Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 209
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Hadas dan batas ibadah · Bait 209 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ومسه
dan menyentuhnya
ومع ذي الأربعة
dan bersama empat hal ini
للجنب
bagi orang junub
اقتراء بعض آية
membaca sebagian ayat
Terjemahan bait 209

Dan menyentuhnya; bersama empat hal itu, bagi orang junub dilarang membaca sebagian ayat—

Syarah · keterangan lengkap

Larangan keempat

Dhamir pada massihi menunjuk mushaf. Jadi empat larangan hadas kecil dalam rangkaian 208–209 ialah salat, tawaf, membawa mushaf, dan menyentuhnya menurut perincian matan. Angka empat tidak berarti ada empat tambahan baru dalam bait ini; ia merujuk daftar yang sudah terbentuk dari dua bait.

Tambahan karena janabah

Janabah menambahkan larangan membaca Al-Qur’an dengan maksud tilawah, walaupun yang dibaca bagian dari satu ayat. Penjelasan ini mengikuti mazhab kitab yang sedang dipelajari. Ia harus dihubungkan dengan kata qashdan di awal bait 210; memotong sebelum kata itu dapat membuat semua ucapan yang kebetulan sama dengan ayat tampak dilarang.

Belajar mengenali niat dan konteks

Kalimat zikir atau doa kadang menggunakan lafaz yang juga terdapat dalam Al-Qur’an. Syarah membedakan tujuan tilawah dari ucapan yang dimaksudkan sebagai zikir atau doa dalam batas pembahasannya. Hal itu tidak membatalkan keutamaan bersuci. Pembaca memahami kategorinya agar tidak bingung antara membaca mushaf untuk tilawah dan mengucapkan doa yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 64. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ومسه

معطوف pada حمل المصحف di bait 208; ه merujuk mushaf, sehingga melengkapi daftar empat.

ومع ذي الأربعة للجنب اقتراء بعض آية

مع ذي الأربعة menunjukkan tambahan atas empat sebelumnya. للجنب sasaran hukum; اقتراء بعض آية perbuatan yang dibatasi dengan قصدا pada 210.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مسه

Akar
م س س
Pola / bentuk
فَعْل dengan idgham

Masdar مسّ, menyentuh; ه menunjuk mushaf.

اقتراء

Akar
ق ر أ
Pola / bentuk
افْتِعَال

Masdar اقترأ, membaca.

Hubungan bait

Awal bait melengkapi 208, sedangkan akhir bait baru selesai dengan kata qashdan pada 210.

Intisari & faedah
  1. Empat larangan merujuk gabungan daftar pada dua bait.
  2. Larangan bacaan junub dibaca bersama keterangan maksud tilawah pada bait berikut.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang junub ingin mengetahui apakah semua lafaz doa yang kebetulan ada dalam ayat masuk ketentuan yang sama.

Cara memahami

Ia membaca hubungan niat tilawah dan zikir pada bait 210.

Batas penerapan

Tidak mengambil potongan satu bait untuk menyamakan semua jenis ucapan tanpa melihat maksudnya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS An-Nisaa 4:43

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Inti makna

Ayat menjelaskan beberapa ketentuan keadaan ketika mendekati salat dan keringanan tayamum saat memenuhi sebabnya.

Kaitan dengan bait

Ayat menjadi dasar penting pembahasan janabah dan bersuci; rincian bacaan Al-Qur’an diterangkan dalam fikih, bukan kutipan eksplisit daftar ini dari ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Kata apa pada bait berikut yang perlu disambungkan dengan larangan bacaan orang junub?

Lihat pembahasan jawaban

Kata qashdan, yakni maksud membaca sebagai tilawah dalam penjelasan syarah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ومسه

dan menyentuhnya

ومع ذي الأربعة

dan bersama empat hal ini

للجنب

bagi orang junub

اقتراء بعض آية

membaca sebagian ayat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ومَسَّهُ ومَعَ ذي الأربعةِ

Buka penggal 2

للجُنُبِ اقتِرَاءَ بَعضِ آيةِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 209 — Menyentuh mushaf dan bacaan orang junubNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan