Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 21
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Iman, niat, dan amal · Bait 21 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ونية
dan niat
والقول
dan perkataan
ثم العمل
kemudian amal
بغير وفق سنة
tanpa kesesuaian dengan sunah
لا تقبل
tidak diterima
Terjemahan bait 21

Niat, perkataan, kemudian amal, tanpa kesesuaian dengan sunah, tidak diterima.

Syarah · keterangan lengkap

Dua landasan amal

Bait ini melengkapi pembahasan niat: ketulusan harus disertai kesesuaian dengan tuntunan Rasulullah. Niat baik tidak mengubah larangan menjadi kebolehan. Sebaliknya, penampilan amal yang sesuai tuntunan tetap memerlukan ketulusan untuk memperoleh penerimaan yang sempurna. Hubungan keduanya mendorong pelajar membenahi bagian lahir dan batin sekaligus.

Sunah dalam arti jalan Nabi

Kata sunah di sini tidak hanya berarti hukum anjuran yang boleh ditinggalkan. Ia menunjuk jalan dan tuntunan Nabi, yang mencakup ketentuan wajib maupun anjuran serta batas larangan. Karena itu, ungkapan tidak sesuai sunah tidak otomatis berarti sekadar meninggalkan satu amalan sunah. Yang menjadi masalah ialah pertentangan dengan dasar tuntunan yang berlaku.

Contoh dan batas penerapan

Seseorang tidak boleh mengambil milik orang lain tanpa izin dengan alasan akan disedekahkan. Tujuan membantu tidak membenarkan cara yang terlarang. Dalam ibadah, tata cara yang ditentukan perlu diikuti. Namun, alat bantu belajar seperti buku digital atau jadwal pengajian tidak otomatis terlarang hanya karena bentuk teknisnya tidak dikenal dahulu; penilaiannya mengikuti kaidah dan tujuan yang relevan. Perbedaan antara tata ibadah yang ditetapkan dan sarana yang dibolehkan harus dipelajari, sehingga bait tidak dijadikan alasan menolak setiap hal baru tanpa pemeriksaan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 11. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ونية والقول ثم العمل

نيةٌ mubtada; القولُ dihubungkan kepadanya dengan و, lalu العملُ dengan ثم. Ketiganya menjadi unsur yang dibicarakan, walaupun urutannya memberi perhatian khusus kepada niat.

بغير وفق سنة لا تقبل

بغير jar-majrur, وفقِ mudhaf ilaih dari غير, dan سنةٍ mudhaf ilaih dari وفق. لا menafikan; تُقبلُ adalah fi‘il pasif yang menjadi khabar rangkaian tadi. Maknanya: tanpa kesesuaian dengan sunah, tidak diterima.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

وفق

Akar
و ف ق
Pola / bentuk
فَعْل

Isim yang menunjukkan kesesuaian. Dalam idhafah وفق سنة, yang dimaksud adalah kesesuaian dengan tuntunan.

تقبل

Akar
ق ب ل
Pola / bentuk
تُفْعَلُ

Fi‘il mudhari‘ pasif dari قَبِلَ: diterima. Bentuk aktifnya تَقْبَلُ memiliki vokal berbeda.

Hubungan bait

Bait 18–20 membahas keikhlasan; bait ini menambahkan kesesuaian dengan tuntunan. Niat dan cara pelaksanaan dibaca bersama sebelum ajakan bertanya pada bait 22.

Intisari & faedah
  1. Niat baik perlu disertai cara yang benar.
  2. Mengetahui tuntunan merupakan bagian dari mempersiapkan amal.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang berniat rajin beribadah tetapi mengubah jumlah rakaat salat wajib atas pilihannya sendiri.

Cara memahami

Ia membedakan menambah salat sunah dari mengubah bentuk salat wajib.

Batas penerapan

Keinginan memperbanyak kebaikan tidak menghapus ketentuan ibadah yang sudah ditetapkan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 1718b

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Inti makna

Amal yang tidak sesuai dengan tuntunan agama tertolak.

Kaitan dengan bait

Hadis menyatakan amal yang tidak sesuai urusan/tuntunan Nabi tertolak; sangat berkaitan dengan وفق سنة.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa unsur selain ikhlas yang ditekankan bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Kesesuaian niat, perkataan, dan perbuatan dengan tuntunan sunah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ونية

dan niat

والقول

dan perkataan

ثم العمل

kemudian amal

بغير وفق سنة

tanpa kesesuaian dengan sunah

لا تقبل

tidak diterima

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ونِيَّةٌ والقولُ ثمَّ العمل

Buka penggal 2

بغير وَفْقِ سُنَّةٍ لا تقبل

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 21 — Ikhlas dan kesesuaian dengan sunahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan