Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Uzur, balutan, dan ketiadaan alat bersuci · Bait 198 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- عن حدث أو عن جنابة
- baik dari hadas kecil maupun janabah
- وقيل
- dan ada pendapat
- يعيد محدث لما بعد العليل
- orang berhadas kecil mengulangi bagian setelah anggota sakit
Terjemahan bait 198
Baik dari hadas kecil maupun janabah. Ada pendapat: orang berhadas kecil mengulangi pembasuhan anggota setelah bagian yang sakit.
Syarah · keterangan lengkap
Cakupan aturan sebelumnya
Awal bait menyelesaikan bait 197: pembaruan tayamum saja pada keadaan tanpa hadas baru berlaku untuk gabungan bersuci dari hadas kecil maupun besar menurut pendapat yang didahulukan. Pembasuhan yang telah dilakukan pada bagian sehat tidak otomatis hilang setiap kali satu fardu selesai. Inilah kaitan antara keabsahan pembasuhan sebelumnya dan batas penggunaan tayamum.
Makna kata qila
Qila berarti ada pendapat yang menyatakan. Di sini disebut pendapat lain bahwa orang berhadas kecil mengulangi pembasuhan anggota sesudah anggota sakit ketika tayamum diperbarui. Alasannya berkaitan dengan tertib wudu. Pengarang menandai perbedaan itu, sehingga pembaca tidak seharusnya meratakan keduanya menjadi satu perintah pasti atau menyatakan tidak pernah ada pendapat lain.
Belajar mengikuti susunan pendapat
Untuk memahami matan, kenali mana uraian yang didahulukan dan mana yang diperkenalkan sebagai pendapat alternatif. Penerapan praktis mengikuti bimbingan mazhab yang konsisten, bukan berganti bagian yang paling ringan tanpa memahami hubungannya. Pada hadas besar, alasan tertib wudu tidak berlaku dengan cara yang sama karena mandi tidak mewajibkan urutan seluruh badan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 61. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
عن حدث أو عن جنابة
Kedua jar-majrur melengkapi tayamum pada bait sebelumnya dan memasukkan dua kategori hadas.
وقيل يعيد محدث لما بعد العليل
قيل fi‘il pasif yang memperkenalkan pendapat lain. يعيد fi‘il dan محدث fa‘il; لما بعد العليل menunjuk pembasuhan anggota sesudah bagian sakit.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini menyelesaikan kasus pembaruan pada bait 197. Perbedaan hadas besar dan kecil kembali kepada urutan pada bait 195–196.
Intisari & faedah
- Qila menandai pendapat lain, bukan selalu kewajiban tambahan pada pendapat sebelumnya.
- Alasan tertib wudu tidak diterapkan sama kepada mandi seluruh badan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar menemukan dua cara dalam bait 197–198 dan mengira keduanya harus digabung sebagai kewajiban.
Cara memahami
Ia membaca penanda qila untuk memahami adanya perbedaan pendapat.
Batas penerapan
Tidak menghapus perbedaan dari penjelasan atau mencampurkannya tanpa dasar.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Maaida 5:6
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Inti makna
Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.
Kaitan dengan bait
Ayat memberi dasar bersuci; perbedaan rincian pembaruan ini merupakan pembahasan fikih, bukan dua bunyi ayat yang saling bertentangan.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa fungsi kata qila dalam bait ini?
Lihat pembahasan jawaban
Memperkenalkan pendapat lain tentang mengulang pembasuhan setelah anggota sakit, berbeda dari pendapat yang didahulukan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
عن حدث أو عن جنابة
baik dari hadas kecil maupun janabah
وقيل
dan ada pendapat
يعيد محدث لما بعد العليل
orang berhadas kecil mengulangi bagian setelah anggota sakit
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
عن حَدَثٍ أو عن جنابَةٍ وقيل
Buka penggal 2
يُعيدُ مُحدِثٌ لما بعد العليل
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 198 — Pendapat utama dan pendapat lain tentang pembasuhan ulangNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.