Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 180
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Syarat dan rukun tayamum · Bait 180 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
دخول وقت
masuknya waktu
وسؤال ظاهر
dan pencarian atau pertanyaan yang nyata
لفاقد الماء
bagi orang yang tidak mendapat air
تراب طاهر
tanah yang suci
Terjemahan bait 180

Masuknya waktu, pencarian yang nyata bagi orang yang tidak mendapat air, serta tanah yang suci.

Syarah · keterangan lengkap

Masuk waktu ibadah yang dituju

Tayamum dalam mazhab ini terkait kebutuhan ibadah pada waktunya. Karena itu, untuk salat fardu, waktu salat yang hendak dilakukan harus telah masuk sebelum tayamum. Ketentuan ini berbeda dari wudu biasa yang dapat dilakukan sebelum waktu. Salat sunah yang memiliki waktu atau sebab juga dibaca sesuai perincian, bukan digabung dalam satu aturan waktu yang serampangan.

Pencarian sesuai keadaan

Orang yang belum mengetahui ketiadaan air perlu melakukan pencarian atau bertanya menurut ukuran yang wajar dan aman. Jika sudah yakin air memang tidak ada, pencarian kosong yang tidak mungkin menghasilkan apa-apa tidak dituntut seperti keadaan belum tahu. Batas jarak, keselamatan, teman perjalanan, dan hak orang lain diperhatikan dalam syarah; pencarian bukan izin membahayakan diri.

Bahan bukan sembarang serbuk

Matan mensyaratkan tanah yang suci sebagai bahan tayamum menurut mazhab yang dibahas. Tepung, abu, atau serbuk benda lain tidak otomatis menjadi pengganti hanya karena tampak berdebu. Rincian debu tanah serta bahan yang telah dipakai disampaikan pada bait 181. Semua syarat dibaca bersama: waktu yang benar tidak menggantikan bahan yang benar, begitu pula sebaliknya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 58. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

دخول وقت وسؤال ظاهر

دخول وقت dan سؤال ظاهر melanjutkan daftar syarat pada bait 179. ظاهر sifat yang menekankan pencarian yang dilakukan secara nyata sesuai keadaan.

لفاقد الماء تراب طاهر

لفاقد الماء berkaitan dengan pencarian bagi orang yang tidak mendapati air. تراب طاهر menambah syarat bahan, dengan طاهر sebagai sifat.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

فاقد

Akar
ف ق د
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari فقد, orang yang tidak mendapati sesuatu.

طاهر

Akar
ط ه ر
Pola / bentuk
فَاعِل

Sifat suci; pada tayamum dibaca bersama syarat tanah yang dapat menyucikan.

Hubungan bait

Uzur pada bait 179 dilengkapi waktu, usaha mencari, dan bahan. Bait 181 memperinci tanah, kemudian bait 182–184 menjelaskan rukun.

Intisari & faedah
  1. Tayamum salat fardu dilakukan setelah waktunya masuk dalam ketentuan mazhab ini.
  2. Pencarian air menyesuaikan pengetahuan dan keselamatan; bahannya bukan sembarang serbuk.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar ingin tayamum untuk Zuhur sebelum waktu Zuhur masuk.

Cara memahami

Ia menunggu masuk waktu dan memeriksa uzur serta bahan sesuai syarat.

Batas penerapan

Tidak menyamakan ketentuan waktu tayamum dengan wudu biasa.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS An-Nisaa 4:43

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Inti makna

Ayat menjelaskan beberapa ketentuan keadaan ketika mendekati salat dan keringanan tayamum saat memenuhi sebabnya.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut tidak mendapat air dan menggunakan sha‘id yang baik; rincian waktu, pencarian, dan jenis bahan dijelaskan syarah mazhab.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah tepung dapat dipakai hanya karena berbentuk serbuk halus?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Bahan tayamum mempunyai ketentuan tanah yang suci dan menyucikan; bentuk serbuk saja tidak cukup.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

دخول وقت

masuknya waktu

وسؤال ظاهر

dan pencarian atau pertanyaan yang nyata

لفاقد الماء

bagi orang yang tidak mendapat air

تراب طاهر

tanah yang suci

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

دخولُ وقتٍ وسؤالٌ ظاهِرُ

Buka penggal 2

لفاقِدِ الماءِ ترابٌ طَاهِرُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 180 — Waktu, pencarian air, dan tanah yang suciNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan