Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Mukadimah dan adab ilmu · Bait 2 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثم
- kemudian
- صلاة الله
- selawat Allah
- مع سلامي
- beserta salamku
- على النبي
- atas Nabi
- المصطفى
- yang terpilih
- التهامي
- yang berasal dari wilayah Tihamah
Terjemahan bait 2
Kemudian selawat Allah beserta salamku, atas Nabi yang terpilih, yang dinisbahkan kepada Tihamah.
Syarah · keterangan lengkap
Hubungan dengan bait pertama
Sesudah memuji Allah, pengarang memohonkan selawat dan menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad. Urutan ini mencerminkan pengakuan bahwa Allah sumber petunjuk, sedangkan Nabi adalah utusan yang mengajarkannya kepada umat. Bait kedua belum menyebut nama Muhammad secara langsung; namanya baru dijelaskan dalam bait ketiga. Karena itu, kedua bait tersebut perlu dibaca sebagai rangkaian kalimat.
Arti selawat dan salam
Kata shalah tidak selalu berarti salat dengan berdiri, rukuk, dan sujud. Ketika disandarkan kepada Allah, maknanya adalah pemuliaan dan rahmat khusus kepada Nabi; ketika seorang mukmin berselawat, ia berdoa agar Allah melimpahkan kemuliaan itu. Salam merupakan doa keselamatan dan penghormatan. Perintah berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi terdapat dalam Al-Qur’an, surah al-Ahzab ayat 56.
Dua sebutan Nabi
Al-Mushthafa berarti yang dipilih Allah, sedangkan at-Tihami adalah nisbah kepada Tihamah, kawasan yang meliputi wilayah Makkah. Nisbah ini menunjukkan hubungan tempat, bukan nama nabi lain. Membaca bait dapat diiringi kebiasaan berselawat dengan penuh penghormatan dan meneladani akhlak Nabi. Menghafal gelar tanpa mengikuti ajarannya belum memenuhi tujuan pengantar kitab yang menekankan hubungan ilmu dengan amal.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 5. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثم صلاة الله مع سلامي
ثم huruf penghubung yang memberi urutan. صلاةُ mubtada dan اللهِ mudhaf ilaih. معَ merupakan zharaf yang mengandung makna kebersamaan; سلامِ mudhaf ilaih, sedangkan ي menunjukkan salam pengarang.
على النبي المصطفى التهامي
على huruf jar; النبي majrur. Rangkaian ini melengkapi khabar bagi صلاة. المصطفى dan التهامي menjadi sifat Nabi; tanda jar المصطفى diperkirakan pada alif akhirnya, sementara التهامي mengikuti jar kata yang disifatinya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Selawat dan salam menyambung hamdalah bait 1. Nama Muhammad dan sebutan bagi sahabat serta keluarga pada bait 3 masih melanjutkan rangkaian kepada siapa selawat itu ditujukan.
Intisari & faedah
- Selawat dan salam merupakan bagian adab memulai pembelajaran.
- المصطفى adalah sifat Nabi; التهامي merupakan nisbah tempat.
Contoh penerapan
Keadaan
Pembaca berhenti setelah bait 2 lalu memulai bait 3 sebagai kalimat yang tidak berkaitan.
Cara memahami
Saat mengulang, ia menyambungkan pada النبي dengan محمد pada bait berikutnya.
Batas penerapan
Batas bait dalam puisi tidak selalu merupakan akhir satu kalimat.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Ahzaab 33:56
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Inti makna
Allah dan para malaikat berselawat kepada Nabi; orang beriman diperintahkan berselawat dan mengucapkan salam kepada beliau.
Kaitan dengan bait
Ayat memerintahkan orang beriman berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah ي pada سلامي dan ya akhir التهامي mempunyai fungsi yang sama?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Pada سلامي, ya adalah kata ganti pengarang: salamku. Pada التهامي, ya adalah penanda nisbah kepada Tihamah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثم
kemudian
صلاة الله
selawat Allah
مع سلامي
beserta salamku
على النبي
atas Nabi
المصطفى
yang terpilih
التهامي
yang berasal dari wilayah Tihamah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثمَّ صلاةُ اللهِ مَعْ سلامِي
Buka penggal 2
على النَّبي المُصطفى التِّهامِي
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 2 — Selawat dan salam kepada NabiNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.