Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu salat dan keutamaannya · Bait 219 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- جاز إلى غروبها أن تفعلا
- boleh dilaksanakan sampai matahari terbenam
- ووقت مغرب
- dan waktu Magrib
- بها قد دخلا
- dengan terbenamnya itu telah masuk
Terjemahan bait 219
Asar boleh dilaksanakan sampai matahari terbenam; dengan terbenamnya itu waktu Magrib telah masuk.
Syarah · keterangan lengkap
Melengkapi rentang Asar
Setelah menyebut waktu pilihan, matan menerangkan bahwa waktu Asar masih berlangsung sampai matahari terbenam. Syarah membedakan bagian yang lebih utama dan bagian yang makruh untuk penundaan tanpa kebutuhan. Jadi kata boleh menunjukkan rentang hukum, bukan anjuran membiasakan salat pada saat matahari hampir hilang.
Apa yang dimaksud matahari terbenam
Awal Magrib ialah tenggelamnya seluruh bulatan matahari, walaupun cahaya senja masih terlihat. Kehadiran warna terang di langit tidak berarti Magrib belum masuk. Sebaliknya, tertutupnya matahari oleh gedung atau bukit dari pandangan tertentu belum selalu menunjukkan tanda terbenam pada ufuk yang digunakan untuk penetapan waktu.
Menjaga akhir waktu secara nyata
Jadwal setempat membantu ketika tanda alam tidak dapat diamati langsung. Orang yang menghadapi waktu sempit perlu segera mengerjakan salat sesuai ketentuannya, bukan menunggu semua kegiatan lain selesai. Hadis tentang mendapat satu rakaat sebelum terbenam menjelaskan ketercakupan waktu dengan rinci; ia tidak dijadikan strategi sengaja mengerjakan sebagian besar salat di luar waktu.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 68. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
جاز إلى غروبها أن تفعلا
أن تفعل masdar muawwal sebagai hal yang dibolehkan; إلى غروبها batas waktu dengan matahari sebagai rujukan dhamir.
ووقت مغرب بها قد دخلا
وقت مغرب mubtada dan قد دخل khabar fi‘liyah; بها kembali kepada terbenamnya matahari.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait menyelesaikan Asar dari 218 dan membuka Magrib yang akhir waktunya dibahas pada 220.
Intisari & faedah
- Magrib masuk setelah seluruh bulatan matahari tenggelam.
- Waktu sah dibedakan dari anjuran menyegerakan dan penundaan yang makruh.
Contoh penerapan
Keadaan
Langit masih terang kemerahan sesudah bulatan matahari terbenam.
Cara memahami
Magrib sudah masuk; warna senja berkaitan dengan batas berikutnya untuk Isya.
Batas penerapan
Matahari tertutup bangunan tidak otomatis sama dengan terbenam di ufuk.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 579
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
ومن أدرك ركعة من العصر قبل أن تغرب الشمس فقد أدرك العصر
Inti makna
Mendapat satu rakaat Asar sebelum matahari terbenam termasuk mendapatkan Asar menurut ketentuannya.
Kaitan dengan bait
Riwayat satu rakaat Asar sebelum matahari terbenam menjelaskan ketercakupan waktu; bukan anjuran sengaja menunda.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah Magrib baru masuk setelah semua cahaya senja hilang?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Magrib masuk ketika seluruh bulatan matahari terbenam.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
جاز إلى غروبها أن تفعلا
boleh dilaksanakan sampai matahari terbenam
ووقت مغرب
dan waktu Magrib
بها قد دخلا
dengan terbenamnya itu telah masuk
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
جازَ إلى غُروبِهَا أَن تُفْعَلا
Buka penggal 2
ووَقتُ مَغرِبٍ بها قَدْ دَخَلا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 219 — Akhir Asar dan masuknya MagribNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.