Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 20
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Iman, niat, dan amal · Bait 20 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وإن تدم
dan jika engkau terus menjaganya
حتى بلغت آخره
sampai engkau mencapai akhirnya
حزت الثواب
engkau memperoleh pahala
كاملا
secara sempurna
في الآخرة
di akhirat
Terjemahan bait 20

Apabila engkau terus menjaganya sampai mencapai akhir amal, engkau memperoleh pahala secara sempurna di akhirat.

Syarah · keterangan lengkap

Istiqamah dalam tujuan

Niat yang benar pada awal pekerjaan perlu dijaga agar tidak berubah menjadi pencarian pujian atau kepentingan yang tercela. Pengarang menghubungkan kesinambungan ketulusan dengan kesempurnaan pahala. Amal yang panjang, seperti belajar, mengajar, atau mengurus kegiatan sosial, memberi banyak kesempatan bagi seseorang untuk memeriksa kembali arah dirinya.

Tidak harus mengucapkan niat setiap saat

Menjaga niat tidak berarti terus mengulang kalimat niat selama ibadah. Dalam fikih dikenal keberlangsungan niat secara hukum: seseorang tidak membatalkan atau mengalihkan maksud yang semula benar, walaupun perhatian sadarnya sedang tertuju pada bacaan dan gerakan. Rincian tentang memutus niat berbeda menurut ibadah; kasus tertentu perlu dibaca dalam babnya.

Menghadapi gangguan batin

Lintasan ingin dipuji yang muncul lalu ditolak tidak disamakan begitu saja dengan sengaja menjadikan pujian sebagai tujuan amal. Jangan meninggalkan kebaikan hanya karena takut dipandang orang. Misalnya, ketika mengajar dan menerima pujian, seseorang boleh mensyukuri manfaat yang terlihat, sambil mengingat tujuan utama dan menghindari merendahkan pengajar lain. Janji pahala menjadi dorongan berharap kepada Allah, bukan klaim bahwa pembaca dapat memastikan pahala dirinya atau menakar pahala orang lain secara pasti.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 10. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وإن تدم حتى بلغت آخره

إن huruf syarat; تدمْ fi‘il mudhari‘ majzum dari دام, dengan subjek أنت. حتى menunjukkan batas; بلغتَ terdiri dari fi‘il dan ta pelaku. آخرَه objek, dan ه kembali kepada amal.

حزت الثواب كاملا في الآخرة

حزتَ kata kerja lampau yang menjadi jawab syarat. الثوابَ objek, كاملاً hal yang menerangkan pahala dalam keadaan sempurna, dan في الآخرة jar-majrur sebagai keterangan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تدم

Akar
د و م
Pola / bentuk
تَفْعُلْ setelah i‘lal

Dari دام يدوم. Waw dibuang ketika fi‘il dijazmkan: تدوم menjadi تَدُمْ.

حزت

Akar
ح و ز
Pola / bentuk
Fi‘il madhi ajwaf

Dari حاز يحوز. Saat disambung ta pelaku, bentuknya حُزْتَ: engkau memperoleh.

Hubungan bait

Kata ganti pada آخره kembali kepada amal pada bait 19. Pengarang beralih dari menghadirkan niat di awal kepada memelihara keikhlasan sampai selesai.

Intisari & faedah
  1. Niat baik perlu dijaga selama amal berlangsung.
  2. Penyempurnaan pahala tidak boleh diubah menjadi klaim pasti tentang pahala individu.
Contoh penerapan

Keadaan

Saat membantu kegiatan, seseorang mulai ingin dipuji karena pekerjaannya terlihat orang.

Cara memahami

Ia memperbarui orientasi hatinya dan menuntaskan amanah.

Batas penerapan

Lintasan hati dibenahi; penilaian akhir pahala tetap milik Allah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Kahf 18:110

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًۭا صَٰلِحًۭا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

Inti makna

Nabi adalah manusia yang menerima wahyu tentang keesaan Allah; orang yang mengharap perjumpaan dengan Tuhan hendaknya beramal saleh tanpa mempersekutukan-Nya dalam ibadah.

Kaitan dengan bait

Ayat menghubungkan amal saleh dengan tidak mempersekutukan siapa pun dalam beribadah kepada Allah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa fungsi حزت dalam susunan syarat bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Menjadi jawab syarat إن تدم: jika niat baik terus dijaga, pengarang menjelaskan perolehan pahala yang sempurna.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وإن تدم

dan jika engkau terus menjaganya

حتى بلغت آخره

sampai engkau mencapai akhirnya

حزت الثواب

engkau memperoleh pahala

كاملا

secara sempurna

في الآخرة

di akhirat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وإنْ تَدُمْ حتى بَلَغْتَ آخرَه

Buka penggal 2

حُزْتَ الثوابَ كاملا في الآخِرَة

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 20 — Menjaga niat sampai akhirNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan