Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 217
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Waktu salat dan keutamaannya · Bait 217 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ووقت ظهر
dan waktu Zuhur
من زوالها
sejak tergelincirnya matahari
إلى أن زاد
hingga bertambah
عن مثل لشيء ظللا
sepanjang benda yang mempunyai bayangan, menurut rincian syarah
Terjemahan bait 217

Waktu Zuhur sejak matahari tergelincir hingga tambahan bayangan mencapai sepanjang benda, di luar bayangan saat istiwa.

Syarah · keterangan lengkap

Zawal sebagai awal Zuhur

Zawal ialah bergesernya matahari dari titik tengah perjalanan hari ke arah barat menurut pengamatan setempat. Zuhur tidak selalu dimulai tepat pukul dua belas pada jam sipil. Lokasi, zona waktu, dan tanggal memengaruhi jamnya. Matan menggunakan tanda alam agar dasar penetapan waktu dipahami, sementara jadwal setempat membantu penerapan sehari-hari.

Bayangan asal harus diperhitungkan

Akhir Zuhur berkaitan dengan bertambahnya bayangan sepanjang tinggi benda, setelah mengurangi bayangan yang sudah ada ketika istiwa. Misalnya tongkat setinggi satu meter mempunyai bayangan asal dua puluh sentimeter; tambahan satu meter diukur di luar dua puluh sentimeter itu. Contoh ini menjelaskan perbandingan, bukan jadwal yang berlaku untuk semua tempat.

Batas yang bersambung ke Asar

Ketika ukuran tersebut tercapai, pembahasan masuk ke Asar pada bait 218. Redaksi nazam ringkas sehingga syarah membantu menjelaskan bayangan asal yang tidak selalu nol. Untuk salat sehari-hari, gunakan jadwal setempat yang dapat dipertanggungjawabkan; jika belajar mengamati bayangan, pilih benda tegak dan permukaan rata agar perbandingan tidak keliru.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 67. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ووقت ظهر من زوالها

وقت ظهر mubtada; من زوالها awal keterangan waktu, ها menunjuk matahari yang dipahami dari konteks.

إلى أن زاد عن مثل لشيء ظللا

إلى أن زاد memberi batas akhir. Susunan ringkas ini dijelaskan syarah sebagai tambahan bayangan di luar bayangan istiwa sebesar benda.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

زوالها

Akar
ز و ل
Pola / bentuk
فَعَال

Masdar زال, bergeser dari titik tengah dalam konteks matahari.

ظللا

Akar
ظ ل ل
Pola / bentuk
فَعَّلَ dengan alif rima

Dipahami dalam syarah sebagai mempunyai bayangan pada keadaan yang dihitung.

Hubungan bait

Tanda akhir Zuhur menjadi awal Asar pada 218; keutamaan menyegerakan salat dibahas pada 224.

Intisari & faedah
  1. Awal Zuhur mengikuti zawal, tidak selalu pukul dua belas.
  2. Ukuran bayangan memperhitungkan bayangan asal ketika istiwa.
Contoh penerapan

Keadaan

Tongkat satu meter sudah memiliki bayangan dua puluh sentimeter saat istiwa.

Cara memahami

Ukuran tambahan satu meter dibedakan dari panjang bayangan keseluruhan.

Batas penerapan

Contoh panjang tidak menggantikan jadwal lokasi dan tanggal tertentu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sunan Abu Dawud 393

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

أمني جبريل عليه السلام عند البيت مرتين

Inti makna

Jibril mengimami Nabi dalam pengajaran waktu-waktu salat pada dua kesempatan.

Kaitan dengan bait

Riwayat pengajaran waktu menyebut zawal dan panjang bayangan; pengurangan bayangan asal diperinci dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa bayangan yang ada pada tengah hari tidak boleh diabaikan?

Lihat pembahasan jawaban

Karena tambahan sepanjang benda dihitung di luar bayangan asal saat istiwa.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ووقت ظهر

dan waktu Zuhur

من زوالها

sejak tergelincirnya matahari

إلى أن زاد

hingga bertambah

عن مثل لشيء ظللا

sepanjang benda yang mempunyai bayangan, menurut rincian syarah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ووَقتُ ظُهْرٍ مِن زَوَالِهَا إلى

Buka penggal 2

أَن زَادَ عَن مِثلٍ لشَيْءٍ ظَلَّلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 217 — Awal dan akhir waktu ZuhurNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan