Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 177
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah mandi dan adabnya · Bait 177 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وقبل أن يدخل
dan sebelum masuk
يعطي أجرته
ia memberikan upahnya
ولم يجاوز في اغتسال حاجته
dan dalam mandi tidak melampaui kebutuhannya
Terjemahan bait 177

Sebelum masuk, ia memberikan upahnya; dan dalam mandi tidak melampaui kebutuhannya.

Syarah · keterangan lengkap

Kejelasan hak fasilitas

Syarah mengajarkan pembayaran sebelum menggunakan hammam untuk menghilangkan ketidakjelasan yang dapat mengganggu kerelaan pengelola. Tujuannya menghormati hak atas layanan yang dipakai. Pada bentuk layanan modern, jumlah, cara, dan waktu pembayaran mengikuti kesepakatan yang sah serta aturan yang diketahui, bukan mengabaikan tagihan karena merasa aktivitasnya ibadah.

Tidak menggunakan air sesuka hati

Pemakaian dibatasi pada kebutuhan karena air dan fasilitas melibatkan hak orang lain. Larangan ini dapat lebih kuat daripada kemakruhan berlebihan ketika memakai air milik sendiri yang disebut pada bait 139. Membayar layanan tidak otomatis memberi hak membuang air tanpa batas, merusak peralatan, atau menghalangi giliran pengguna lain.

Menerapkan tujuan secara sederhana

Baca ketentuan fasilitas, gunakan air secukupnya hingga bersih, dan tunaikan biaya yang menjadi kewajiban. Jika mandi wajib, pemerataan tetap dipenuhi; penghematan bukan alasan meninggalkan bagian tubuh kering. Pengarang menutup bab dengan menautkan ibadah pribadi kepada tanggung jawab sosial, sehingga kesucian dan penghormatan hak berjalan bersama.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 56. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وقبل أن يدخل يعطي أجرته

قبل zharaf yang disandarkan kepada masdar takwil أن يدخل. يعطي fi‘il dengan أجرته sebagai objek pembayaran.

ولم يجاوز في اغتسال حاجته

لم menjazmkan يجاوز. حاجته objek yang menunjukkan batas kebutuhan; في اغتسال menerangkan konteks penggunaan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أجرته

Akar
أ ج ر
Pola / bentuk
فُعْلَة dalam أُجْرَة

Isim untuk upah atau biaya layanan, disandarkan kepada dhamir ه.

يجاوز

Akar
ج و ز
Pola / bentuk
يُفَاعِلُ

Mudhari‘ dari جاوز, melewati atau melampaui batas.

Hubungan bait

Adab hammam pada bait 175–176 ditutup dengan hak pengelola. Hubungkan pembatasan air dengan bait 133 dan 139 sebelum beralih ke tayamum.

Intisari & faedah
  1. Pemakaian fasilitas mandi tetap terikat hak dan kesepakatan layanan.
  2. Membayar tidak otomatis membolehkan pemborosan atau kerusakan.
Contoh penerapan

Keadaan

Pengguna merasa bebas membiarkan keran mengalir karena telah membayar tiket.

Cara memahami

Ia memahami bahwa pembayaran berlaku menurut pemakaian yang disepakati dan wajar.

Batas penerapan

Penghematan tetap harus memenuhi pemerataan pada mandi wajib.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-A‘raf 7:31

Teks lengkap ayat. Inti makna Indonesia adalah ringkasan penyusun; rincian penerapan dibaca pada kaitan dengan bait.

Baca teks ayat

۞ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Inti makna

Allah memerintahkan pakaian yang layak dalam ibadah, membolehkan makan dan minum, serta melarang berlebihan; Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

Kaitan dengan bait

Larangan berlebihan menjadi penguat umum; hak pemilik fasilitas memberi rincian tanggung jawab tambahan dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah membayar biaya masuk berarti boleh menggunakan air tanpa batas kebutuhan?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Penggunaan tetap terikat kebutuhan, kesepakatan, dan hak pengelola serta pengguna lain.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وقبل أن يدخل

dan sebelum masuk

يعطي أجرته

ia memberikan upahnya

ولم يجاوز في اغتسال حاجته

dan dalam mandi tidak melampaui kebutuhannya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وقَبلَ أن يدخُلَ يُعطِي أُجرَتَهْ

Buka penggal 2

ولم يُجَاوِزْ في اغتِسَالٍ حاجَتَه

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 177 — Hak pengelola pemandian dan batas pemakaian airNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan