Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Hadas dan batas ibadah · Bait 211 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- الست
- enam hal itu
- مع تمتع
- beserta menikmati
- برؤية والمس
- dengan melihat dan menyentuh
- بين سرة وركبة
- antara pusar dan lutut
Terjemahan bait 211
Enam hal itu, disertai menikmati dengan melihat dan menyentuh bagian antara pusar dan lutut—
Syarah · keterangan lengkap
Menghitung enam larangan
Kata enam merujuk rangkaian sebelumnya: salat, tawaf, membawa mushaf, menyentuhnya, tilawah dengan maksudnya, dan berdiam di masjid. Dalam pembahasan matan, haid dan nifas mempunyai larangan-larangan tersebut beserta perinciannya. Membaca daftar secara berurutan lebih aman daripada membuat enam larangan baru yang tidak dijelaskan pengarang.
Tambahan dalam hubungan suami istri
Matan membahas istimta‘, yaitu menikmati secara intim, melalui pandangan dan sentuhan pada bagian yang disebut. Syarah menerangkan perincian batas dalam mazhab pengarang; pembahasannya bukan larangan seluruh kedekatan atau seluruh sentuhan antaranggota keluarga. Hubungan sehari-hari, makan bersama, membantu, dan merawat pasangan tidak diubah menjadi larangan hanya karena sedang haid.
Memahami tujuan dan batas
Haid merupakan keadaan alami, bukan alasan merendahkan atau mengucilkan perempuan. Penjelasan batas intim perlu dibaca dengan penghormatan, komunikasi, dan perhatian terhadap kenyamanan pasangan. Akhir ketentuan pada bait ini belum selesai: bait 212 menerangkan kaitannya dengan mandi atau pengganti yang sah. Berhentinya darah dan selesainya bersuci tidak selalu mempunyai akibat hukum yang sama pada setiap ibadah.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 65. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
الست مع تمتع
الست adalah yang dihukumi haram oleh حرم pada bait 210; مع تمتع menambah unsur baru.
برؤية والمس بين سرة وركبة
برؤية والمس berhubungan dengan تمتع; بين menyatakan batas tempat dalam susunan idhafah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini memakai daftar 208–210 dan harus disambungkan ke batas bersuci pada 212.
Intisari & faedah
- Kata enam menunjuk daftar yang sudah disebut sebelumnya.
- Haid tidak mengharuskan mengucilkan pasangan dari kehidupan sehari-hari.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang mengira haid membuat semua kebersamaan dengan pasangan terlarang.
Cara memahami
Ia membedakan batas hubungan intim dalam bab ini dari makan, berbicara, dan saling membantu.
Batas penerapan
Pembahasan tetap menghormati persetujuan serta kenyamanan pasangan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Baqarah 2:222
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Rincian hukum dibaca melalui syarah.
Baca teks ayat
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًۭى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
Inti makna
Ayat membahas haid, batas hubungan, dan kesucian; angka-angka durasi dalam fikih tidak dinyatakan pada ayat ini.
Kaitan dengan bait
Ayat menjadi dasar batas hubungan ketika haid dan pentingnya kesucian; rincian pandangan dan sentuhan diterangkan oleh fikih.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah larangan pada bait ini berarti perempuan haid harus dijauhi dalam semua kegiatan keluarga?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Yang dibahas adalah batas tertentu dalam ibadah dan hubungan intim, bukan pengucilan sosial.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
الست
enam hal itu
مع تمتع
beserta menikmati
برؤية والمس
dengan melihat dan menyentuh
بين سرة وركبة
antara pusar dan lutut
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
السِّتَّ مَعْ تَمَتُّعٍ بِرُؤيَةِ
Buka penggal 2
والمَسَّ بين سُرَّةٍ ورُكْبَةِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 211 — Tambahan ketentuan bagi haid dan nifasNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.