Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 173
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah mandi dan adabnya · Bait 173 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
دخول مكة
masuk Makkah
وقوف عرفة
wukuf di Arafah
والرمي
dan melontar
والمبيت بالمزدلفة
dan bermalam di Muzdalifah
Terjemahan bait 173

Masuk Makkah, wukuf di Arafah, melontar, dan bermalam di Muzdalifah.

Syarah · keterangan lengkap

Mempersiapkan pertemuan ibadah

Daftar ini melanjutkan mandi sunah terkait haji dan perjalanan ke tempat ibadah. Syarah menyebut tujuan menjaga kebersihan pada tempat berkumpulnya manusia. Masuk Makkah dan wukuf di Arafah mempunyai waktu serta keadaan masing-masing. Mandi tidak mengubah urutan manasik atau menjadi pengganti pelaksanaan rukun yang disebut.

Melontar perlu dibaca bersama rincian

Kata ar-ramy tidak boleh diperluas tanpa batas. Syarah mengaitkan mandi yang disebut dengan melontar pada hari-hari tasyrik, dan memberi perincian berbeda bagi lontaran Jamrah Aqabah karena kedekatannya dengan mandi hari raya. Ini contoh bahwa satu kata ringkas dalam nazam dapat membawa batas yang baru jelas melalui syarah.

Kemampuan dan prioritas pelaksanaan

Dalam perjalanan ramai, akses air dan waktu bisa terbatas. Penyempurna mandi dilakukan sesuai ketentuan dan kemampuan tanpa mengorbankan kewajiban manasik, hak pengguna air, atau keselamatan. Orang tidak perlu beranggapan wukuf atau mabitnya gugur hanya karena mandi sunah tidak dikerjakan. Pelaksanaan haji tetap dibaca melalui panduan manasik yang lengkap.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 56. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

دخول مكة وقوف عرفة

دخول مكة dan وقوف عرفة ialah dua susunan idhafah yang melanjutkan daftar sebab mandi sunah.

والرمي والمبيت بالمزدلفة

الرمي والمبيت disambungkan kepada daftar. بالمزدلفة menerangkan lokasi mabit, bukan lokasi seluruh kegiatan sebelumnya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

المبيت

Akar
ب ي ت
Pola / bentuk
مَفْعِل dengan i‘lal

Masdar mimi yang bermakna bermalam.

الرمي

Akar
ر م ي
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar dari رمى, melempar; di sini melontar dalam manasik dengan perinciannya.

Hubungan bait

Ihram pada bait 172 diikuti beberapa kegiatan haji. Bait 174 meneruskan daftar mandi sunah untuk keadaan lain.

Intisari & faedah
  1. Mandi sunah tidak menggantikan ataupun menjadi semua syarat sah kegiatan manasik.
  2. Kata melontar mempunyai pembatasan yang dijelaskan syarah.
Contoh penerapan

Keadaan

Jemaah mempunyai waktu terbatas menuju tempat wukuf.

Cara memahami

Ia mendahulukan terlaksananya kewajiban dan memandang mandi sebagai penyempurna sesuai kemampuan.

Batas penerapan

Tidak menunda kewajiban hingga terlewat hanya untuk mengejar mandi sunah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Hajj 22:78

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍۢ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

Inti makna

Perintah berjuang di jalan Allah dan mengikuti agama yang tidak dimaksudkan untuk membawa kesempitan, disertai perintah salat, zakat, dan berpegang kepada-Nya.

Kaitan dengan bait

Penguat umum kemudahan agama; rincian daftar mandi manasik dirujuk kepada syarah, bukan diklaim sebagai daftar literal ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa kata “melontar” tidak dibaca sebagai semua lontaran tanpa perincian?

Lihat pembahasan jawaban

Karena syarah membahas hari tasyrik dan memberikan rincian berbeda untuk Jamrah Aqabah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

دخول مكة

masuk Makkah

وقوف عرفة

wukuf di Arafah

والرمي

dan melontar

والمبيت بالمزدلفة

dan bermalam di Muzdalifah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

دُخُولُ مَكَّةَ وُقوفُ عَرَفَهْ

Buka penggal 2

والرَّمْيُ والمَبِيتُ بِالمُزْدَلِفَهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 173 — Mandi sunah dalam rangkaian hajiNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan