Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Iman, niat, dan amal · Bait 19 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- فصحح النية
- maka benarkanlah niat
- قبل العمل
- sebelum amal
- وائت بها
- dan hadirkanlah ia
- مقرونة بالأول
- bersamaan dengan permulaannya
Terjemahan bait 19
Maka benarkanlah niat sebelum beramal, dan hadirkanlah niat itu beriringan dengan permulaannya.
Syarah · keterangan lengkap
Persiapan dan pelaksanaan
Sebelum beramal, seseorang menata tujuan: untuk siapa dan sesuai tuntunan apa ia melakukannya. Ketika amal dimulai, maksud itu menyertai tindakan. Dua tahap ini saling melengkapi. Menyiapkan niat sejak jauh hari baik, tetapi beberapa ibadah mempunyai ketentuan khusus tentang kapan niat harus ada.
Tidak semua ibadah memiliki waktu niat yang sama
Pada wudu menurut mazhab Syafi‘i, niat disertakan ketika mulai membasuh bagian wajah yang wajib. Pada salat, niat berkaitan dengan takbiratul ihram. Puasa wajib mempunyai ketentuan niat malam hari sebelum fajar. Karena itu, kalimat umum bait harus dibaca bersama rincian setiap bab; ia tidak dimaksudkan menghapus perbedaan waktu niat yang ditetapkan bagi masing-masing ibadah.
Niat bukan perlombaan melafalkan
Tempat niat adalah hati. Lafaz yang diajarkan dalam pembelajaran dapat membantu, tetapi mengucapkannya tanpa maksud batin tidak menggantikan niat. Sebaliknya, orang yang memahami ibadah yang sedang dimulainya tidak perlu mengulang lafaz berkali-kali hanya karena ragu pada ketepatan bunyi. Contohnya, orang yang berdiri untuk salat Zuhur dengan sadar mengetahui salat yang akan dikerjakan. Ia menjaga ketentuan niat dengan wajar, lalu melanjutkan ibadah tanpa mengikuti keraguan yang tidak berdasar.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 10. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
فصحح النية قبل العمل
صحّحْ fi‘il amr; pelakunya أنت. النيةَ objek manshub. قبلَ zharaf waktu dan العملِ mudhaf ilaih, menunjukkan pembenahan tujuan sebelum melakukan amal.
وائت بها مقرونة بالأول
ائتِ fi‘il amr dari أتى; bentuk perintahnya dibangun dengan membuang huruf lemah. بها terkait dengan ائت, dan ها kembali kepada niat. مقرونةً hal: hadirkan niat dalam keadaan menyertai awal amal. بالأول melengkapi مقرونة.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait 18 menjelaskan pentingnya niat. Bait ini menjelaskan persiapan dan penyertaan niat pada awal amal; bait 20 melanjutkan pemeliharaannya.
Intisari & faedah
- Niat disiapkan sebelum amal lalu disertakan pada tempatnya.
- Ketentuan waktu niat tiap ibadah tetap dipelajari dalam babnya.
Contoh penerapan
Keadaan
Sebelum salat, pelajar menenangkan diri dan memastikan tujuan ibadahnya.
Cara memahami
Ia menghadirkan niat sesuai ketentuan salat ketika memulai ibadah.
Batas penerapan
Kalimat umum dalam bait tidak mengganti rincian niat puasa, zakat, dan ibadah lain yang berbeda.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Inti makna
Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.
Kaitan dengan bait
Hadis niat menerangkan hubungan amal dengan tujuan; rincian waktu niat dijelaskan fikih setiap ibadah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Kata مقرونة menerangkan keadaan siapa atau apa?
Lihat pembahasan jawaban
Keadaan niat yang ditunjuk oleh ها pada بها: niat dihadirkan dalam keadaan menyertai awal amal.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
فصحح النية
maka benarkanlah niat
قبل العمل
sebelum amal
وائت بها
dan hadirkanlah ia
مقرونة بالأول
bersamaan dengan permulaannya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
فصَحِّحِ النِّيَّةَ قبلَ العمل
Buka penggal 2
وائْتِ بها مَقرُونَةً بِالأول
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 19 — Membenahi niat dan menyertakannya pada awal amalNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.