Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 175
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah mandi dan adabnya · Bait 175 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والغسل في الحمام
dan mandi di hammam
جاز للذكر
dibolehkan bagi laki-laki
مع ستر عورة
dengan menutup aurat
وغض للبصر
dan menundukkan pandangan
Terjemahan bait 175

Mandi di hammam dibolehkan bagi laki-laki dengan menutup aurat dan menundukkan pandangan.

Syarah · keterangan lengkap

Konteksnya fasilitas bersama

Pembahasan hammam muncul karena di pemandian umum terdapat kemungkinan tubuh terlihat atau bersentuhan dengan pengguna lain. Matan memberikan ketentuan untuk menjaga aurat dan pandangan. Ini bukan larangan mandi biasa, dan bukan pula izin fasilitas bersama tanpa privasi hanya karena disebut mandi. Situasi tempat harus dinilai sesuai unsur yang benar-benar ada.

Menjaga tubuh sendiri dan hak orang lain

Menutup aurat berarti melindungi bagian yang wajib ditutup dari orang yang tidak boleh melihatnya. Menundukkan pandangan berarti tidak sengaja melihat aurat orang lain. Kedua kewajiban tidak saling menggantikan: berpakaian sendiri tidak membenarkan menatap tubuh orang lain, dan menunduk tidak membuat boleh membuka aurat di hadapan orang yang terlarang melihatnya.

Aplikasi pada fasilitas masa kini

Ruang ganti, tempat mandi bersama, atau fasilitas sejenis perlu memberi perlindungan yang cukup. Pengguna dapat memilih bilik tertutup dan menjaga sikap sesuai ketentuan. Pembahasan juga meliputi sentuhan yang dilarang dalam syarah. Mandi yang secara teknis meratakan air tidak menghapus persoalan adab dan hak tubuh apabila pelaksanaannya melanggar ketentuan tersebut.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 56. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والغسل في الحمام جاز للذكر

الغسل mubtada; جاز beserta pelengkapnya menjadi keterangan kebolehan. في الحمام menerangkan tempat, للذكر pelaku yang dibicarakan.

مع ستر عورة وغض للبصر

مع memasukkan syarat keadaan. ستر عورة idhafah; غض disambungkan dan للبصر menjelaskan pandangan yang dijaga.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ستر

Akar
س ت ر
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar menutup atau melindungi dari pandangan.

غض

Akar
غ ض ض
Pola / bentuk
فَعْل dengan idgham

Masdar menahan atau menundukkan, di sini pandangan.

Hubungan bait

Hammam disebut pada bait 174 lalu dibahas ketentuannya. Bait 176 menjelaskan keadaan perempuan dan bait 177 hak pengelola fasilitas.

Intisari & faedah
  1. Menutup aurat sendiri dan menjaga pandangan terhadap orang lain adalah dua kewajiban yang berjalan bersama.
  2. Hammam di sini berkaitan dengan fasilitas pemandian bersama.
Contoh penerapan

Keadaan

Fasilitas mandi menyediakan bilik tertutup dan area ganti bersama.

Cara memahami

Pengguna menjaga aurat serta pandangan pada kedua tempat tersebut.

Batas penerapan

Keabsahan pembasuhan tidak menghapus larangan melanggar privasi orang lain.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

An-Nur 24:30

Teks lengkap ayat. Inti makna Indonesia adalah ringkasan penyusun; rincian penerapan dibaca pada kaitan dengan bait.

Baca teks ayat

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Inti makna

Orang beriman diperintahkan menjaga pandangan dan kehormatan. Itu lebih menyucikan mereka, dan Allah mengetahui perbuatan mereka.

Kaitan dengan bait

Ayat memerintahkan orang beriman menjaga pandangan dan kehormatan; menjadi penguat langsung prinsip privasi yang dibahas.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah menutup aurat sendiri membolehkan melihat aurat pengguna lain?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Menjaga tubuh sendiri dan pandangan terhadap orang lain merupakan tuntutan yang berbeda dan sama-sama diperhatikan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والغسل في الحمام

dan mandi di hammam

جاز للذكر

dibolehkan bagi laki-laki

مع ستر عورة

dengan menutup aurat

وغض للبصر

dan menundukkan pandangan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والغُسْلُ في الحَمَّامِ جازَ للذَّكَرْ

Buka penggal 2

مَعْ سَتْرِ عَوْرَةٍ وغَضٍّ للبَصَرْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 175 — Privasi dan pandangan di pemandian umumNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan