Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 185
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah dan pembatal tayamum · Bait 185 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وسن تفريج
dan disunahkan merenggangkan jari
وأن يبسملا
dan membaca basmalah
وقدم اليمنى
dan dahulukan kanan
وخلل والولا
dan selalah jari serta berkesinambungan
Terjemahan bait 185

Disunahkan merenggangkan jari, membaca basmalah, mendahulukan kanan, menyela jari, dan berkesinambungan.

Syarah · keterangan lengkap

Mengambil debu secukupnya

Merenggangkan jari saat mengambil debu membantu tangan memperoleh bahan yang mencukupi untuk usapan. Anjuran ini tidak berarti harus menempelkan gumpalan tanah tebal atau menepuk keras. Debu yang sedikit namun memenuhi syarat lebih sesuai daripada bahan berlebihan yang mengotori wajah dan mengganggu pengguna. Bait 187 akan menegaskan batas banyaknya debu.

Basmalah, kanan, dan sela jari

Basmalah menjadi pembuka, tangan kanan didahulukan, dan sela jari diperhatikan. Jika debu tidak mencapai bagian wajib tanpa penyelaan tertentu, tindakan itu diperlukan untuk memenuhi pemerataan; daftar sunah tidak membolehkan meninggalkan bagian wajib. Ketika pemerataan sudah tercapai, cara menyela yang disebut merupakan penyempurna sebagaimana dalam wudu.

Menyambung usapan dan ibadah

Kesinambungan membantu rangkaian tayamum tidak terputus panjang dan diikuti ibadah yang dituju menurut adabnya. Muwalat ini dibedakan dari tertib wajah lalu tangan yang wajib pada bait 184. Membaca keduanya bersama mencegah anggapan bahwa semua jeda kecil membatalkan atau bahwa urutan anggota boleh diabaikan karena daftar berikutnya berisi sunah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 59. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وسن تفريج وأن يبسمل

سُنّ pasif, تفريج نائب فاعل. أن يبسمل masdar takwil yang disambungkan sebagai kesunahan membaca basmalah.

وقدم اليمنى وخلل والولا

قدم وخلل adalah perintah; اليمنى objek. الولا menyambung daftar dengan makna kesinambungan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تفريج

Akar
ف ر ج
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar dari فرّج, membuka jarak atau merenggangkan.

يبسمل

Akar
ب س م ل
Pola / bentuk
يُفَعْلِلُ

Fi‘il rubai hasil pembentukan dari ungkapan basmalah: membaca bismillah.

Hubungan bait

Rukun pada bait 182–184 dilengkapi sunah. Ketentuan cincin pada bait 186 menunjukkan kapan sarana pemerataan menjadi wajib.

Intisari & faedah
  1. Sunah cara menyela tidak menghapus kewajiban meratakan usapan.
  2. Muwalat sebagai penyempurna dibedakan dari tertib dua anggota yang wajib.
Contoh penerapan

Keadaan

Debu belum mencapai sela jari saat mengusap tangan.

Cara memahami

Pelajar memastikan bagian wajib tercakup dengan cara yang sesuai.

Batas penerapan

Tidak meninggalkan bagian itu dengan alasan penyelaan disebut dalam daftar sunah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 168

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Inti makna

Nabi menyukai mendahulukan kanan ketika memakai alas kaki, merapikan rambut, dan bersuci. Penerapannya dibaca bersama pengecualian menurut jenis kegiatan.

Kaitan dengan bait

Riwayat kanan menjadi penguat adab bersuci; rincian tayamum dibahas syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan tertib dengan muwalat dalam rangkaian ini?

Lihat pembahasan jawaban

Tertib ialah urutan wajah lalu tangan; muwalat ialah kesinambungan pelaksanaan tanpa jeda panjang menurut ketentuannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وسن تفريج

dan disunahkan merenggangkan jari

وأن يبسملا

dan membaca basmalah

وقدم اليمنى

dan dahulukan kanan

وخلل والولا

dan selalah jari serta berkesinambungan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وسُنَّ تَفريجٌ وأن يُبَسمِلا

Buka penggal 2

وقَدِّمِ اليُمنى وخَلِّلْ والوِلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 185 — Sunah saat mengambil debu dan mengusapNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan