Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 216
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Kewajiban dan pendidikan salat · Bait 216 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
لا عذر في تأخيرها
tidak ada uzur dalam mengakhirkannya
إلا لساه
kecuali bagi yang lupa
أو نوم
atau tidur
أو للجمع
atau untuk jamak
أو للإكراه
atau karena keterpaksaan
Terjemahan bait 216

Tidak ada uzur mengakhirkan salat melewati waktunya kecuali lupa, tidur, jamak yang sah, atau keterpaksaan.

Syarah · keterangan lengkap

Yang dilarang ialah keluar waktu tanpa alasan

Ta’khir pada bait ini berarti menunda sampai melewati waktunya, bukan setiap penundaan beberapa menit setelah azan. Salat memiliki rentang waktu yang akan diterangkan. Orang yang sengaja membiarkan rentang itu habis tanpa alasan tidak dapat menyamakan dirinya dengan orang yang benar-benar terlupa atau tertidur tanpa kelalaian yang disengaja.

Tidur dan lupa tetap mempunyai akibat ibadah

Saat teringat atau terbangun, salat yang terlewat dikerjakan sesuai ketentuan. Syarah membedakan tidur yang tidak disengaja melewati waktu dari tidur setelah waktu masuk dengan perkiraan tidak akan bangun tepat waktu. Jamak juga memerlukan sebab dan syarat; kesibukan biasa tidak otomatis mengubah dua waktu salat menjadi satu waktu bebas.

Daftar ringkas memerlukan syarah

Keterpaksaan bukan sekadar merasa enggan atau mendapat ajakan kegiatan lain. Syarah juga membahas keadaan seperti menyelamatkan orang tenggelam, sehingga bait tidak dibaca sebagai daftar yang meniadakan seluruh keadaan darurat lain. Belajar uzur dilakukan bersama tanggung jawab menjaga waktu, misalnya menyiapkan pengingat dan merencanakan salat dalam perjalanan secara wajar.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 66. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لا عذر في تأخيرها

لا menafikan jenis uzur; عذر isimnya, في تأخيرها menerangkan penundaan salat yang dimaksud.

إلا لساه أو نوم أو للجمع أو للإكراه

إلا membuka pengecualian; unsur-unsur sesudahnya dikoordinasikan sebagai sebab yang dibahas dengan syarat masing-masing.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تأخيرها

Akar
أ خ ر
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar أخّر, mengakhirkan; ه kembali kepada salat.

ساه

Akar
س ه و
Pola / bentuk
فَاعِل dengan i‘lal

Isim fa‘il dari سها, orang yang lupa atau lalai tanpa sengaja dalam konteks uzur.

Hubungan bait

Sesudah kewajiban pada 213, bait ini mengantar penetapan waktu salat mulai 217 dan qada pada 246.

Intisari & faedah
  1. Tidak setiap penundaan di dalam waktu sama dengan membiarkan salat keluar waktu.
  2. Jamak, tidur, lupa, dan keterpaksaan dibaca beserta syaratnya.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang terbangun setelah Subuh terlewat meskipun telah berusaha bangun tepat waktu.

Cara memahami

Ia mengerjakan salat ketika bangun dan memperbaiki pengaturan waktu berikutnya.

Batas penerapan

Tidak menjadikan uzur tidur sebagai rencana sengaja melewatkan salat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 597

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

من نسي صلاة فليصل إذا ذكرها

Inti makna

Orang yang terlupa salat mengerjakannya ketika teringat.

Kaitan dengan bait

Riwayat memerintahkan salat yang terlupa dikerjakan ketika teringat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah kata menunda di sini melarang setiap salat yang tidak tepat pada menit pertama azan?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Yang dibahas ialah melewati batas waktu tanpa uzur yang diperhitungkan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

لا عذر في تأخيرها

tidak ada uzur dalam mengakhirkannya

إلا لساه

kecuali bagi yang lupa

أو نوم

atau tidur

أو للجمع

atau untuk jamak

أو للإكراه

atau karena keterpaksaan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

لا عُذْرَ في تأخيرِهَا إلا لِسَاهْ

Buka penggal 2

أو نَوْمٍ أو للجَمْعِ أو لِلاكْرَاهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 216 — Uzur keterlambatan salatNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan