Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Haid, nifas, dan ketentuan masa · Bait 206 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثم أقل الحمل
- kemudian paling sedikit kehamilan
- ست أشهر
- enam bulan
- وأربع الأعوام
- dan empat tahun
- أقصى الأكثر
- batas paling panjang
Terjemahan bait 206
Kemudian paling sedikit kehamilan enam bulan; empat tahun disebut sebagai batas terpanjang dalam matan.
Syarah · keterangan lengkap
Hubungan dengan pembahasan darah
Pengarang beralih dari masa darah dan suci ke kehamilan, yang mempunyai hubungan dengan bab nifas dan ketentuan keluarga dalam fikih klasik. Enam bulan dijelaskan melalui penggabungan ayat tentang mengandung dan menyapih selama tiga puluh bulan dengan ayat penyapihan dua tahun. Ini penalaran fikih terhadap dua ayat, bukan kutipan satu ayat yang menyebut seluruh rentang bait.
Empat tahun merupakan rumusan historis
Terjemahan mempertahankan isi matan: empat tahun disebut sebagai maksimum dalam pembahasan klasik yang diikuti pengarang. Angka tersebut tidak disajikan sebagai fakta kebidanan masa kini. Pembaca perlu membedakan laporan dan penalaran yang dipakai kitab klasik dari pengukuran kehamilan melalui riwayat menstruasi, pemeriksaan, dan perkembangan pengetahuan medis.
Membaca dengan konteks yang tepat
ACOG menerangkan bahwa kehamilan rata-rata dihitung sekitar empat puluh minggu dari hari pertama menstruasi terakhir, termasuk sekitar dua minggu sebelum pembuahan. Cara menghitung itu berbeda dari sebagian pembahasan bulan dalam fikih. Jangan menggunakan angka empat tahun untuk memastikan seseorang masih hamil atau menilai kasus pribadi; pembahasan matan dan pemeriksaan kehamilan memiliki dasar penilaian yang berbeda.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 63. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثم أقل الحمل ست أشهر
ثم penghubung; أقل الحمل mubtada, ست أشهر khabar dengan susunan bilangan dan yang dihitung.
وأربع الأعوام أقصى الأكثر
أربع الأعوام mubtada, أقصى الأكثر khabar yang menegaskan batas atas menurut redaksi matan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Kehamilan menyusul ukuran darah dan berkaitan dengan nifas. Kebiasaan lamanya serta istilah perkembangan janin dilanjutkan pada 207.
Intisari & faedah
- Enam bulan dalam syarah diperoleh dari penggabungan dua ayat.
- Empat tahun adalah isi rumusan klasik, bukan ukuran klinis kehamilan masa kini.
Contoh penerapan
Keadaan
Pembaca menjumpai angka empat tahun lalu ingin memakainya untuk menilai kehamilan sekarang.
Cara memahami
Ia memahami angka itu sebagai bagian sejarah fikih, dan menggunakan pemeriksaan serta penanggalan medis untuk keadaan kehamilan nyata.
Batas penerapan
Bait tidak menjadi alat diagnosis atau penetapan kasus keluarga seseorang.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Ahqaf 46:15
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Rincian hukum dibaca melalui syarah.
Baca teks ayat
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًۭا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًۭا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةًۭ قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
Inti makna
Ayat menyebut mengandung dan menyapih selama tiga puluh bulan serta pesan berbuat baik kepada orang tua.
Kaitan dengan bait
Ayat menyebut tiga puluh bulan untuk mengandung dan menyapih; dipadukan dengan dua tahun penyapihan pada Luqman 31:14.
Buka sumber lengkap ↗Luqman 31:14
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Rincian hukum dibaca melalui syarah.
Baca teks ayat
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍۢ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
Inti makna
Ayat menyebut kesulitan ibu mengandung dan penyapihan dua tahun, disertai perintah bersyukur.
Kaitan dengan bait
Dua tahun penyapihan dipakai bersama Al-Ahqaf 46:15 dalam penalaran minimum enam bulan; kedua ayat tidak menyebut maksimum empat tahun.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah dalil dua ayat itu menyatakan bahwa maksimum kehamilan empat tahun?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Penalaran ayat berkaitan dengan minimum enam bulan; empat tahun adalah rumusan klasik tersendiri.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثم أقل الحمل
kemudian paling sedikit kehamilan
ست أشهر
enam bulan
وأربع الأعوام
dan empat tahun
أقصى الأكثر
batas paling panjang
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثُمَّ أقلُّ الحَمْلِ سِتُّ أشهُرٍ
Buka penggal 2
وأَربَعُ الأعوامِ أقصَى الأكثَرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 206 — Batas kehamilan dalam teks klasikNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.