Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 202
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Haid, nifas, dan ketentuan masa · Bait 202 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
خمس إلى عشرة
lima ditambah sepuluh
والغالب
dan yang lazim
ست
enam
وإلا سبعة تقارب
atau sekitar tujuh
Terjemahan bait 202

Lima ditambah sepuluh hari; kebiasaannya enam, atau sekitar tujuh hari.

Syarah · keterangan lengkap

Menyelesaikan batas maksimum

Lima ditambah sepuluh menyelesaikan kalimat bait 201: maksimum haid menurut matan adalah lima belas hari beserta malamnya. Gaya nazam memecah satu keterangan ke dua bait agar sesuai irama. Karena itu angka lima tidak berdiri sebagai maksimum tersendiri, dan sepuluh bukan pilihan lain yang menggantikannya.

Kebiasaan bukan kewajiban menunggu

Enam atau tujuh hari menggambarkan kebiasaan yang disebut pengarang. Perempuan tidak diwajibkan selalu menunggu sampai hari keenam atau ketujuh jika tanda suci telah nyata lebih awal dan syaratnya terpenuhi. Sebaliknya, darah tidak otomatis menjadi istihadhah hanya karena melewati hari ketujuh, selama masih berada dalam ketentuan haid yang berlaku.

Catatan pribadi membantu penerapan

Bedakan batas minimum, maksimum, dan kebiasaan pribadi. Tiga hal ini memiliki fungsi berbeda ketika menelaah darah yang terus keluar atau berubah polanya. Catatan waktu mulai dan berhenti lebih berguna daripada menebak dari kebiasaan orang lain. Bait 204 menjelaskan bahwa melampaui maksimum membuka pembahasan istihadhah, dengan kategori yang tidak semuanya ditangani sama.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 63. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

ACOG — Abnormal Uterine Bleeding ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

خمس إلى عشرة

Konstruksi ini khabar lanjutan لأكثر الأجل pada bait 201; إلى dipahami bersama penambahan lima kepada sepuluh.

والغالب ست وإلا سبعة تقارب

الغالب mubtada, ست khabar dengan hari dipahami. Kalimat sesudahnya menyebut alternatif kebiasaan yang mendekati tujuh.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الغالب

Akar
غ ل ب
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il, di sini menunjukkan keadaan yang lazim terjadi.

تقارب

Akar
ق ر ب
Pola / bentuk
تُفَاعِلُ

Mudhari‘ dari قارب, bermakna mendekati.

Hubungan bait

Maksimum melengkapi bait 201 dan menjadi batas untuk memasuki pembahasan istihadhah pada 204.

Intisari & faedah
  1. Maksimum haid dalam matan ialah lima belas hari beserta malamnya.
  2. Kebiasaan enam atau tujuh hari tidak mengharuskan menunda mandi setelah benar-benar suci.
Contoh penerapan

Keadaan

Darah berhenti dengan tanda suci pada hari kelima setelah memenuhi syarat haid.

Cara memahami

Ia menjalankan ketentuan bersuci dan ibadah; tidak menunggu hari ketujuh hanya karena itu disebut kebiasaan.

Batas penerapan

Pastikan tanda suci dan keadaan darah dipahami, terutama jika pola sering terputus.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 306

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

إنما ذلك عرق وليس بالحيضة

Inti makna

Riwayat membedakan darah istihadhah dari haid, lalu menjelaskan bersuci dan kembali salat setelah haid berakhir.

Kaitan dengan bait

Riwayat membedakan kedatangan haid dan berakhirnya, bukan memerintahkan semua perempuan menunggu tujuh hari.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan lima belas dengan enam atau tujuh dalam bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Lima belas adalah maksimum fikih; enam atau tujuh adalah kebiasaan yang disebut matan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

خمس إلى عشرة

lima ditambah sepuluh

والغالب

dan yang lazim

ست

enam

وإلا سبعة تقارب

atau sekitar tujuh

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

خَمْسٌ إلى عَشَرَةٍ والغالِبُ

Buka penggal 2

سِتٌّ وإلا َّسَبعةٌ تُقَارِبُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 202 — Batas maksimum dan kebiasaan haidNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan