Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 183
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Syarat dan rukun tayamum · Bait 183 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وقصده
dan menyengaja tanah itu
ونية استباح فرض
dan niat memperoleh kebolehan fardu
أو الصلاة
atau salat
وانمساح
serta pengusapan
Terjemahan bait 183

Menyengaja tanah itu, berniat memperoleh kebolehan fardu atau salat, serta mengusap—

Syarah · keterangan lengkap

Maksud bahan dan niat ibadah

Menyengaja mengambil debu berbeda dari sekadar tersentuh tanah saat bekerja. Niat tayamum mengarahkan tindakan itu untuk memperoleh kebolehan ibadah yang memerlukan bersuci. Syarah menjelaskan penyertaannya saat pemindahan debu hingga awal usapan. Seperti niat lain, inti maksud berada dalam hati, bukan kemampuan melafalkan satu rumus Arab tertentu.

Istibahah, bukan menghapus semua keadaan hadas

Dalam kerangka mazhab ini, tayamum memberi kebolehan ibadah sesuai ketentuan uzur; ia tidak dipahami sama persis dengan air yang mengangkat hadas. Karena itu, niatnya diarahkan kepada istibahah, yakni memperoleh izin ibadah. Perbedaan ini menjelaskan pembaruan tayamum untuk setiap fardu pada bait 192 dan akibat ketika air dapat digunakan kembali.

Tingkat niat menentukan cakupan

Niat untuk fardu membolehkan pelaksanaan fardu sesuai batasnya serta ibadah sunah yang tercakup. Niat yang hanya untuk sunah tidak otomatis memberikan kebolehan fardu. Ungkapan salat dalam bait harus dibaca dengan perincian tingkat niat ini, bukan sebagai izin semua ibadah tanpa batas. Kata pengusapan pada akhir bait bersambung dengan anggota yang disebut pada bait 184.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 58. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وقصده ونية استباح فرض

قصده menyambung daftar kewajiban; ه kembali kepada tanah. نية استباح فرض merupakan susunan idhafah, dengan استباح bentuk ringkas استباحة dalam nazam.

أو الصلاة وانمساح

الصلاة disambungkan sebagai ibadah yang dimaksud menurut tingkat niatnya. انمساح masdar yang menunggu objek/cakupan pada bait berikut.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

استباح

Akar
ب و ح
Pola / bentuk
اِسْتِفْعَال dengan i‘lal dalam استباحة

Masdar memperoleh kebolehan melakukan sesuatu; bentuk nazam diringkas.

انمساح

Akar
م س ح
Pola / bentuk
اِنْفِعَال

Masdar yang menunjuk terlaksananya pengusapan.

Hubungan bait

Pemindahan pada bait 182 harus disertai maksud dan niat. Anggota usapan diteruskan pada bait 184, sedangkan batas satu fardu pada bait 192.

Intisari & faedah
  1. Niat tayamum diarahkan kepada kebolehan ibadah sesuai ketentuan uzur.
  2. Niat sunah saja tidak otomatis mencakup fardu.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar bertayamum hanya dengan maksud salat sunah lalu hendak memakai tayamum itu untuk fardu.

Cara memahami

Ia memeriksa tingkat niat dan ketentuan pembaruan tayamum.

Batas penerapan

Jangan menyamakan semua maksud ibadah tanpa melihat cakupannya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Hadis niat menguatkan bahwa maksud pelaku menentukan amal; tingkat istibahah tayamum diperinci dalam fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa arti istibahah dalam pembahasan tayamum?

Lihat pembahasan jawaban

Memperoleh kebolehan menjalankan ibadah tertentu dengan ketentuan uzur dan batas tayamum yang berlaku.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وقصده

dan menyengaja tanah itu

ونية استباح فرض

dan niat memperoleh kebolehan fardu

أو الصلاة

atau salat

وانمساح

serta pengusapan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وقَصْدُهُ ونِيَّةُ استباحِ

Buka penggal 2

فَرضٍ أو الصلاةِ و انمِسَاحِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 183 — Maksud mengambil debu dan niat istibahahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan