
  1. Daftar ini menyebut mandi sunah, kecuali ada sebab wajib yang terpisah.
  2. Mandi ihram terkait memulai ibadah haji atau umrah, bukan sekadar mengenakan kain.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang hendak memulai umrah tetapi tidak sempat mandi sunah.

Cara memahami

Ia membedakan kesunahan yang terlewat dari syarat sah ihram.

Batas penerapan

Jika sedang junub, kewajiban bersuci untuk ibadah yang mensyaratkannya tetap dinilai tersendiri.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Penguat hubungan maksud ibadah dengan pelaksanaan; rincian jenis mandi sunah bersumber pada pembahasan syarah, bukan seluruh daftar tersurat dalam hadis niat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah tidak mandi sunah sebelum ihram otomatis membuat ihram tidak sah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Mandi tersebut merupakan penyempurna; ketentuan sah ihram dan kewajiban bersuci lainnya dibedakan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

عيدين

dua hari raya

والإفاقة

dan pulihnya kesadaran

الإسلام

masuk Islam

والخسف

dan gerhana

الاستسقاء

istisqa

والإحرام

dan ihram

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

عيدَيْنِ والإِفاقَةُ الإسلامُ

Buka penggal 2

والخَسْفُ الاِستِسْقَاءُ والإِحرَامُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 172 — Mandi sunah untuk hari raya dan beberapa keadaanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan