Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu salat dan keutamaannya · Bait 218 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثم به يدخل
- kemudian dengan itu masuk
- وقت العصر
- waktu Asar
- واختير
- dan dipilih
- مثلا ظل ذاك القدر
- dua kali ukuran bayangan benda itu
Terjemahan bait 218
Kemudian dengan batas itu masuk waktu Asar; waktu pilihan sampai bayangan menjadi dua kali ukuran benda tersebut.
Syarah · keterangan lengkap
Asar mengikuti berakhirnya Zuhur
Kata bihi kembali kepada tanda bayangan yang dijelaskan sebelumnya. Karena itu awal Asar tidak dihitung terpisah dari akhir Zuhur. Dalam mazhab matan, pertambahan bayangan sepanjang benda menandai peralihan waktunya. Perbedaan awal Asar yang ditemui pada jadwal mazhab lain perlu dikenali sebagai perbedaan fikih, bukan langsung dianggap kesalahan hitung.
Makna waktu ikhtiyar
Bait menyebut batas pilihan hingga bayangan menjadi dua kali ukuran benda, tetap memperhitungkan bayangan asal saat istiwa. Waktu ikhtiyar adalah pembagian keutamaan dalam rentang salat; ia tidak otomatis sama dengan akhir seluruh waktu yang sah. Penjelasan batas boleh melaksanakan Asar masih berlanjut pada bait 219.
Jangan mencampur kategori waktu
Pelajar sebaiknya membedakan awal masuk, rentang pilihan, dan akhir waktu. Satu tanda dapat menjadi batas kategori keutamaan tanpa menjadi batas sah seluruh salat. Membedakan istilah ini membantu membaca syarah secara teliti. Kebiasaan menunda hingga akhir tanpa kebutuhan tetap tidak menjadi anjuran hanya karena masih ada pembahasan waktu jawaz.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 68. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثم به يدخل وقت العصر
به berhubungan dengan يدخل; وقت العصر fa‘il yang masuk setelah tercapainya tanda sebelumnya.
واختير مثلا ظل ذاك القدر
اختير pasif, dan ungkapan مثلي ukuran menunjuk batas waktu pilihan yang dipahami melalui syarah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Awal Asar memakai batas Zuhur pada 217; akhir keseluruhan waktunya diteruskan pada 219.
Intisari & faedah
- Waktu ikhtiyar tidak selalu sama dengan seluruh waktu sah.
- Bayangan asal tetap diperhitungkan pada perbandingan dua kali panjang benda.
Contoh penerapan
Keadaan
Pembaca mengira Asar langsung menjadi qada sesudah bayangan dua kali panjang benda.
Cara memahami
Ia membaca bait 219 untuk mengetahui akhir rentang waktunya.
Batas penerapan
Masih adanya waktu jawaz tidak berarti dianjurkan selalu menunda.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sunan Abu Dawud 393
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
أمني جبريل عليه السلام عند البيت مرتين
Inti makna
Jibril mengimami Nabi dalam pengajaran waktu-waktu salat pada dua kesempatan.
Kaitan dengan bait
Riwayat imam Jibril memuat ukuran bayangan pada dua hari; dasar pembagian awal dan waktu pilihan dalam syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah batas ikhtiyar pada bait ini merupakan akhir seluruh waktu Asar?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Batas keseluruhan waktu diterangkan pada bait berikut sampai matahari terbenam.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثم به يدخل
kemudian dengan itu masuk
وقت العصر
waktu Asar
واختير
dan dipilih
مثلا ظل ذاك القدر
dua kali ukuran bayangan benda itu
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثُمَّ بِهِ يَدخُلُ وَقتُ العَصرِ
Buka penggal 2
واختِيرَ مِثلا ظِلِّ ذاكَ القَدْرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 218 — Awal Asar dan waktu pilihannyaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.