Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 201
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Haid, nifas, dan ketentuan masa · Bait 201 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
إمكانه
kemungkinan terjadinya haid
من بعد تسع
sesudah sembilan tahun
والأقل
dan yang paling sedikit
يوم وليلة
sehari semalam
وأكثر الأجل
dan batas waktu paling panjang
Terjemahan bait 201

Kemungkinan haid sesudah usia sembilan tahun; paling sedikit sehari semalam, sedangkan batas terpanjangnya—

Syarah · keterangan lengkap

Awal bab haid

Dhamir pada imkanuhu menunjuk haid. Setelah menutup pembahasan bersuci dalam keadaan sulit, matan menerangkan darah yang berpengaruh pada kewajiban ibadah. Sembilan tahun di sini ialah tahun kamariah dan dipahami secara perkiraan dalam fikih, bukan ulang tahun kesembilan menurut kalender Masehi. Angka ini tidak boleh digunakan sebagai diagnosis kesehatan bagi semua perdarahan anak.

Sehari semalam sebagai batas fikih

Minimum haid dalam mazhab yang diterangkan ialah sehari semalam, yakni dua puluh empat jam. Penghitungan darah yang terputus-putus memiliki rincian tersendiri dan tidak cukup ditentukan oleh satu bercak saja. Durasi, kapan darah mulai, sela berhenti, serta masa suci sebelumnya perlu dicatat agar kasus dapat ditelaah dengan benar.

Kalimat belum selesai

Kata aktsar al-ajal membuka pembahasan batas maksimum yang baru dijelaskan pada bait 202. Jangan menghafal angka minimum tanpa pasangan batasnya dan ketentuan istihadhah sesudahnya. Angka fikih membantu menetapkan ibadah; jika perdarahan tidak lazim, penilaian kesehatan tetap dilakukan. Dua jenis penilaian itu mempunyai pertanyaan dan tujuan yang berbeda.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 63. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

ACOG — Abnormal Uterine Bleeding ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إمكانه من بعد تسع

إمكانه mubtada; من بعد تسع keterangan yang melengkapi khabar, dengan سنين dipahami sesudah تسع.

والأقل يوم وليلة وأكثر الأجل

الأقل mubtada, يوم وليلة khabarnya. أكثر الأجل membuka mubtada baru dengan khabar pada bait berikutnya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

إمكانه

Akar
م ك ن
Pola / bentuk
إِفْعَال

Masdar أمكن; ه kembali kepada haid.

الأقل

Akar
ق ل ل
Pola / bentuk
أَفْعَل dengan idgham

Isim tafdhil yang menyatakan batas paling sedikit.

Hubungan bait

Bait ini membuka ukuran haid; batas maksimum diselesaikan pada 202, lalu nifas dan istihadhah dibedakan pada 203–205.

Intisari & faedah
  1. Usia pada matan memakai hitungan kamariah dan ketentuan perkiraan fikih.
  2. Sehari semalam adalah batas minimum; darah terputus memerlukan rincian penghitungan.
Contoh penerapan

Keadaan

Seorang pelajar melihat bercak sebentar dan langsung menyimpulkan seluruh pekannya adalah haid.

Cara memahami

Ia mencatat waktu dan durasi darah, lalu memahami syarat minimum serta pola yang dibahas dalam fikih.

Batas penerapan

Satu bercak dan usia saja belum cukup menentukan semua hukum; gejala tidak lazim juga perlu dinilai secara medis.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Baqarah 2:222

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Rincian hukum dibaca melalui syarah.

Baca teks ayat

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًۭى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

Inti makna

Ayat membahas haid, batas hubungan, dan kesucian; angka-angka durasi dalam fikih tidak dinyatakan pada ayat ini.

Kaitan dengan bait

Ayat menjadi dasar pembahasan haid; angka usia dan durasi pada bait merupakan rincian fikih, bukan angka yang disebut dalam ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah sembilan tahun pada bait ini berarti sembilan tahun Masehi secara tepat?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Syarah membahas tahun kamariah secara perkiraan menurut ketentuan fikih.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

إمكانه

kemungkinan terjadinya haid

من بعد تسع

sesudah sembilan tahun

والأقل

dan yang paling sedikit

يوم وليلة

sehari semalam

وأكثر الأجل

dan batas waktu paling panjang

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

إمكانُهُ مِن بعدِ تِسعٍ والأقَلْ

Buka penggal 2

يومٌ وليلةٌ وأكثَرُ الأَجَلْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 201 — Usia kemungkinan haid dan batas minimalnyaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan