Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 212
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Hadas dan batas ibadah · Bait 212 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
إلى اغتسال أو بديل
sampai mandi atau penggantinya
يمتنع الصوم والطلاق
puasa dan talak terlarang
حتى ينقطع
sampai darah berhenti
Terjemahan bait 212

Ketentuan itu berlangsung sampai mandi atau penggantinya; puasa dan talak terlarang sampai darah berhenti.

Syarah · keterangan lengkap

Dua batas yang dibedakan

Awal bait menyelesaikan ketentuan sebelumnya: larangan yang bergantung pada hadas besar belum selesai hanya dengan berhentinya darah, tetapi memerlukan mandi atau pengganti yang sah ketika ada uzur. Badil bukan pilihan bebas meninggalkan mandi. Tayamum sebagai pengganti mengikuti syarat yang sudah diterangkan pada bab sebelumnya.

Puasa tidak mensyaratkan mandi sebelum fajar

Untuk puasa, terhentinya haid sebelum fajar mempunyai akibat berbeda dari kewajiban mandi untuk salat. Jika darah telah berhenti sebelum fajar dan niat puasa wajib terpenuhi, puasa dapat sah walaupun mandi dilakukan sesudah fajar. Mandi tetap dikerjakan agar salat dapat dilakukan pada waktunya. Ketentuan ini tidak membolehkan sengaja membiarkan Subuh terlewat.

Talak dibahas sebagai hukum tersendiri

Matan juga menyebut larangan talak pada masa haid atau nifas, dengan perincian bab talak. Kata terlarang tidak otomatis berarti ucapan talak tidak mempunyai akibat hukum. Pembahasan status kasus keluarga tidak diselesaikan oleh satu bait ini. Untuk ibadah yang tertinggal selama haid, syarah membedakan kewajiban mengganti puasa dari salat; keduanya tidak dipukul rata.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 65. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إلى اغتسال أو بديل

Jar-majrur ini mengakhiri batas larangan pada rangkaian sebelumnya; أو menghubungkan mandi dengan penggantinya yang sah.

يمتنع الصوم والطلاق حتى ينقطع

الصوم والطلاق fa‘il bagi يمتنع; حتى ينقطع memberi batas berhentinya darah yang dipahami dari konteks.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

اغتسال

Akar
غ س ل
Pola / bentuk
افْتِعَال

Masdar اغتسل, mandi untuk bersuci.

ينقطع

Akar
ق ط ع
Pola / bentuk
يَنْفَعِلُ

Mudhari‘ انقطع, berhenti atau terputus.

Hubungan bait

Bait menutup rangkaian larangan 208–211 dan memakai syarat pengganti mandi dari bab tayamum.

Intisari & faedah
  1. Berhentinya darah dan selesainya mandi mempunyai akibat yang dibedakan.
  2. Puasa setelah suci sebelum fajar tidak harus menunggu mandi selesai sebelum fajar.
Contoh penerapan

Keadaan

Darah telah berhenti sebelum fajar, tetapi mandi baru dapat dilakukan sesudah azan Subuh.

Cara memahami

Dengan niat dan syarat puasa terpenuhi, ia tetap berpuasa dan mandi untuk salat Subuh pada waktunya.

Batas penerapan

Jangan menyamakan syarat sah puasa dengan syarat suci untuk salat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 335c

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

فنؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة

Inti makna

Aisyah menjelaskan bahwa perempuan yang haid diperintahkan mengganti puasa, tidak mengganti salat.

Kaitan dengan bait

Riwayat membedakan mengganti puasa dan tidak mengganti salat yang ditinggalkan karena haid.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah mandi sesudah fajar selalu membatalkan puasa orang yang sudah suci sebelum fajar?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Berhentinya darah sebelum fajar dan terpenuhinya niat serta syarat puasa dibedakan dari waktu mandi untuk salat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

إلى اغتسال أو بديل

sampai mandi atau penggantinya

يمتنع الصوم والطلاق

puasa dan talak terlarang

حتى ينقطع

sampai darah berhenti

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

إلى اغتِسَالٍ أو بَدِيلٍ يمتَنِعْ

Buka penggal 2

الصَّوْمُ والطَّلاقُ حتى ينقَطِعْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 212 — Berhenti darah, mandi, puasa, dan talakNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan