Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 215
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Kewajiban dan pendidikan salat · Bait 215 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والضرب في العشر
dan pemukulan pada usia sepuluh dalam teks klasik
وفيها إن بلغ
dan jika ia balig ketika salat
أجزت
salat itu mencukupi
ولم تعد إذا منها فرغ
dan tidak diulang bila ia telah selesai darinya
Terjemahan bait 215

Dan pemukulan pada usia sepuluh dalam rumusan klasik; jika anak balig ketika salat, salat itu mencukupi, dan tidak diulang bila ia sudah selesai.

Syarah · keterangan lengkap

Redaksi dipertahankan dengan konteks

Kata dharb secara harfiah berarti pemukulan, dan tidak diubah menjadi arti yang berbeda dalam terjemahan. Syarah menempatkannya dalam pembahasan disiplin pendidikan klasik. Penyajian lafaz ini bukan panduan melakukan kekerasan kepada anak. Catatan WHO menjelaskan bahwa hukuman fisik dapat merugikan kesehatan fisik dan mental; praktik pendidikan dalam aplikasi diarahkan pada pendampingan tanpa kekerasan.

Membangun disiplin yang dapat dipelajari

Rutinitas, pengingat waktu, teladan orang dewasa, dan pembahasan kesulitan anak membantu pembiasaan salat. Hindari penghinaan, ancaman, atau tindakan menyakitkan. Tujuan pelajaran adalah memahami teks dan mendidik secara bertanggung jawab, bukan memberi teknik hukuman. Bait ini kemudian beralih ke persoalan fikih yang berbeda, yakni salat yang dikerjakan ketika status usia berubah.

Balig tidak otomatis mewajibkan mengulang

Jika anak mencapai balig dalam salat yang sah atau setelah menyelesaikannya, syarah menyatakan salat itu mencukupi dan tidak wajib diulang hanya karena perubahan status tersebut. Pembicaraan ini mengandaikan tidak muncul pembatal tersendiri. Jika tanda balig sekaligus menimbulkan hadas, akibat hadasnya perlu dibedakan dari sekadar genap usia balig.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 66. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

WHO — Corporal punishment of children and health ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والضرب في العشر

الضرب dihubungkan dengan pembahasan kewajiban pendidikan sebelumnya; في العشر keterangan usia menurut redaksi klasik.

وفيها إن بلغ أجزت ولم تعد إذا منها فرغ

فيها kembali kepada salat; إن بلغ syarat dan أجزت jawabnya. لم تعد menafikan pengulangan setelah selesai dalam keadaan yang diterangkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الضرب

Akar
ض ر ب
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar ضرب; arti harfiahnya pemukulan dalam konteks historis bait.

أجزت

Akar
ج ز أ
Pola / bentuk
أَفْعَلَتْ dengan penyesuaian nazam

Dari أجزأ, mencukupi atau memenuhi kewajiban.

Hubungan bait

Pembahasan pendidikan melanjutkan 214; salat yang mencukupi dikaitkan dengan sasaran kewajiban pada 213 dan pembatal hadas sebelumnya.

Intisari & faedah
  1. Lafaz klasik diterangkan secara jujur tanpa dijadikan petunjuk kekerasan.
  2. Perubahan status balig saja tidak otomatis menuntut pengulangan salat yang sah.
Contoh penerapan

Keadaan

Anak yang telah belajar salat mencapai usia balig setelah selesai menunaikan salat dalam waktunya.

Cara memahami

Menurut syarah, ia tidak wajib mengulang hanya karena baru mencapai status balig.

Batas penerapan

Kasus munculnya hadas atau pembatal lain harus dinilai terpisah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Thaha 20:132

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Rincian hukum dibaca melalui syarah.

Baca teks ayat

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًۭا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Inti makna

Perintahkan keluarga melaksanakan salat dan bersabarlah menjalankannya.

Kaitan dengan bait

Penguat kesabaran dan tanggung jawab pendidikan salat; ayat ini tidak memerintahkan pemukulan atau menetapkan rincian sahnya salat saat balig.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa yang dibedakan ketika anak balig saat atau sesudah salat?

Lihat pembahasan jawaban

Perubahan status balig semata dibedakan dari munculnya hadas atau pembatal lain.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والضرب في العشر

dan pemukulan pada usia sepuluh dalam teks klasik

وفيها إن بلغ

dan jika ia balig ketika salat

أجزت

salat itu mencukupi

ولم تعد إذا منها فرغ

dan tidak diulang bila ia telah selesai darinya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والضَّربُ في العَشْرِ وفيها إِن بَلَغْ

Buka penggal 2

أَجْزَتْ ولم تُعَدْ إذا منها فَرَغْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 215 — Disiplin dalam teks klasik dan salat saat baligNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan