Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 179
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Syarat dan rukun tayamum · Bait 179 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وشرطه خوف
dan syaratnya kekhawatiran yang beralasan
من استعمال ما
dari penggunaan air
أو فقد ماء
atau tidak adanya air
فاضل عن الظما
yang melebihi kebutuhan mengatasi haus
Terjemahan bait 179

Syaratnya ialah kekhawatiran yang beralasan dari penggunaan air, atau tidak adanya air yang melebihi kebutuhan mengatasi haus.

Syarah · keterangan lengkap

Takut yang mempunyai dasar

Kekhawatiran yang dibahas ialah bahaya yang diperhitungkan dari penggunaan air, seperti memperburuk sakit atau menimbulkan kerusakan yang nyata menurut penilaian yang layak. Ia tidak sama dengan rasa kurang nyaman ringan atau dugaan tanpa dasar. Keadaan dapat diketahui melalui pengalaman yang dapat dipercaya maupun penilaian orang yang kompeten sesuai perinciannya.

Air minum tidak dihabiskan untuk bersuci

Air yang diperlukan untuk kebutuhan minum diri atau pihak yang wajib dilindungi tidak dianggap tersedia bebas untuk bersuci. Karena itu, tidak adanya air yang berlebih dari kebutuhan penting termasuk alasan yang dibahas. Pembaca memisahkan air yang benar-benar dapat dipakai dari air yang secara fisik ada tetapi diperlukan bagi keselamatan dan kebutuhan yang diakui.

Tidak ada secara hukum dan secara nyata

Syarah juga membahas hambatan memperoleh air, seperti bahaya pencarian atau tuntutan yang melampaui ketentuan. Semua ini memerlukan ukuran yang sesuai; tidak setiap jarak atau harga langsung menjadi alasan. Pelajaran utamanya ialah menilai akses air secara utuh. Bila air aman dan tersedia sesuai syarat, kewajiban penggunaannya tidak dihapus hanya karena tayamum terasa lebih mudah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 58. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وشرطه خوف من استعمال ما

شرطه mubtada dan خوف khabar. من استعمال ماء menerangkan sumber kekhawatiran; ما ejaan ringkas ماء dalam nazam.

أو فقد ماء فاضل عن الظما

فقد disambungkan sebagai alasan lain. ماء mudhaf ilaih, فاضل sifat, وعن الظمأ menerangkan kelebihan setelah kebutuhan minum.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

استعمال

Akar
ع م ل
Pola / bentuk
اِسْتِفْعَال

Masdar dari استعمل, menggunakan.

فاضل

Akar
ف ض ل
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il yang di sini berarti tersisa atau berlebih dari kebutuhan yang didahulukan.

Hubungan bait

Bait 178 mengenalkan rukhsah; bait ini menjelaskan alasan penggunaan. Waktu, pencarian, dan bahan diteruskan pada bait 180.

Intisari & faedah
  1. Uzur karena bahaya penggunaan air memerlukan dasar yang diperhitungkan.
  2. Air untuk kebutuhan minum yang penting tidak dihabiskan untuk bersuci.
Contoh penerapan

Keadaan

Dalam perjalanan, air yang ada hanya mencukupi kebutuhan minum yang harus dijaga.

Cara memahami

Pembaca menilai bahwa air tersebut tidak otomatis dianggap berlebih untuk wudu atau mandi.

Batas penerapan

Tidak memakai alasan ini bila air yang aman dan cukup sebenarnya tersedia sesuai ketentuan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Maaida 5:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Inti makna

Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.

Kaitan dengan bait

Ayat menghubungkan sakit dan tidak adanya air dengan tayamum serta menegaskan tujuan kemudahan bersuci.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah setiap air yang secara fisik dibawa selalu wajib dihabiskan untuk bersuci?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Kebutuhan minum dan kepentingan yang diakui harus diperhatikan sebelum menilai air sebagai tersedia untuk bersuci.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وشرطه خوف

dan syaratnya kekhawatiran yang beralasan

من استعمال ما

dari penggunaan air

أو فقد ماء

atau tidak adanya air

فاضل عن الظما

yang melebihi kebutuhan mengatasi haus

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وشَرْطُهُ خَوفٌ من استعمالِ ما

Buka penggal 2

أو فَقدُ ماءٍ فاضِلٍ عنِ الظَّمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 179 — Uzur memakai air dan kebutuhan minumNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan