Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Haid, nifas, dan ketentuan masa · Bait 203 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- أدنى النفاس لحظة
- paling sedikit nifas sesaat
- ستونا أقصاه
- enam puluh batas terpanjangnya
- والغالب أربعونا
- dan kebiasaannya empat puluh
Terjemahan bait 203
Paling sedikit nifas sesaat; enam puluh hari batas terpanjangnya, sedangkan kebiasaannya empat puluh.
Syarah · keterangan lengkap
Darah sesudah persalinan
Nifas ialah pembahasan darah setelah melahirkan menurut batas dan syarat fikihnya. Matan menyebut minimum sesaat; berbeda dari haid yang mempunyai minimum sehari semalam. Karena itu jangan memindahkan angka minimum haid ke semua darah pascapersalinan. Waktu keluarnya darah terhadap persalinan serta kemungkinan sela suci juga memerlukan perhatian.
Tiga angka mempunyai fungsi berbeda
Enam puluh hari merupakan batas terpanjang dalam mazhab matan, sedangkan empat puluh disebut kebiasaan. Empat puluh bukan masa wajib untuk meninggalkan salat jika darah telah berhenti dan kesucian telah nyata sebelum itu. Begitu pula orang yang tidak mengalami darah nifas tidak harus menunggu empat puluh hari untuk menjalankan ibadah.
Batas ibadah bukan jaminan kesehatan
Maksimum enam puluh hari adalah klasifikasi fikih, bukan pernyataan bahwa perdarahan selama itu selalu aman secara medis. Kondisi setelah persalinan dinilai menurut gejala dan pemeriksaan kesehatan bila diperlukan. Untuk hukum ibadah, gunakan urutan masa darah dan suci secara jelas; kasus darah berulang atau melewati maksimum disambungkan dengan pembahasan istihadhah berikutnya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 63. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
أدنى النفاس لحظة
أدنى النفاس mubtada berupa susunan idhafah, لحظة khabar yang menyatakan minimum.
ستون أقصاه والغالب أربعونا
ستون khabar yang didahulukan, أقصاه mubtada; الغالب أربعون susunan mubtada-khabar dengan alif rima.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Nifas dibedakan dari ukuran haid pada 201–202. Melewati batas dan akibat pada ibadah diterangkan pada 204 dan 210–212.
Intisari & faedah
- Minimum nifas berbeda dari minimum haid.
- Empat puluh hari adalah kebiasaan, bukan masa tunggu wajib bagi semua ibu.
Contoh penerapan
Keadaan
Seorang ibu telah benar-benar suci jauh sebelum hari keempat puluh.
Cara memahami
Ia mempelajari ketentuan mandi dan melanjutkan ibadah sesuai keadaan tersebut.
Batas penerapan
Angka empat puluh tidak digunakan untuk menunda salat, dan angka enam puluh bukan penilaian aman secara medis.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Maaida 5:6
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Inti makna
Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.
Kaitan dengan bait
Dasar kewajiban bersuci untuk salat; rincian durasi nifas berasal dari pembahasan fikih, tidak dinyatakan angka-angkanya dalam ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah setiap ibu wajib menunggu empat puluh hari sebelum kembali salat?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Kembalinya ibadah mengikuti berhentinya nifas dan ketentuan bersuci, bukan menunggu angka kebiasaan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
أدنى النفاس لحظة
paling sedikit nifas sesaat
ستونا أقصاه
enam puluh batas terpanjangnya
والغالب أربعونا
dan kebiasaannya empat puluh
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
أَدنَى النِّفَاسِ لحظةٌ سِتُّونا
Buka penggal 2
أقصاه والغالِبُ أربَعُونا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 203 — Minimum, maksimum, dan kebiasaan nifasNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.