Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 195
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Uzur, balutan, dan ketiadaan alat bersuci · Bait 195 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وجنبا خيره
dan bagi orang junub, berikan pilihan
أن يقدما الغسل
untuk mendahulukan pembasuhan
أو يقدم التيمما
atau mendahulukan tayamum
Terjemahan bait 195

Bagi orang junub, berikan pilihan untuk mendahulukan pembasuhan atau mendahulukan tayamum.

Syarah · keterangan lengkap

Kasus gabungan bersuci

Syarah menguraikan orang yang mempunyai bagian sakit tanpa penutup, sehingga bagian sehat dibasuh dan tayamum dilakukan untuk bagian yang tidak dapat terkena air menurut uzurnya. Prinsip urutan juga membantu memahami gabungan tindakan pada pembahasan sebelumnya. Yang dibahas bukan memilih air atau tayamum lalu meninggalkan salah satunya, melainkan memilih mana yang didahulukan.

Mandi tidak mewajibkan tertib seluruh badan

Karena hadasnya besar, kewajiban mandi tidak ditata dengan urutan empat anggota wudu. Oleh sebab itu, pembasuhan bagian sehat dapat mendahului tayamum atau sebaliknya sesuai perincian ini. Kebolehan urutan tidak mengubah rukun tayamum sendiri: saat bertayamum, wajah tetap diusap sebelum tangan. Dua jenis urutan tersebut perlu dibedakan.

Tetap melaksanakan bagian yang mampu

Bagian sehat yang dapat dibasuh tidak ditinggalkan hanya karena ada satu bagian sakit. Sebaliknya, bagian yang nyata tidak aman terkena air tidak dipaksa. Pengetahuan batas luka dan kemampuan memakai air menjadi dasar penerapan. Jika keadaan sakit rumit, gambarkan lokasi, jenis penutup, dan hambatan dengan jelas ketika meminta penjelasan agar aturan urutannya sesuai kasus.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 61. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وجنبا خيره

جنبا objek yang didahulukan dalam konstruksi penegasan, diterangkan kembali oleh ه pada خيّره. Perintahnya memberi pilihan kepada orang junub.

أن يقدما الغسل أو يقدم التيمما

أن dengan fi‘il membentuk isi pilihan. الغسل والتيمم objek yang dapat didahulukan; alif akhir mengikuti rima.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

خيره

Akar
خ ي ر
Pola / bentuk
فَعِّلْ + dhamir

Perintah dari خيّر: berilah pilihan; ه menunjuk orang yang dibahas.

يقدم

Akar
ق د م
Pola / bentuk
يُفَعِّلُ

Mudhari‘ dari قدّم, menempatkan lebih dahulu.

Hubungan bait

Gabungan air dan tayamum pada bait 193–194 memerlukan aturan urutan. Hadas besar di sini dibedakan dari hadas kecil pada bait 196.

Intisari & faedah
  1. Pilihan menyangkut urutan, bukan izin meninggalkan pembasuhan atau tayamum yang diperlukan.
  2. Tidak adanya tertib mandi tidak menghapus tertib dalam tayamum itu sendiri.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang junub mempunyai satu bagian luka yang tidak aman dibasuh, sedangkan bagian sehat dapat terkena air.

Cara memahami

Ia melaksanakan pembasuhan bagian sehat dan tayamum dengan pilihan urutan yang diterangkan.

Batas penerapan

Tidak memaknai pilihan sebagai boleh hanya melakukan salah satu tindakan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Maaida 5:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Inti makna

Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.

Kaitan dengan bait

Dasar bersuci dari janabah dan rukhsah karena sakit; cara menggabungkan tindakan diperinci dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa yang boleh dipilih pada bait ini: salah satu cara atau urutan dua tindakan yang diperlukan?

Lihat pembahasan jawaban

Urutannya. Pembasuhan bagian sehat dan tayamum yang diperlukan tetap dijalankan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وجنبا خيره

dan bagi orang junub, berikan pilihan

أن يقدما الغسل

untuk mendahulukan pembasuhan

أو يقدم التيمما

atau mendahulukan tayamum

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وجُنُبَا خَيِّرْهُ أَن يُقَدِّمَا

Buka penggal 2

الغُسْلَ أو يُقَدِّمَ التَّيَمُّمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 195 — Urutan air dan tayamum bagi orang junub yang terlukaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan